Berita Terbaru :
Rapid Test Massal, 52 Warga Reaktif Langsung Dibawa ke Hotel
Gema Sholawat Iringi Kepulangan Pasien Covid-19 Sembuh
Dimasa Pandemi Covid 19 Jumlah Laka Turun Drastis
Pengantin Bahagia Meski Harus Menikah di Posko Covid 19
Polisi Pastikan Istri Meninggal Karena Dibunuh Suami
Saling Ejek, Dua Kakek Terlibat Duel, Satu Tewas Dibacok
Menuju New Normal , 12 Pasien Covid-19 Sembuh
DPRD Soroti Dana Covid Rp 192 M dan Gedung Karantina Rp 1 M yang Mangkrak Disorot DPRD
15 Warga Satu RW di Tulungagung Reaktif Rapid Tes
Haji 2020 Dibatalkan, Pedagang Oleh-Oleh Haji Rugi Hingga 75 Persen
Cegah Klaster Baru, Ribuan Nelayan dan ABK Jalani Rapid Tes
Sehari, Jumlah Terkonfirmasi 25 Orang, Total Mencapai 116 Orang Positif Corona, Sembuh 75 Orang
Covid 19 Tinggi, Pemkot Tutup Pintu Masuk Surabaya
4 Hari Dioperasikan, RS Darurat Pemprov Jatim Telah Melayani 31 Orang
DPRD : Jika Tak Kondusif, Sunday Market Harus Ditutup Kembali
   

Proyek PLUT KUMKM Terancam Mangkrak
Tapal Kuda Dan Madura  Jum'at, 28-12-2018 | 05:47 wib
Reporter : Abdul Majid
Pasuruan pojokpitu.com, Proyek Gedung Dan Bangun Pembangan Layanan Usaha Terpadu- Koperasi Usaha Mikro Kecil Dan Menengah (PLTU-KUMKM) yang berada di Jalan Ahmad Yani, Gadingrejo, Kota Pasuruan sudah tak ada aktifitas pekerja.

Proyek senilai Rp 2.297.464.00, yang mengantarkan Walikota Pasuruan Setiyono menjadi terangka oleh KPK, terpakasa dihentikan karena rekanan sudah membuat surat penyataan tak sanggup menyelasaikan pekerjaan, dengan sisa batas waktu 2018 yang kurang beberapa hari.

Menurut Plt Walikota Pasuruan, Raharto Teno Prasetyo saat mngikuti apel siaga bencana, menagatakan, pengerjaan gedung dan bangun pembangan layanan usaha terpadu- koperasi usaha mikro kecil dan menengah ini baru mencapai 70 persen. Dengan sisa waktu 4 hari tak mungkin bisa diselesaikan.

"Dengan dihentikannya pekerjaan proyek gedung milik dinas koperasi dan umkm ini terancam mangkrak. Pasalnya, Pemkot belum menganggarkan dan belum ada rencana terkait penyelesaian gedung," jelas Raharto Teno Prasetyo.

Selain proyek PLUT-KUMKM, Sejumlah pelaksana proyek juga diputus kontrak karena tak sanggup menyelesaikan pekeejaan sesuai jadwal. Bahkan para kontraktor sudah di blac list atau masuk buku hitam.

Sebelumnya, KPK menetapkan Walikota Pasuruan Setiyono sebagai teesangka dugaan suap proyek belanja modal PLTU-KUMKM. Selain itu, Dwi Fitri Nurcahyo selaku Plh Kadis PU Kota Pasuruan dan Wahyu Tri Hardianto selaku staf kelurahan dan seorang dari cv mahadir, ssebagai pemenang tender ditetapkan tersangka oleh KPK. (yos)

Berita Terkait

Pelaku UMKM Jombang Dorong Pemerintah Segera Terapkan New Normal

Omzet UMKM Busana Muslim Anjlok Karena Corona

Dinas Koperasi dan UMKM Beri Penghargaan 10 Pelaku UMKM Berprestasi

Talk Show Peran UKM Naik Kelas Penopang Pertumbuhan Ekonomi Jatim
Berita Terpopuler
Cegah Klaster Baru, Ribuan Nelayan dan ABK Jalani Rapid Tes
Peristiwa  5 jam

Sedikitnya 3 Wisata Kota Batu Akan Dibuka
Mlaku - Mlaku  17 jam

Belajar di Rumah Hingga Batas Waktu Tak Tertentu
Pendidikan  15 jam

Dana Untuk RW Diminta Sekdes, Puluhan Pemuda Semalam Luruk Kantor Desa
Peristiwa  7 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber