Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Icip - Icip 

Kuliner Esktrim, Oseng-Oseng Ulat dan Kepompong Kaya Berprotein dan Menyehatkan
Jum'at, 14-12-2018 | 05:16 wib
Oleh : Khusni Mubarok
Tuban pojokpitu.com, Jika sebagian besar orang menganggap ulat sebagai makhluk menjijikan, namun tidak bagi warga perbukitan kapur Tuban, Jawa Timur. Ulat dan kepompong daun jati yang banyak ditemukan pada awal musim penghujan, menjadi makanan lezat bagi warga sekitar hutan.

Meski terdengar ekstrim, namun para penikmat kuliner oseng-oseng ulat dan kepompong ini menilai, rasanya enak dan gurih, serta mengandung protein tinggi.

Pemandangan seperti ini dapat kita jumpai di seluruh kawasan hutan jati wilayah Kabupaten Tuban. Hampir sepanjang hari, mulai pagi hingga sore, warga beramai-ramai masuk hutan untuk berburu ulat dan kepompong daun jati.

Seperti yang dilakukan warga tepian hutan jati Desa Guwo Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban. Berbekal toples atau kantong plastik, mereka memulai perburuan ulat dan kepompong, yang dapat ditemukan dengan mudah di antara tumpukan daun busuk.

Dalam sehari, warga bisa mengumpulkan 2 kilogram hingga 5 kilogram kepompong bercampur ulat daun jati. Hasil buruan ini kemudian akan dijual dan selebihnya dimasak sendiri untuk konsumsi keluarga.

Ulat dan kepompong daun jati cukup lezat dikonsumsi. Namun sebelum dimasak harus dicuci sampai bersih untuk menghilangkan kotoran tanah yang menempel. Setelah dicampur bumbu, lalu digoreng sesuai selera, garing atau setengah matang.

Selain untuk lauk, warga setempat juga menjualnya jika memperoleh ulat dan kepompong dengan jumlah banyak. Baik dijual mentah atau sudah dimasak. Harga ulat dan kepompong yang belum dimasak biasanya dipatok Rp 60 ribu per kilogram. Sedangkan jika sudah matang, per porsi dijual antara Rp 15 ribu sampai Rp 20 ribu.

Kini ulat dan kepompong goreng siap disantap bersama sepiring nasi hangat. Menu tidak lazim ini memiliki rasa unik sedikit kenyal dan gurih-manis dilidah. Selain itu, warga meyakini ulat dan kepompong daun jati bisa menjadi suplemen penambah stamina, karena mengandung protein tinggi.

Berburu dan mengkonsumsi kepompong dan ulat daun jati sudah menjadi tradisi turun temurun masyarakat sekitar hutan jati perbukitan kapur Tuban, setiap awal musim hujan. Perburuan akan selesai seiring waktu hilangnya ulat dan kepompong berubah menjadi kupu-kupu.(end)

Berita Terkait


Dwi Cahyanti, Perempuan Muda Penjual Jajan Keliling

Fasilitas Minim, Pedagang Sentra Kuliner Ampel Keluhkan Sepi Pembeli

Menikmati Nasi Menok, Makanan Prajurit Mataram

Menu Makanan, Warga Berburu Ulat Bulu Di Lereng Hutan Taman Nasional Baluran


Kuliner Ikan Asap Pesisir Pantai Blitar Digemari Wisatawan

Kuliner Esktrim, Oseng-Oseng Ulat dan Kepompong Kaya Berprotein dan Menyehatkan

Kuliner Nasi Goreng Tiwul Kombinasi Minuman Madu Kaliandra Lereng Kaki Gunung Wilis

Kombinasi Soto Sate Daging Sapi, Digandrungi Pecinta Kuliner

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber