Berita Terbaru :
Mengenal Dua Ulama Besar Pendiri NU dan Muhamadiyah Melalui Film
Machfud Arifin-Mujiaman Ajak Warga Surabaya Perangi Kecurangan di Pilwali
Ujian Hafalan Al-Quran di Tengah Pandemi
LSM LKHPI Bertekad Pecahkan Persoalan Hukum, Ekonomi, Sosial dan Politik
KPU Surabaya Gelar Deklarasi Kampanye Damai
Pemkot Surabaya Kembali Lakukan Rapid Tes di Tempat
Ratusan Taruna-Taruni Ikuti Pelayaran Ke Pulau Terluar
Anjlok, Harga Sayur di Lumajang
Kepepet Biaya Nikah, Pemuda Asal Kupang Ini Bobol Toko
Sepuluh Tahun Bupati Sambari Mengabdi, Banyak Pembangunan Monumental di Kabupaten Gresik
Pernyataan Sikap atas Keputusan Presiden Mengangkat Eks Anggota Tim Mawar di Kementerian Pertahanan
Bermain Judi Online 5 Warga Diamankan
Seorang Gadis di Bawah Umur Digilir Tujuh Pemuda
Langgar Protokol Kesehatan Polisi Bubarkan Kegiatan Lomba Layangan
Swab Pertama 127 Nakes Negatif, Tunggu Hasil Swab Kedua
   

Novita Hardiny Olah Ubi dan Cokelat Jadi Kue Cantik
Rehat  Rabu, 12-12-2018 | 17:17 wib
Reporter : Selvy Wang
Trenggalek pojokpitu.com, Belum dikenalnya Trenggalek sebagai daerah penghasil ubi dan cokelat, membuat Istri Wakil Bupati Trenggalek, Novita Hardiny, ingin mengenalkannya pada masyarakat luas. Yakni dengan mengolah ubi dan cokelat menjadi kue dan roti. Dari hasil penjualan, 10 persen akan disumbangkan untuk anak berkebutuhan khusus di Trenggalek.

Istri dari Wakil Bupati Trenggalek Muhammad Nur Arifin ini, mencoba membuka bisnis kue. Bukan sembarang kue, bahannya menggunakan bahan alami asal Trenggalek yakni ubi ungu dan cokelat.
 
Menurut Novita, selama ini trenggalek kurang dikenal masyarakat dengan hasil pertaniannya. Padahal sebenarnya Trenggalek memiliki potensi besar dalam agrikultur, yakni ubi dan cokelat. Karena itu dikemas menjadi kue dan roti, agar lebih diterima masyarakat, khususnya milenial.
 
Bahkan ia membuka tokonya di Surabaya, dengan tenaga kerja yang semuanya dari Trenggalek. "Surabaya kami pilih karena masyarakatnya yang suka berwisata kuliner," kata Novita.
 
Bukan sekedar bisnis, namun Novita juga menerapkan sociopreneur, yakni kegiatan bisnis bertujuan sosial. "Sepuluh persen dari hasil penjualan akan disumbangkan untuk anak-anak berkebutuhan khusus yang ada di Trenggalek," kata Novita.
 
Novita berharap, melalui bisnisnya ini juga dapat menyejahterakan petani ubi dan cokelat di Trenggalek. (PUL)

Berita Terkait

Daun Beluntas Disulap Jadi Kukis

Mujair Mangut dan Asap Khas Tanggulangin Cocok Hidangan Bulan Ramadhan

Novita Hardiny Olah Ubi dan Cokelat Jadi Kue Cantik

Jamuan Nuansa Kolonial Dengan Perpaduan Masakan Indonesia, Asia dan Barat
Berita Terpopuler
Karbak TNI, Santri Mendapatkan Pelajaran Kedisiplinan dan Budidaya Udang Vaname
Peristiwa  21 jam

Langgar Protokol Kesehatan Polisi Bubarkan Kegiatan Lomba Layangan
Peristiwa  6 jam

Selain di Ngawi, Warga Madiun Juga Jadi Korban Sasaran Peredaran Upal
Peristiwa  20 jam

LSM LKHPI Bertekad Pecahkan Persoalan Hukum, Ekonomi, Sosial dan Politik
Opini  3 jam



Cuplikan Berita
Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Pojok Pitu

Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber