Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Hukum 

Kakek Cabuli Bocah Tunawicara Mulai Diadili
Senin, 10-12-2018 | 19:57 wib
Oleh : Fakhrurrozi
Surabaya pojokpitu.com, Kakek Suwadi yang tega mencabuli bocah tunawicara akhirnya mulai diadili di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin sore. Dalam sidang perdana ini, terdakwa mengaku mencabuli korban lantaran terangsang melihat celana dalam korban.

Suwadi, 59 tahun, terdakwa pencabulan bocah tunawicara menjalani sidang perdana di ruang sidang sari satu Pengadilan Negeri Surabaya, Senin sore. Lantaran sidang menghadirkan korban FA (9) sidang yang dipimpin Hakim Cokorda Gede Arthana ini berlangsung tertutup.

Didampingi keluarganya, FA mengatakan terdakwa memang mencabuli dirinya. Perbuatan cabul tersebut dilakukan saat korban tidur bersama In, yang tak lain cucu terdakwa. Atas keterangan korban ini, terdakwa tidak membantahnya. Terdakwa mengaku mencabuli korban lantaran terangsang melihat celana dalam korban.

Sekedar diketahui, kasus pencabulan yang dilakukan Suwadi ini terjadi sekitar 12 September 2018 lalu. Saat itu, korban FA yang masih berusia 9 tahun bermain ke rumah temannya, In di kawasan Lakarsantri. Saat bermain itulah, terdakwa yang terangsang melihat celana dalam korban, memegang alat kelamin korban. Atas perbuatannya, terdakwa dilaporkan ke Polsek Wiyung.(end)



Berita Terkait


Istri Tengah Hamil 8 Bulan, Kuli Bangunan Cabuli Anak di Bawah Umur

Driver Ojek Online Cabuli Siswi Penumpangnya

Cabuli Anak Dibawah Umur, Pria Asal Banyuwangi Dibekuk Polisi

Seorang Narapidana Kasus Pencabulan Anak di Bawah Umur Tewas


Residivis Pencabulan Ditangkap Setelah Embat Motor Milik Teman

Pesta Miras Berujung Pencabulan, 4 Pemuda Dicokok Polisi

Kasus Pencabulan dan Kekerasan Pada Perempuan di Gresik Meningkat

Lho, Pelaku Pencabulan Justru Didukung Ratusan Santri Lamongan
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber