Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Metropolis 

Merasa Nasibnya Terancam, Ratusan Guru Honorer Wadul ke Dewan
Senin, 10-12-2018 | 19:25 wib
Oleh : Ayul Anhdim
Surabaya pojokpitu.com, Ratusan guru honorer mendatangi kantor DPRD Jatim di Jalan Indrapura Surabaya. Mereka kuatir dengan nasibnya yang tidak bisa lagi mengajar sebagai guru, lantaran kontraknya dihentikan akibat kalah bersaing dengan guru pendatang baru.

Nasibnya sebagai guru honorer terancam lantaran kontraknya dilakukan setiap satu tahun sekali, Senin siang. Ratusan guru honorer di Jawa Timur mendatangi kantor DPRD Provinsi Jatim untuk memperjuangkan nasibnya agar mendapat perhatian dari DPRD Provinsi Jatim.

Para guru ditemui oleh Komisi E DPRD Jatim yang membidangi pendidikan. Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim, Suli Daim, berharap pemerintah memperhatikan nasib para guru honorer dengan mengangkatnya sebagai PNS.

Ketua PGRI Provinsi Jawa Timur, Husein Matamin, berharap ada perubahan amandemen yang mengatur soal penerimaan PNS, karena dengan peraturan sekarang dimana untuk mengikuti penerimaan CPNS harus berumur 35 tahun, sehingga dengan peraturan tersebut banyak guru honorer yang tidak bisa mengikuti.

Para guru berharap pemerintah segera menyelesaikan persolan guru honorer, sebelum pelaksanaan pileg dan pilpres.(end)










Berita Terkait


Nasib Guru Honorer, Bupati Tunggu Pemerintah Pusat

Berharap Kesejahteraan, Ribuan Guru Honorer Istighosah

Digaji Rp. 50 Ribu - Rp. 350 Ribu Tiap Bulan, Guru Honorer Menangis

Hearing DPRD, Guru Honorer Dijanjikan Kenaikan Honor


Digaji Rp. 50 Ribu - Rp. 350 Ribu Tiap Bulan, Guru Honorer Menangis

Hearing DPRD, Guru Honorer Dijanjikan Kenaikan Honor

Puluhan Guru Honorer K1 Kabupaten Nganjuk Minta Kejelasan Status PNS

Ayah Pelaku Membantah Anaknya Merupaka Eksekutor Pembunuhan Guru Honorer

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber