Berita Terbaru :
ASN Lingkungan Pemkab Jember Rapid Test Massal
Menko PMK Tinjau Penyaluran BST Di Kota Malang
Disparta Tinjau Persiapan Hotel Yang Akan Kembali Buka
Ratusan Karyawan Pabrik Rokok Jalani Rapid Test Ulang
Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh di Zona Merah Terdampak Covid 19
Seorang Karyawati Swalayan di Ponorogo Positif Covid 19
Setubuhi Gadis Bawah Umur, 2 Pemuda Tulungagung Ditangkap Polisi
5 Pasien Positif Corona Di Bojonegoro Dinyatakan Sembuh
Mantan Kadinkes Kabupaten Malang Dibebaskan Menjadi Tahanan Kota
Sebelum Gantung Diri, Diduga Suami Terlebih Dahulu Bunuh Istrinya
DPO Begal Truk Muatan Kerbau Ditangkap Tim Jatanras
Tanggapan DPRD Terkait Sekolah Masuk di Tengah Pandemi
Belasan Tahun Nabung Pedagang Perabotan Sedih Gagal Berangkat Haji Tahun Ini
Rencana New Normal, Ratusan Warga Masih Berdesakan di Pasar Tradisional
Muncul Transmisi Lokal, Pasar Peterongan Ditutup
   

Termohon Melakukan Perlawanan, Eksekusi Rumah Ditunda
Mataraman  Senin, 10-12-2018 | 18:00 wib
Reporter : Unggul Dwi Cahyono, Muhammad Zainurofi
Berita Video : Termohon Melakukan Perlawanan, Eksekusi Rumah Ditunda
Kediri pojokpitu.com, Rencana eksekusi sebuah rumah beserta isinya di Kabupaten Kediri, harus ditunda oleh pihak pengadilan negeri setempat. Hal ini dikarenakan adanya perlawanan dari termohon, yang menilai pihak pemohon ekskusi telah melakukan tindak penipuan.

Amarah keluarga termohon eksekusi ini tidak bisa dibendung, setelah pihak Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri, berencana melanjutkan proses eksekusi. Mereka bersikeras menolak jalannya ekskusi, setelah menilai Yusik Arianto selaku pemohon, telah melakukan penipuan.

Sebelumnya, Nur Lalia selaku termohon eksekusi memiliki hutang di bank senilai Rp 150 juta. Saat memasuki bulan ke 7, dirinya tidak bisa mengangsur hingga akhirnya hutang tersebut dilunasi oleh Yusik, dengan jaminan sertifikat rumah yang beralamat di desa wonoasri kecamatan grogol kediri.

Kesepakatan tersebut dilakukan di depan notaris dan pihak termohon diminta menandatangai beberapa surat, termasuk salah satunya surat kosong.

Setelah beberapa bulan berjalan, pihak termohon terkejut saat mengetahui surat kosong itu berubah isi menjadi sebuah akta jual beli.

Sementara itu, Yusik Arianto, pihak pemohon mengaku, sejauh ini telah memberikan uang senilai Rp 500 juta secara bertahap kepada pihak termohon. Hingga akhirnya, dirinya berpendapat sertifikat rumah tersebut telah secara sah menjadi hak miliknya.

Setelah melakukan proses mediasi, pihak Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri akhirnya menunda jalnnya proses tersebut. Hal itu dilakukan berdasarkan masukan dari pihak kepolisian, yang menilai situasi di lapangan tidak kondusif. (yos)

Berita Terkait

Rumah Tetap Dieksekusi, Janda Kesurupan dan Pingsan

Macet Bayar Cicilan, Rumah di Takeran Dieksekusi

Tiga Kali Gagal, Pemenang Lelang Berhasil Eksekusi Rumah Mewah

Eksekusi Rumah, Penghuni Hadang Petugas Eksekutor
Berita Terpopuler
Merasa Tidak Adil, Warga Laporkan Bupati Ke DPRD
Hukum  10 jam

Pasangan Suami Istri Tewas di Rumah Saudaranya
Peristiwa  7 jam

Penjual Beli Motor Tewas Dibondet Saat Tidur Bersama Anak dan Isrtinya
Peristiwa  6 jam

Pemkab Minta Bumdes Selaku Penyedia Beras Agar Selalu Jaga Mutu
Peristiwa  6 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber