Berita Terbaru :
Warung Makan Gratis, Bantu Warga di Tengah Pandemi
Survey ARC Indonesia, Elektabilitas Machfud Arifin Salip Eri Cahyadi
Anggota Fraksi Demokrat Turun Gunung All Out Menangkan Paslon No 1 di Pilkada Pacitan
Tol Krian Kebomas Gresik Sudah Beroperasi Per Desember
Kota Batu Masuk Zona Merah, Ketua Satgas Covid Sebut Ini Penyebabnya
Tersesat Saat Berusaha Kabur, Dua Maling Diamuk Massa
Penjagaan Logistik di Kecamatan Dijaga Selama 24 Jam
Warga Buduran Meninggal Dunia Saat Berolahraga
Antisipasi Kerawanan Pilkada, KPU Belum Distribusikan Surat Suara
Apel Pengamanan dan Simulasi Pilkada Dengan Terapkan Protokol Kesehatan
Ketidaknetralan ASN Pemkot Surabaya Dilaporkan ke Kejati Hingga Mabes Polri
Jelang Pilwali, Kadinkes Bagikan Penghargaan, Wakil Ketua DPRD Surabaya Ingatkan Jaga Netralitas
Sejumlah Sekolah Masih Adakan Tatap Muka
Kenaikan Covid di Jatim Mencapai 460 Orang
Kapolres Malang Cek Kesiapan Bahan Material Pemungutan Suara
   

Supplier Komponen Terbesar iPhone di Taiwan Pindah ke Batam
Ekonomi Dan Bisnis  Senin, 10-12-2018 | 08:10 wib
Reporter :
Batam pojokpitu.com, Supplier komponen terbesar bagi iPhone, Pegatron asal Taiwan akan mengalihkan sebagian produksinya ke Batam. Wakil Ketua Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri Tjaw Hoieng membenarkan hal tersebut.

"Sebelumnya Pegatron sudah datang ke sejumlah kawasan industri untuk melakukan survey," katanya saat dihubungi Batam Pos (Jawa Pos Group), Jumat (12/6).

Dia mengatakan bahwa Pegatron memilih memindahkan sebagian produksinya karena imbas dari perang dagang antara Tiongkok dan Amerika.

Karena akibat perang dagang tersebut, Amerika mengenakan tarif tinggi kepada produk Pegatron berbasis produksi non-iPhone yang diekspor ke Negeri Paman Sam tersebut.

"Ini adalah kesempatan Batam melihat peluang. Contohnya Pegatron ini yang masuk ke Batam," ungkapnya.

Pegatron mengalami tekanan berat dari perang dagang. Perang dagang membuat produsen terhimpit karena meningkatnya upah dan berkurangnya tenaga kerja. Sementara biaya produksi semakin tinggi.

Pada awalnya, Pegatron menyukai Vietnam. Tapi lambat laut memilih Batam karena investasi bisa lebih cepat berkembang. "Penyebabnya adalah lokasi Batam yang strategis dekat dengan Singapura," paparnya.

Pria yang biasa disapa Ayung ini mengatakan bahwa Pegatron akan membangun pabriknya di Satnusa Persada. Dan kemungkinan besar akan membangun yang lainnya di salah satu kawasan industri di Batam."Tapi ini masih dalam tahap negosiasi dulu," katanya.

Investasi akan dilakukan mulai sebulan ini dan bakal produksi penuh pada pertengahan tahun 2019.

Chairman Pegatron Tung Tzu-hsien baru-baru ini juga mengatakan, perusahaan tengah meningkatkan kapasitas produksinya di Taiwan Utara, Taoyuan untuk memenuhi permintaan yang kuat pada produk yang terkena dampak tarif.

Sebelumnya, Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo sudah mengisyaratkan bahwa Batam memang akan didatangi sejumlah industri pemasok komponen smartphone.

Sehingga BP akan membangun lokasi khusus untuk industri pemasok komponen smartphone. Tujuannya adalah untuk menciptakan ekosistem industri smartphone yang berkelanjutan disini.

"Saat ini PT Satnusa Persada merakit beberapa merk smartphone. Tapi komponennya masih datang dari luar. Sehingga jika pemasok komponen smartphone bangun pabrik disini, akan lebih efektif," katanya.

Batam memiliki lokasi strategis karena berada di Selat Malaka. Tiap tahun paling sedikit enam ribu pelayaran melewati selat ini, bahkan lebih tinggi dibanding arus pelayaran dari Terusan Suez dan Terusan Panama.

Infrastruktur juga cukup memadai untuk menunjang aktivitas industri. Sehingga dapat menciptakan iklim investasi yang positif bagi industri smartphone untuk tumbuh.

Makanya BP Batam dibantu para pengusaha tengah berusaha merayu 24 industri pemasok komponen smartphone agar mau membuka pabriknya di Batam. Dengan demikian, maka produksi bisa lebih cepat dan biaya produksi lebih murah karena jarak antara pabrik smartphone dan pemasok komponennya semakin dekat.

Selain itu, pasar Indonesia juga sangat luas. Hal ini dinilai dapat menjadi peluang bagi perusahaan-perusahaan smartphone untuk mengembangkan bisnisnya di Batam.

Maka itu pihaknya berharap banyaknya keunggulan yang ada di Batam bisa menjadi daya tarik perusahaan-perusahan pemasok komponen smartphone agar membangun pabriknya di Batam.(leo/jpnn/pul)

Berita Terkait

Tahun 2022 Apple Diprediksi Bakal Launching Iphone Lipat

iPhone 11 Dirilis 6 Desember, Ada 3 Seri dan Harga Mulai Rp 12,9 Juta

iPhone 5G Dijadwalkan Rilis Tahun Depan, Intip Kemampuan Prosesornya

Apple Siapkan Audio Group Facetime Lebih Realistis
Berita Terpopuler
Kawanan Begal Todongan Pistol Rampas Motor Milik Remaja
Peristiwa  9 jam

Laka Elf Vs Truk, 3 Korban Meninggal Dunia Terbakar
Peristiwa  10 jam

Survey The Republic Institute: Penantang Berpeluang Terpilih
Pilkada  7 jam

Ketidaknetralan ASN Pemkot Surabaya Dilaporkan ke Kejati Hingga Mabes Polri
Politik  5 jam



Cuplikan Berita
Fenomena Alam Awan Berbentuk Cincin Ramai Diperbincangkan
Pojok Pitu

Banjir Kiriman Rendam 54 Rumah Warga di Kawasan Kota
Pojok Pitu

Laka Elf Vs Truk, 3 Korban Meninggal Dunia Terbakar
Jatim Awan

Semeru Erupsi, Ratusan Warga di Kecamatan Pronojiwo Semeru Mengungsi
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber