Berita Terbaru :
Pemkab Sidoarjo Sewa 2 Hotel Untuk Isolasi Pasien OTG Covid 19
12 Wartawan Jalani Rapid Test Kedua, Hasilnya Non-Reaktif
Pemkot Madiun Wacanakan Pola New Normal Sektor Pendidikan
Pasar Hewan di Lumajang Akan Kembali Dibuka
Nyinyirin Polisi di Sosmed, Pedagang Sayur Diperiksa
KPAI Buka Posko Pengaduan PPDB 2020, Ini Nomor Kontaknya
Penjelasan Deddy Corbuzier Soal Video Wawancara dengan Siti Fadilah
Penerimaan Siswa Baru Akan Digelar Secara Online
Dampak Covid-19 Investasi Kabupaten Madiun Belum Capai Target Triwulan I
   

Musim DBD, Jambu Biji Matang di Pohon Diserbu Pembeli
Mataraman  Kamis, 06-12-2018 | 23:20 wib
Reporter : Moch.Asrofi
Blitar pojokpitu.com, Sebuah kebun jambu biji milik warga di Kabupaten Blitar, memasuki musim hujan ini ramai diserbu pembeli dari berbagai daerah. Mereka berburu buah jambu biji yang matang di pohon, untuk dibuat jus jambu yang berkhasiat menambah trombosit penyakit DBD.

Pasalnya memasuki musim penghujan seperti ini, serangan penyakit demam berdarah akibat gigitan nyamuk aides agepty, biasanya melanda masyarakat.

Kebun jambu biji tersebut milik Mufid Raharja (33), warga Desa Karangsono Kecamatan Kanigoro Blitar. Kebun jambu biji ini berada dibelakang rumahnya, namun puluhan pohon jambu biji merah ini terus berbuah lebat sejak tujuh tahun lalu.

Di musim penghujan seperti saat ini, buah jambu biji di kebun milik pemuda lajang ini, menjadi buruan warga dari berbagai daerah. Mereka memiliki beragam alasan, selian murah dan bergizi mereka lebih mengutamakan manfaat jambu biji sebagai penambah trombosit untuk mencegah penyakit DBD.

Seperti yang dilakukan oleh Lis Setyaningsih dan teman-temannya ini. Ia sengaja datang ke kebun jambu biji ini, untuk memetik sendiri buah jambu matang di pohon dan yang masih segar di pohon. "Apalagi harganya juga lebih murah dibandingkan dengan di pasaran," kata Lis Setyaningrum.

Pemilik pohon jambu biji, Mufid Raharja mengatakan, diawal musim penghujan kali ini, para pengunjung yang datang kie kebunnya meningkat. Selian itu penjualan jambu biji jga meningkat tajam.

"Jika hari-hari biasa hanya laku 30 kilo, namun di kali ini bisa mencapai 100 kilo dengan harga hanya 7 sampai 8 ribu per kilonya," ujar Mufid Raharja.

Kini memasuki masa panen setiap 2 hari sekali jambu biji miliknya di ambil oleh tengkulak dari berbagai daerah. Selain tengkulak, warga dari berbagai daerah juga menyerbu kebun jambu biji ini, untuk menikmati sensasi memetik sendiri buah matang di pohon yang segar dan anti ulat, serta bermanfaat untuk penderita DB ini. (yos)



Berita Terkait

Dinkes Catat 48 Kasus DBD, 1 Pasien Meninggal Sepanjang Tahun 2020

Periode Januari-Maret Hanya 3 Penderita DBD Meninggal Dunia

Demam Berdarah, 2 Penderita Meninggal

Unik, Pakai Kostum Nyamuk, PNS Berburu Jentik
Berita Terpopuler
Dampak Covid-19 Investasi Kabupaten Madiun Belum Capai Target Triwulan I
Politik  8 jam

Penerimaan Siswa Baru Akan Digelar Secara Online
Pendidikan  7 jam

Penjelasan Deddy Corbuzier Soal Video Wawancara dengan Siti Fadilah
Infotainment  6 jam

Nyinyirin Polisi di Sosmed, Pedagang Sayur Diperiksa
Peristiwa  4 jam



Cuplikan Berita
Marah, Kapolda Copot Oknum Kapolsek Karena Tertidur Saat Rapat Dengan Walikota
Pojok Pitu

H-2 Lebaran, Stasiun Gubeng Surabaya Sepi Penumpang
Pojok Pitu

PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Jatim Awan

Unik, Anak Anak Ini Berebut Uang Lebaran di Pagar Rumah Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber