Berita Terbaru :
Sensasi Gowes di Gunung Bromo Disaat Bromo Masih Ditutup Untuk Wisatawan
Dhea Lukita Andriana, Pelajar Asal Tulungagung Dua Kali Terpilih Menjadi Paskibraka Nasional
Karyawan Toko Tipu Korban dan Gelapkan Ribuan Lpg
Ditarget, Alun-Alun Surabaya Area Atas Selesai 17 Agustus
Sandang Status Zona Merah, Warga Wonocolo Buat Kampung Lalu Lintas Steril Covid-19
Pasca P21, Kejaksaan Langsung Serahkan Perkara Sekda Ke Pengadilan Negeri
Gerakan Pemulihan Ekonomi Gubenur Jatim Kunjungi Pabrik Mamin dan Kebun Coklat Mojokerto
Tidak Memiliki Ijazah Profesi, Ribuan Bidan 2025 Terancam Tutup Praktek
Hak Mendaftarkan Cabup Cawabup Bisa Diambil Alih oleh DPP
Ibu Anak Pemilik Rumah Makan Rawon Nguling Meninggal Dunia Positif Virus Corona, 20 Karyawan Di-Swab
Kebakaran Hebat Pabrik Pengolahan Kayu
Tiga Siswa Harus Naik Turun Gunung Cari Sinyal Internet
Satu Hakim Positif Covid, 10 Hakim Lainnya Isolasi Mandiri, Sidang Banyak Yang Ditunda
Imun Rentan, Ratusan Ibu Hamil Di-Swab
Satlantas Ponorogo Cari Warga Miskin dan Bagikan Sembako
   

Terdakwa Kasus Dugaan Korupsi DPRD Malang Diwajibkan Mengembalikan Uang Negara
Hukum  Kamis, 29-11-2018 | 10:59 wib
Reporter : Usrox Indra
Sidoarjo pojokpitu.com, Sebanyak18 anggota DPRD Malang yang menjadi tersangka, kasus korupsi penyalagunaan angaran periode 2014 sampai 2019 juga di wajibkan mengembalikan uang ke negara.

Hal tersebut disampaikan salah satu Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) Arif Suhermanto, dalam pembacaan dakwaan 6 angota DPRD malang yakni Wiwik Hendri Astuti, Suprapto, Sahrawi, Mohan Katelu, Salamet, dan Zainuddin.
 
Dalam sidang, Arif S, JPU KPK juga menuntut terdakwa Zainuddin, Suprapto Wiwik Hendri Astuti pidana penjara selama 5 tahun, sedangkan terdakwa lainnya atas nama Mohan Katelu, Selamet, dan Sahrawi dituntut penjara selama 4 tahun 6 bulan. Keenam terdakwa itu dijerat pasal 12 huruf A dan pasal 12b tentang tindak pidana pemberantasan tindak pidana korupsi.

Seperti halnya dengan 12 terdakwa lain, yang telah menjalani sidang pada sesi pertama dan kedua nantinya. Keenam terdakwa pada sesi ketiga kali ini, juga dikenakan denda senilai Rp 200 juta subsider 2 bulan penjara.
 
Selain itu dalam nota tuntutan, keenam terdakwa juga wajib mengembalikan uang pengganti. Untuk uang pengganti setiap terdakwa berbeda-beda. "Bila tak juga diganti maka akan dikenakan pidana 2 bulan penjara," kata Arif S.
 
Dalam pemberitaan sebelumnya, keenam terdakwa diduga turut menerima suap terkait pembahasan APBDP tahun 2015.

Kasus tersebut menjerat 18 anggota DPRD Kota Malang periode 2014 sampai 2019. Uang tersebut diduga merupakan bagian dari Rp 700 juta, yang diterima eks ketua DPRD, Muhammad Arief Wicaksono dimana ia terlebih dulu diproses KPK. (yos)

Berita Terkait

Kadis PU Diperiksa Kejari, Terkait Proyek Koridor Kayutangan

Mantan Kadinkes Kabupaten Malang Akhirnya Ditahan Kejari Kabupaten Malang

Laode M. Syarif: DPRD Kota Malang Aset Besar Dalam Pemberantasan Korupsi

KPK Tuntut Mantan Sekda Malang Hukuman 3 Tahun Penjara
Berita Terpopuler
Ibu Anak Pemilik Rumah Makan Rawon Nguling Meninggal Dunia Positif Virus Corona,...selanjutnya
Covid-19  4 jam

Mayat Perempuan Ditemukan di Kebun Tebu
Peristiwa  10 jam

Musda,Toufik Kembali Nahkodai Golkar Ponorogo
Pilkada  20 jam

Penahanan Kepala Desa Lebak Jabung Diwarnai Aksi Demo dan Isak Tangis
Peristiwa  13 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Jual Beli Tebu Diluar Pabrik Meresahkan PG Lestari
Jatim Awan

Dampak Pandemi, 68 Ribu Warga Bojonegoro dan Tuban Menunggak Iuran BPJS
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber