Berita Terbaru :
Pengunjung Cafe Hingga Kelompok Pemotor Terjaring Razia Jam Malam
Satgas OJK Temukan 105 Fintech Pinjaman Online Ilegal
Simulasi Wedding New Normal, Sejumlah Tradisi Dialihkan Untuk Cegah Penularan Covid-19
Matsani, Dari Supir Pribadi Menjadi Pengusaha Barbershop
Taksi Laut Tetap Eksis Sejak Tahun 1960
Pandemi Covid-19 Sejumlah Desa Area Sumber Mata Air Imbulan Alami Kekeringan
Pemerintah Tolak RUU Haluan Ideologi Pancasila
KAI Daop 8 Surabaya Kembali Operasikan KA Rute Surabaya-Jakarta
Jawa Timur Kembali Dapatkan Bantuan Obat Avigan
Nekat Curi Hape Dagangan, Karyawan Konter Plasa Marina Ditangkap
Cendikiawan NU Dukung Kementan Kembangkan Antivirus Eucalyptus
Puluhan Peserta UTBK Rapid Test di Lokasi Ujian
Mo Salah Memang Berhati Mulia, Ini Sedekah Terbarunya setelah Liverpool Juara
Gempar, Bayi Perempuan Dibuang di Teras Rumah Warga
46.334 Ribu Peserta UTBK Mulai Ujian Masuk PTN, Sempat Molor 15 Menit
   

Bos Sipoa Digugat Perdata Perkara Tanah Senilai 94 Miliar
Metropolis  Rabu, 28-11-2018 | 19:26 wib
Reporter : Fakhrurrozi
Franky Desima Waruwu, selaku kuasa hukum Budi Santoso, bos Sipoa.
Surabaya pojokpitu.com, Budi Santoso, Direktur Utama PT Bumi Samudera Jedine, pemilik Sipoa Group, kembali digugat perdata di Pengadilan Negeri Surabaya. Kali ini, pemilik proyek Apartemen Royal Avatar World ini digugat PT Badjatech Mesindopratama atas pembelian tanah di Sidorejo Krian Sidoarjo. Sidang diwarnai perdebatan antara hakim dan penasehat hukum tergugat yang meminta penundaan jawaban penggugat.

Dalam gugatan nomor 500/pdt.g/2018 ini, PT Badjatech Mesindopratama menggugat Budi Santoso, bos Sipoa untuk mengembalikan tanah seluas 47 ribu meter persegi yang terletak di Sidorejo Krian Sidoarjo. Selain itu, PT Badjatech juga menggugat agar uang muka yang telah dibayarkan Budi Santoso sebesar Rp 10,37 miliar dari total nilai Rp 94 miliar dinyatakan hangus. Gugatan ini dilayangkan lantaran Budi Santoso tak melunasi pembayaran tanah sebesar Rp 94 miliar.

Atas gugatan ini, kuasa hukum Budi Santoso, Franky Desima Waruwu dengan suara lantang meminta penundaan jawaban. Sidang sempat diwarnai perdebatan saat Franky meminta majelis hakim menyuruh agar penggugat mengembalikan uang Rp 10,37 miliar terlebih dahulu karena dana tersebut merupakan milik customer Apartemen Royal Avatar World.

Franky menjelaskan, gugatan ini terjadi setelah Budi Santoso ditahan Polda Jatim sehingga tak bisa melakukan pembayaran, karena keterbatasan keuangan.
 
Perkara gugatan perdata terhadap Budi Santoso Dirut Bumi Samudera Jedine, group Sipoa ini merupakan perkara ketiga di Pengadilan Negeri Surabaya.

Dua perkara lain, yakni penipuan dan penggelapan terhadap 71 customer Apartemen Royal Avatar World dan gugatan perdata 11 customer Royal Avatar World masih berlangsung di Pengadilan Negeri Surabaya. (end)




Berita Terkait

Bos Sipoa Digugat Perdata Perkara Tanah Senilai 94 Miliar
Berita Terpopuler
Gempar, Bayi Perempuan Dibuang di Teras Rumah Warga
Peristiwa  9 jam

Tradisi Nyadar, Ritual Penghormatan Petani Garam Digelar di Tengah Pandemi Covi...selanjutnya
Life Style  23 jam

BMKG Instal Alat WRS Untuk Pemantauan Gempa Bumi atau Tsunami
Peristiwa  22 jam

Menkes Serahkan Santunan Rp 300 Juta Kepada Nakes Gugur Covid 19
Kesehatan  21 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber