Berita Terbaru :
Data Hari Ini Pasien Covid 19 Bertambah 557 Orang
Empat Pasien Reaktif Dijemput Jalani Isolasi
Hasil Rapidtest 815 Karyawan Pabrik Rokok Madiun Non Reaktif
Bupati Kunjungi 8 Orang Yang Dikarantina Karena Mudik
Ratusan Pedagang di 3 Pasar Bojonegoro Ikut Rapid Test
Tambang Batu Kapur Runtuh, Alat Tambang Rusak Tertimbun
Optimalkan Laboratorium, Surabaya Tak Perlu Mobil Tes PCR
Kasus Covid 19 di Jatim Capai 4.409 Orang
PMI Kirim Bantuan Ventilator ke RS Muhammadiyah Lumajang
Manfaatkan Mobile PCR, Ratusan Petugas Medis dan Masyarakat Tulungagung Diuji Swab
Doni Monardo : Mobil PCR Untuk Provinsi Jatim, Namun Khusus Untuk Kota Surabaya
Memang, Test PCR Lebih Akurat Dibandingkan Rapid Test
Pemprov Bantah Bantuan Mobil PCR Dari BNPB Khusus Kota Surabaya
Penyakit GERD Sering Muncul Setelah Lebaran, Apa Penyebabnya?
Penjual Ketupat Matang Tetap Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19
   

Pasti Resmi, Pesawat Lion Air Jt 610 Rusak Sejak Penerbangan Sebelumnya
Peristiwa  Rabu, 28-11-2018 | 15:54 wib
Reporter : Iman Pujiono
Jakarta pojokpitu.com, Komite Nasional Keselamatan Transportasi, KNKT , merilis hasil investigasi kecelakaan Pesawat Lion Air PK LQP dengan register penerbangan jtv 610, yang jatuh di Tanjung Kerawang. KNKT menyimpulkan pesawat mengalami kerusakan sejak penerbangan sebelumnya.

Keterangan resmi KNKT ini setelah genap 1 bulan jatuhnya Pesawat Lion Air PK LQP dengan registrasi penerbangan Jt 610. KNKT merilis hasil investigasi awal dari bagian dari black box Flight Data Recorder, FDR.

Hasil investigasi menyebutkan, pesawat sudah mengalami kerusakan pada penerbangan sebelumnya. Saat dilakukan terbang dari Bali menuju Bandara Internasional Sukarno Hatta.

Menurut Nur Cahyo Utomo Ketua Sub Investigasi Kecelakaan Penerbangan KTNK pada Kementerian Perhubungan mengatakan, pesawat sempat dilakukan service sebelunya dari penerbangan Bali-Jakarta. Selanjutnya direkomendasikan layak terbang pada tanggal 29 Oktober, dan hilang kontak 15 menit setelah lepas landas dari Bandara Sukarno HaTta.

Diketahui dari analisa FDR, tidak lama setelah lepas landas, ada laporan Flight Control Problem ke radar petugas. Atau pergerekan cream secara otomatis dan meminta pesawat untuk turun. Setelah tiga kali kapten melihat pergerakan cres, mengeluhkan kendalinya sangat berat. Kapten pun mematikan stabiliser krip dan mematikan motor secara otomatis, sehingga menggunakan manual tangan.

"Kemudian menyampaikan pesan dalam kondisi kegagalan atau tidak normal. Serta minta tidak berbelok mengikuti arah landasan," kata Nur Cahyo Utomo.

Hingga hasil investigasi Lion Air PK LQP ini dirilis, Cokpit Voice Recorder, CVR masih belum berhasil diketemukan. Serta masih terus dilakukan pencarian. (pul)

Berita Terkait

Pasti Resmi, Pesawat Lion Air Jt 610 Rusak Sejak Penerbangan Sebelumnya
Berita Terpopuler
Golkar Ingatkan Walikota Surabaya Jangan Cari Sensasi di Tengah Pandemi Covid-19...selanjutnya
Metropolis  7 jam

19 Kampung Tangguh Covid-19 Diresmikan Bertahap di Tulungagung
Peristiwa  16 jam

Keberadaan Kandang Dinilai Ganggu Wisata Monumen Kresek
Peristiwa  14 jam

Doni Monardo : Mobil PCR Untuk Provinsi Jatim, Namun Khusus Untuk Kota Surabaya
Politik  4 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber