Berita Terbaru :
PGRI Jatim Usulkan KBM Dimulai Januari 2021
Begini Metode Kampanye Yang Akan Diterapkan Dalam Pilkada Serentak
Dinilai Tak Koordinasi, Rapid Test di Lingkungan Masjid Dibubarkan
Bantuan Sosial Tunai Kemensos Tahap Kedua Mulai Dicairkan Hari Ini
Kecelakaan Kerja Tewaskan 3 Orang, Satu Karyawan PT Enero Ditetapkan Tersangka
Hasil Tes Swab Wakil Walikota Surabaya Dipastikan Negatif
Tujuh Hari Dirawat, Tambahan Klaster Jamaah Masjid Meninggal Dunia
Ribuan Paket Sembako Dan APD Disalurkan Ke Ribuan Warga Terdampak Covid-19 di Jatim
Diduga Sumbu Terlalu Pendek, Perangkat Desa Terkapar Terkena Ledakan Petasan
Pemkot Surabaya Pastikan 1 Karyawan PDAM Surabaya Meninggal Terpapar covid 19
Jenazah Korban Ditemukan Dibawah Tumpukan Jerami Kandang Sapi
Terapi Plasma Konvaselen Diklaim Mampu Sembuhkan Pasien Positif Covid 19
New Normal: Cabor Basket dan Sepak Bola Disarankan Jangan Latihan Seperti Biasa
9 Hari, 8 Ribu Warga Dirapid Test, 1300 Orang Reaktif
Terealisasi 12 M, Pemkab Madiun Refocussing Anggaran Ratusan Milyar
   

Pekan Olahraga Tradisional Jawa Timur 2018
Mataraman  Rabu, 28-11-2018 | 09:10 wib
Reporter : Kriswanto
Madiun pojokpitu.com, Pekan Olahraga Tradisional (Ortrad) ke 6 tingkat provinsi Jawa Timur tahun ini dipusatkan di Kota Madiun. Event olahraga 2 tahunan ini diikuti kontingen dari 38 kota, kabupaten di jawa timur dengan total peserta mencapai 407 orang, baik pelajar maupun masyarakat umum.

Lima olahraga tradisional yang dilombakan meliputi hadang putri, dagongan putri, egrang putra, terompah panjang putra dan sumpitan putra.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Timur, Supratomo menjelaskan, event ini merupakan upaya pemprov jatim dalam melestarikan dan mengembangkan olahraga tradisional yang merupakan warisan budaya bangsa.

Apalagi, perkembangan teknologi gadget saat ini sangat mempengaruhi minat berolahraga bagi anak-anak. "Event ini pun juga untuk memperkaya budaya serta menciptakan kondisi hidup sehat dengan cara peningkatan kesegaran jasmani," kata Supratomo.

Walikota Madiun, Sugeng Rismiyanto mengatakan, event ini dinilai sangat penting lantaran memiliki nilai sejarah. Permainan tradisional yang dulu banyak digemari sekarang sudah banyak yang ditinggalkan.

"Saya berpesan kepada para peserta untuk menjunjungan sportifitas, tidak hanya seremonial belaka namun nilai-nilai yang terkandung dalam olahraga tradisional ini perlu dipahami," jelas Sugeng Rismiyanto. (yos)

Berita Terkait

Pekan Olahraga Tradisional Jawa Timur 2018

Kecamatan Tuban Kudeta Merakurak Dari Puncak Klasemen
Berita Terpopuler
Perawat RSAL Ramelan Meninggal Akibat Positif Covid 19
Covid-19  7 jam

Jenazah Korban Ditemukan Dibawah Tumpukan Jerami Kandang Sapi
Peristiwa  5 jam

Maling di RSUD Sayidiman Diringkus Polisi
Peristiwa  20 jam

Kekurangan Anggaran Pelaksanaan Pilkada Bisa Dicover Dari BTT
Pilkada  21 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber