Berita Terbaru :
24 Botol Miras dan 7 Pemandu Lagu Diamankan Satpol PP
Kampanye Tetap Bermasker Aisyiyah Jawa Timur
Kyai Kampung Hingga Pendeta Dukung dan Bergerak Menangkan MA-Mujiaman
Tanam Tanpa Tanah di Area Paving, Melon Emas Siswa SMK Bergelantungan Dengan Penguat Tali
Bupati Sidoarjo Non Aktif Optimis Bebas Dari Tuntutan JPU KPK
Tak Penuhi Protokol Kesehatan, Aksi KAMI Dibubarkan
Puluhan Massa Tolak Kegiatan KAMI di Surabaya
Titip Transfer Uang, Warga Ngawi Dibayar Dengan Uang Palsu
Polisi Amankan Mantan Cawabup Madiun Pengedar Uang Palsu
Gubernur Resmikan RSUD Rujukan Bertaraf Internasional, Bakal Jadi Rumah Sakit Terbesar di Tapal Kuda
Jelang Lanjutan Liga 1, Tim dan Perangkat Pertandingan Arema FC Di-Swab Test
Diduga Ngantuk di Tol, Mobil Suzuki Ignis Seruduk Pick Up, 1 Orang Luka
Dinginkan Suasana Politik, Plt Bupati Datangi DPRD Jember
Diduga Bermuatan Politik, Pinjaman Rp 200 Milyar Pemkab Diadukan Ke Bawaslu
Tak Kuat Menanjak, Truk Bermuatan Ayam Potong Nyungsep
   

Pekan Olahraga Tradisional Jawa Timur 2018
Mataraman  Rabu, 28-11-2018 | 09:10 wib
Reporter : Kriswanto
Madiun pojokpitu.com, Pekan Olahraga Tradisional (Ortrad) ke 6 tingkat provinsi Jawa Timur tahun ini dipusatkan di Kota Madiun. Event olahraga 2 tahunan ini diikuti kontingen dari 38 kota, kabupaten di jawa timur dengan total peserta mencapai 407 orang, baik pelajar maupun masyarakat umum.

Lima olahraga tradisional yang dilombakan meliputi hadang putri, dagongan putri, egrang putra, terompah panjang putra dan sumpitan putra.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Timur, Supratomo menjelaskan, event ini merupakan upaya pemprov jatim dalam melestarikan dan mengembangkan olahraga tradisional yang merupakan warisan budaya bangsa.

Apalagi, perkembangan teknologi gadget saat ini sangat mempengaruhi minat berolahraga bagi anak-anak. "Event ini pun juga untuk memperkaya budaya serta menciptakan kondisi hidup sehat dengan cara peningkatan kesegaran jasmani," kata Supratomo.

Walikota Madiun, Sugeng Rismiyanto mengatakan, event ini dinilai sangat penting lantaran memiliki nilai sejarah. Permainan tradisional yang dulu banyak digemari sekarang sudah banyak yang ditinggalkan.

"Saya berpesan kepada para peserta untuk menjunjungan sportifitas, tidak hanya seremonial belaka namun nilai-nilai yang terkandung dalam olahraga tradisional ini perlu dipahami," jelas Sugeng Rismiyanto. (yos)

Berita Terkait

Pekan Olahraga Tradisional Jawa Timur 2018

Kecamatan Tuban Kudeta Merakurak Dari Puncak Klasemen
Berita Terpopuler
Ratusan Warga Demo Kantor Desa Protes Proyek Perpipaan
Peristiwa  7 jam

Angin Kencang Disertai Hujan Deras Rusak Puluhan Rumah Warga
Peristiwa  10 jam

Polisi Amankan Mantan Cawabup Madiun Pengedar Uang Palsu
Peristiwa  4 jam

Tak Kuat Menanjak, Truk Bermuatan Ayam Potong Nyungsep
Peristiwa  7 jam



Cuplikan Berita
Viral Danramil dan Anggota Bubarkan Orkes Hajatan
Pojok Pitu

Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber