Berita Terbaru :
Menko PMK Tinjau Penyaluran BST Di Kota Malang
Disparta Tinjau Persiapan Hotel Yang Akan Kembali Buka
Ratusan Karyawan Pabrik Rokok Jalani Rapid Test Ulang
Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh di Zona Merah Terdampak Covid 19
Seorang Karyawati Swalayan di Ponorogo Positif Covid 19
Setubuhi Gadis Bawah Umur, 2 Pemuda Tulungagung Ditangkap Polisi
5 Pasien Positif Corona Di Bojonegoro Dinyatakan Sembuh
Mantan Kadinkes Kabupaten Malang Dibebaskan Menjadi Tahanan Kota
Sebelum Gantung Diri, Diduga Suami Terlebih Dahulu Bunuh Istrinya
DPO Begal Truk Muatan Kerbau Ditangkap Tim Jatanras
Tanggapan DPRD Terkait Sekolah Masuk di Tengah Pandemi
Belasan Tahun Nabung Pedagang Perabotan Sedih Gagal Berangkat Haji Tahun Ini
Rencana New Normal, Ratusan Warga Masih Berdesakan di Pasar Tradisional
Muncul Transmisi Lokal, Pasar Peterongan Ditutup
Positif Covid 19, Warga Peneleh Dikarantina
   

Jangan Sembarangan Upload Foto Anak di Medsos
Teknologi  Senin, 26-11-2018 | 03:10 wib
Reporter :
Manado pojokpitu.com, Kebiasaan mengunggah foto anak di medsos bahkan kerap kali berlangsung semenjak buah hati masih di dalam kandungan. Foto saat bunda hamil.

Perilaku suka menggunakan foto anak di medsos yang dikenal dengan istilah narsis itu, telah menjadi kebiasaan baru orangtua di era digital. Namun tak banyak yang menyadari, terlalu sering narsis dengan memajang foto anak di medsos, ada bahaya yang tersembunyi.

Beberapa di antaranya adalah bahaya paedofil (gangguan kepribadian berupa ketertarikan seksual terhadap anak-anak), sampai kemungkinan penculikan.

Diungkapkan Hanna Monareh MPsi, Psikolog Klinis, mengunggah foto anak di medsos sebenarnya tidak masalah. Pasalnya setiap orang punya cara tersendiri menyimpan kenangan termasuk di-upload ke medsos. "Pemikiran kita sering kali bahwa kalau hanya simpan di ponsel bisa hilang," sebut Monareh, seperti diberitakan Manado Post (Jawa Pos Group).

Namun ia menyarankan agar foto-foto anak yang diposting, tetap dijaga privacy-nya. "Orangtua harus lebih beredukasi dalam memposting, misalnya nama sekolah, tempat tinggal anak, diharapkan tidak terekspose di media sosial," tegasnya.

Ia mengungkapkan, kejahatan lewat media sosial saat ini semakin meningkat. "Para pelaku pedofilia ada di sekitar kita, bahkan orang terdekat kita. Sehingga peran orangtua dalam mengedukasi anak itu sangat penting," ujarnya.

"Terus komunikasi penyampaian bahasa harus melihat perkembangan anak. Anak-anak juga harus dilatih untuk menjaga diri mereka sendiri," pungkas Ketua Ikatan Psikolog Klinis Sulawesi Utara ini.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Ibrahim Tompo menyebutkan, teknologi dan internet merupakan pisau bermata dua. Oleh karena itu seseorang harus bisa bijak menggunakannya.
"Sedangkan dalam urusan konsumsi teknologi oleh anak-anak, orang tua dirasa cukup bertanggung jawab untuk bisa menjaga anak-anak mereka bersosialisasi di dunia maya," tandas Tompo, mantan wadireskrimsus Polda Maluku Utara. (MP)

Berita Terkait

Viral di Medsos Teror Pria Tunjukan Alat Kelaminnya

Sony Subrata Sepakat Pemerintah Tegas Terhadap Akun Medsos

Omset Menurun, Produsen Jajanan Keluhkan Pembatasan Media Sosial

Hina Panglima TNI, Galuh Setiyaji Terancam 6 Tahun Bui
Berita Terpopuler
Merasa Tidak Adil, Warga Laporkan Bupati Ke DPRD
Hukum  10 jam

Pasangan Suami Istri Tewas di Rumah Saudaranya
Peristiwa  7 jam

Penjual Beli Motor Tewas Dibondet Saat Tidur Bersama Anak dan Isrtinya
Peristiwa  6 jam

Pemkab Minta Bumdes Selaku Penyedia Beras Agar Selalu Jaga Mutu
Peristiwa  6 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber