Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Opini 

BEGANDRING SUROBOYO, Forum Diskusi Sejarah dan Cagar Budaya Surabaya
Minggu, 25-11-2018 | 19:30 wib
Oleh : Nanang Purwono
Surabaya pojokpitu.com, Begandring Suroboyo, sebuah forum diskusi publik yang terlahir dari para pegiat dan pemerhati sejarah dan cagar budaya Surabaya. Mereka berasal dari lintas komunitas yang peduli dengan warisan pusaka kota. Ada Laskar Surabaya, Komunitas Sobo Punden, Surabaya Heritage Society, Roodebrug, Sjarikat Poesaka Soerabaia, Love Surabaya dan masih ada yang lainnya.

Nama "Begandring" bagi sebagian warga Surabaya mungkin masih begitu asing. Konon, kosa kata ini memang khas Surabaya, yang penggunaanya kalaholeh kata padanan yang sangat Indonesiais. Misalnya diskusi, berembug, sarasehan, musyawara dan pertemuan. Sementara "Begandring" sendiri seperti halnya kata "diskusi" adalah kata serapan. Jika "diskusi" adalah serapan dari bahasa Inggris "disussion", maka "Begandring" adalah serapan dari bahasa Belanda "Vergadering" yang artinya pertemuan untuk membahas sesuatu.

Begandring Suroboyo adalah forum diskusi arek arek Suroboyo, yang khususnya membahas tentang isu isu sejarah dan cagar budaya Surabaya sebagai warisan pusaka Surabaya. Forum diskusi publik ini bertempat di sebuah rumah kuno, yang layaknya disebut "Loji", yang kini telah disulap menjadi brand Lodjie Bessar Surabaya. Lokasinya di kawasan bersejarah Surabaya. Yaitu Peneleh. Tepatnya di jalan Makam Peneleh 46 Surabaya.

Di Lodjie Bessar inilah lintas komunitas pegiat dan pemerhati sejarah dan cagar budaya Surabaya itu berembug tentang berbagai isu sejarah dan cagar budaya Surabaya. Suasana yang klasik menambah mereka semakin inspiratif dalam mengeluarkan pendapat dalam berdiskusi atau begandringan. Begandring Suroboyo menjadi wadah mereka dalam berdiskusi.

Di saat mereka semakin menemukan pola berdiskusi yang konstruktif yang bermanfaat bagi mereka secara internal, mereka juga berupaya agar orang lain (eksternal) juga bisa mendapat manfaat dari diskusi itu. Karenanya memviralkan melalui media sosial (medsos) menjadi salah satu caranya Cara lain adalah melalui media main stream. Mengingat sebagian dari anggota komunitas ini adalah awak media. Ada media online, surat kabar hingga televisi. Harapannya adalah agar isu isu sejarah dan cagar budaya Surabaya ini tidak hanya bisa didapat oleh kalangan internal, tapi juga masyarakat umum.

Semangat berdiskusi (begandrimgan) ini semakin menyala tat kala mereka mendengar adanya upaya pemerintah kota Surabaya melakukan revitalisasi kota lama. Pemikiran dan aktivitas lintas komunitas tentu saja akan menjadi bagian penting dalam proses revitalisasi kota lama kelak. Pemikiran pemikiran, yang selama ini muncul dari proses diskusi bisa jadi menjadi kontribusi positif dalam proses revitalisasi itu. Termasuk aktivitas mereka yang selama ini meramaikan kawasan kota lama juga akan menjadi elemen penting untuk mempromosikan kawasan kota lama, khususnya bagian kota lama yang direvitalisasi.

Karenanya, keberadaan mereka dengan segenap aktivitasnya secara langsung menjadi unsur penting bagi pemerintah kota dalam melakukan revitalisasi kota lama. Kerja sama dan saling dukung serta melengkapi sudah selayaknya terjadi. Pemerintah kota juga harus membuka diri untuk kepentingan bersama demi membangun dan menguatkan jati diri dan potensi. Contoh yang baik sesungguhnya sudah ditunjukkan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surabaya. Selama ini dinas ini sudah menjalin kerjasama yang mutual dengan komunitas dalam penelusuran sejarah dan warisan kota. Salah satu temuannya adalah langgar kuno di Lawang Seketeng. Kiranya hal serupa harus dilakukan oleh dinas dinas lain, khususnya yang terkait dengan bidang sejarah dan cagar budaya. Saatnya perangkat pemerintah kota ini mendengarkan apa yang menjadi kepedulian dan perhatian komunitas. Suara komunitas dalam memperhatikan jati diri kota hendaknya dipandang sebagai masukan mitra dalam bersama menjaga pusaka kota. Meskipun sebagian ada yang bersifat kritik membangun.

Belum lama ini Begandring Suroboyo berdiskusi tentang isu tentang tidak dicantumkannya data kelahiran (tempat dan tanggal lahir) WR Soepratman di museum WR Soepratman di jalan Mangga 21 Surabaya. Dari diskusi, yang menghadirkan pembicara penulis Dukut Imam Widodo, dosen sejarah Unair Dr Sarkawi, S.S., M.Hum., pemerhati sejarah Nanang Purwono, cucu WR Soepratman dan dihadiri oleh sekitar 50 pegiat sejarah Surabaya, mencatatkan 11 sumber sejarah penting yang melatarbelakangi data kelahiran WR Soepratman yang lahir di Jatinegara tanggal 9 Maret 1903.

Menurut forum diskusi Begandring Suroboyo, data data itu penting dan menguatkan pencantuman data kelahiran WR Soepratman di museum baik yang bersumber versi Surabaya, mauoun versi Purworejo. Atas diskusi itu, forum Begandring Suroboyo melayangkan hasil diskusi ke pihak pihak terkait seperti Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata seta Walikota Surabaya sebagai kontribusi dan masukan sebagai komunitas peduli warisan pusaka Surabaya. Begandring Suroboyo, yang menjadi etalase suara lintas komunitas pegiat dan pemerhati sejarah Surabaya, berharap pihak terkait mau mendengarkan dan menerima masukan masuka.

Ke depan, dalam rangka revitalisasi kota lama Surabaya, tidak ada pihak pihak terkait yang tidak kooperatif dan sinergi. Suara warga, khususnya komunitas peduli sejarah dan cagar budaya Surabaya, adalah wujud partisipasi warga kota dalam membangun dan menata kotanya bersama sama pemerintah kota Surabaya. Genderang revitalisasi kota lama sudah ditabuh. Perangkat pemerintah kota bersama sama komunitas peduli sejarah harus melangkah bersama, bergandengan tangan, menyingsingkan lengan baju untuk berkarya menjadikan kawasan kota lama menjadi identitas kota yang bermanfaat bagi warganya baik secara ekonomi, pendidikan, penelitian serta pariwisata.

Sesungguhnya pemerintah kota tidak bisa berjalan sendiri dalam menata dan membanvun kota. Partisipasi aktif warga adalah senjata dalam mewujudkan mimpi mimpi indah itu. Sejak dari dulu, kota Surabaya ini terbangun dari partisipasi aktif warganya, termasuk dalam mempertahankan kedaulatan bangsa. (yos)

Berita Terkait


BEGANDRING SUROBOYO, Forum Diskusi Sejarah dan Cagar Budaya Surabaya

Warga Disini Lestarikan Cagar Budaya Gedung Setan Secara Swadaya

Masjid Baitur Rohman, Masuk Dalam Dagar Budaya Lumajang

Tim BPCB Datangi Tempat Penemuan Benda Cagar Budaya


Struktur Cagar Budaya Kembali Ditemukan di Desa Semanding

Rumah Tahanan Militer Diusulkan Jadi Cagar Budaya

Pemkab Ngawi Harapkan Benteng Van Den Bosch Jadi Cagar Budaya

Tim Cagar Budaya Beri Rekomendasi, Satu Persatu Bangunan Pun Roboh
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber