Berita Terbaru :
1814 Calon Jamaah Haji Jember Gagal Berangkat Tahun Ini
Jelang New Normal, Sunday Market Segera Dibuka
Puting Beliung Robohkan Pohon dan Timpa Rumah Hingga Rusak Parah
Dua Keluarga di Kota Mojokerto Terkonfirmasi Positif Covid 19
Terdakwa Mantan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah, Bantah Semua Dakwaan Jaksa KPK
Polres Serahkan Bekas Kasus Pembunuhan Mertua Sekda ke Kejaksaan
Ditlantas Polda Jatim Sita 302 Kendaraan Roda 2 Berknalpot
Terapkan New Normal, KAI Siapkan Face Shiel untuk Penumpang
Hingga Saat Ini, Belum Ada Jamah Haji Yang Ambil Uang Pelunasan
Tiga Hari Tanpa Pj Sekda, Surat Menyurat Menumpuk di Meja
Cegah Penyebaran Covid 19, Polisi Ajak Ratusan Warga Berjemur
Habib Ini Borong Antibiotik Untuk Dibagikan Gratis
Miniatur Kendaraan Berbahan Limbah Tembus Mancanegara
Wawali Whisnu Sakti Harus Karantina Mandiri Karena Corona
KPU Jatim Akan Melakukan Tahapan Pilkada 15 Juni
   

Tradisi Maulid, Gembrungan Hingga Pesta Pisang
Mataraman  Rabu, 21-11-2018 | 07:30 wib
Reporter : M. Ramzi
Magetan pojokpitu.com, Berbagai cara dilakukan oleh umat muslim di Magetan, dalam memperingati maulid nabi muhammad. Mereka membaca shawalat dengan diiringi musik tradisional atau gambrungan, sebagian lagi warganya diwajibkan membawa pisang ke masjid untuk dibagi-bagi.

Seperti suasana di Desa Sambirobyong Kecamatan Sidorejo Kabupaten Magetan, saat memperingati maulid Nabi Muhammad.

Tidak sekedar bershalawat, mereka yang didominasi oleh orang tua ini juga memainkan alat musik tradisional, yang biasa disebut dengan  gembrungan.

Tiga alat musik tradisional, berupa dua terbang berukuran besar dan satu kendang ditabuh sembari melantunkan shalwat bersama.

Sukarna Kades Sambirobyong, mengatakan, selain untuk memperingati hari lahir Nabi Muhammad, melantunkan shalawat dengan musik gembrungan sebagai upaya untuk melestarikan adat budaya para leluhur.

"Dulunya dijadikan media dalam mensyiarkan agama Islam, juga agar para generasi muda tidak melupakan salah satu khazanah Islam ini," kata Sukarna.

Berbeda dengan di Desa Durenan Kecamatan Sidorejo Magetan, warga melantunkan shalawat nabi, tanpa iringan musik gembrungan. Hanya saja, setiap warga diwajibkan membawa buah pisang.

Satu keluarga biasanya membawa 1 atau 2 sisir buah pisang ke Masjid, usai membaca shalawat, pisang tersebut dibagi-bagikan kepada jamaah.

Bahkan takmir masjid juga menyediakan buah pisang bagi warga yang tidak bisa hadir, baik  karena usia lanjut atau yang sedang sakit. (yos)

Berita Terkait

Grebeg Gunungan Tutupan Maulid, Dipercaya Datangkan Keberkahan

Tradisi Berebut Ikan Saat Maulid Nabi di Sidoarjo

Puluhan Anak Punk dan Anak Jalanan Insyaf Ikut Kegiatan Belajar Ngaji

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Warga Berebut Pakaian di Atas Pohon Keres
Berita Terpopuler
Wawali Whisnu Sakti Harus Karantina Mandiri Karena Corona
Metropolis  4 jam

Disangka Akan Jual Bayi, Seorang Pria Bertato Diamankan Polisi
Peristiwa  5 jam

Pemkab Sidoarjo Cairkan Bantua Rp 6 Milyar Untuk Ketua RW
Metropolis  6 jam

Rapid Tes di Warkop, Seorang Pengunjung Dinyatakan Reaktif
Kesehatan  19 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber