Berita Terbaru :
Produsen Face Shield Meraup Berkah Ditengah Wabah Covid-19
Diduga Pemkot Kecolongan, Wawalikota Surabaya Berstatus ODP
Jelang New Normal Pengusaha Restaurant Terapkan Strategi Baru
PMI Gresik Krisis Stok Darah Masa Pandemi
Dindik Jatim Tetapkan Tahun Ajaran Baru Dengan Sistem Shift
Di Tengah Pandemi Covid-19, Warga Dihebohkan Pria Tergeletak di Parit
1814 Calon Jamaah Haji Jember Gagal Berangkat Tahun Ini
Jelang New Normal, Sunday Market Segera Dibuka
Puting Beliung Robohkan Pohon dan Timpa Rumah Hingga Rusak Parah
Dua Keluarga di Kota Mojokerto Terkonfirmasi Positif Covid 19
Terdakwa Mantan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah, Bantah Semua Dakwaan Jaksa KPK
Polres Serahkan Bekas Kasus Pembunuhan Mertua Sekda ke Kejaksaan
Ditlantas Polda Jatim Sita 302 Kendaraan Roda 2 Berknalpot
Terapkan New Normal, KAI Siapkan Face Shiel untuk Penumpang
Hingga Saat Ini, Belum Ada Jamah Haji Yang Ambil Uang Pelunasan
   

Maulid Nabi, Ratusan Warga Saling Berebut Uang Koin Saat Tradisi Udikan
Mataraman  Selasa, 20-11-2018 | 15:38 wib
Reporter : Tova Pradana
Madiun pojokpitu.com, Ratusan warga Desa Kedondong saling berebut jajan pasar dan ribuan uang koin receh senilai puluhan juta rupiah. Tradisi sebar udikan atau rebutan uang koin dilakukan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan sebagai wujud syukur serta barokah dari Tuhan Yang Maha Esa.

Sebuah gunungan berisikan jajan pasar, serta sejumlah uang kertas, diperebutkan oleh ratusan warga Desa Kedondong, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun. Bukan hanya dari kalangan anak anak saja, namun sejumlah orang dewasa pun juga ikut berebut gunungan jajan, yang dipercaya bisa membawa berkah. Tak sedikit dari mereka yang rela berdesak - desakan, demi mendapatkan jajanan pasar.
 
Sementara itu, saat menebar uang koin para sesepuh dan tokoh masyarakat melantunkan sholawat Nabi Muhammad SAW. Ratusan warga mulai dari anak-anak, dewasa, hingga lansia berdesakan untuk mendapatkan uang koin itu.
 
Tidak sedikit warga yang terjatuh dan bahkan terjepit saat berdesakan dengan ratusan warga lainnya. Namun mereka tetap saja berebut demi mendapatkan uang koin. Kegiatan ini sudah berlangsung turun-menurun, tradisi ini dimaknai sebagai wujud saling berbagi dan bersedekah, khususnya bagi warga tidak mampu .
 
Pihak panitia menyediakan sedikitnya 10 juta uang koin yang disebar, uang itu berasal dari pihak donatur warga asli desa tersebut. "Tradisi sebar udikan atau uang koin sudah ada sejak puluhan tahun silam, yang merupakan tradisi turun-temurun dari nenek moyang," tutur Sudarmoko, tokoh masyarakat.
 
Sebelum digelar tradisi udikan, sejumlah sesepuh desa berdoa bersama dengan iring-iringan sholawat serta alat musik tradisional yang dikenal dengan gembrung. Uang koin yang berada di baskom, serta puluhan keris dan alat pusaka, didoakan bersama oleh sesepuh desa, agar mendapatkan rahmat.(end)

Berita Terkait

Grebeg Gunungan Tutupan Maulid, Dipercaya Datangkan Keberkahan

Tradisi Berebut Ikan Saat Maulid Nabi di Sidoarjo

Puluhan Anak Punk dan Anak Jalanan Insyaf Ikut Kegiatan Belajar Ngaji

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Warga Berebut Pakaian di Atas Pohon Keres
Berita Terpopuler
Wawali Whisnu Sakti Harus Karantina Mandiri Karena Corona
Metropolis  6 jam

Disangka Akan Jual Bayi, Seorang Pria Bertato Diamankan Polisi
Peristiwa  6 jam

Habib Ini Borong Antibiotik Untuk Dibagikan Gratis
Sosok  4 jam

Pemkab Sidoarjo Cairkan Bantua Rp 6 Milyar Untuk Ketua RW
Metropolis  8 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber