Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Citizen Journalism 

Arzeti Bilbina menyerahkan piagam pengharaan ke perwakilan Stasiun Gubeng Surabaya. Foto Istinewa
Stasiun Gubeng dan BKD Madiun Raih Penghargaan Bahasa 2018
Senin, 19-11-2018 | 12:35 wib
Oleh : Mashuri
Surabaya pojokpitu.com, Stasiun Kereta Api Gubeng Surabaya dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Madiun menerima penghargaan bahasa dari Balai Bahasa Jawa Timur. Acara penyerahan penghargaan digelar Senin ini (19/11) di Jatim Expo (JX). Penghargaan ini terkait dengan penggunaan bahasa Indonesia di media luar ruang instansi pemerintah dan swasta di Jawa Timur.

Menurut Mustakim Kepala Balai Bahasa Jawa Timur, penghargaan bahasa ini sebagai apresiasi, penyemangat dan pendorong terhadap upaya dan dedikasi  beberapa lembaga dan instansi yang peduli, bangga, dan tertib berbahasa Indonesia, karena penggunaan bahasa di media luar ruang adalah cerminan kita bersama. 

Di tahun 2018 ini, terdapat lima instansi pemerintah yang menjadi nomine penerima penghargaan. Instansi tersebut yaitu Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Madiun, Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kabupaten Sidoarjo, Radio Republik Indonesia, dan Universitas Negeri Malang. BKD Madiun dipilih sebagai yang terbaik.

Sementara itu, menurut Prof Suyatno guru besar Universitas Negeri Surabaya, yang menjadi salah satu dewan juri, nomine penerima penghargaan dari lembaga swasta adalah Bandara Internasional Juanda, Stasiun Kereta Api Gubeng Surabaya, Gubuk Makan Mang Engking Kabupaten Sidoarjo, SMA Katolik Santa Maria Surabaya, dan Wisata Rohani Sunan Giri Kabupaten Gresik. Stasiun Gubeng terpilih yang terbaik.

"Terpilihnya BKD Kabupaten Madiun dan Stasiun Gubeng Surabaya sebagai penerima penghargaan berdasarkan beberapa kriteria dan instrumen penilaian, seperti fisik kebahasaan, kaidah kebahasaan dan tipografi kebahasaan," tutur Prof Suyatno.
 
Penilaian penghargaan ini meliputi tujuh objek media luar ruang yang menjadi sarana pengutamaan bahasa, meliputi tulisan terkait instansi bersangkutan, seperti nama lembaga/gedung, nama sarana umum, nama ruang pertemuan, nama produk barang/jasa khas lembaga, nama jabatan, penunjuk arah/rambu umum, dan tulisan berbentuk spanduk atau alat informasi lain.

Sementara itu, yang menyerahkan penghargaan kepada kedua lembaga peraih penghargaan adalah anggota DPR RI Komisi E, Arzeti Biblina, dan kepala Balai Bahasa Jawa Timur, perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan lainnya.

"Semua nomine mendapat piagam penghargaan. Namun, yang dapat piagam, trofi dan hadiah uang 10 juta rupiah dipotong pajak hanya pemenangnya," tegas Dwi Laily Sukmawati, ketua panitia. (pul)

Berita Terkait


Siswa SMA Sulit Fokus Belajar Bahasa Inggris

Stasiun Gubeng dan BKD Madiun Raih Penghargaan Bahasa 2018

Lestarikan Budaya Jawa Lewat Lomba Cerita Bajasa Jawa

Lestarikan Budaya, Sekolah Gelar Resepsi Pernikahan Berbahasa Jawa


Bawaslu Bertemu Presiden Joko Widodo, Ini Pembahasannya

Kenalan Lewat Bigo, Guru Bahasa Inggris Cabuli Gadis di Bawah Umur

Debat Publik Ke 3 Pilgub Jatim, Paslon Wajib Berbahasa Jawa

3 Mahasiswa Jepang Berhasil Belajar Bahasa dan Budaya Indonesia di Unitomo
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber