Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Metropolis 

Razia Penjambret Di Dalam Bus, Polisi Malah Temukan Anak - Anak Punk di Perempatan
Kamis, 15-11-2018 | 17:17 wib
Oleh : Khaerul Anwar
Surabaya pojokpitu.com, Satuan Sabhara Polres Malang bersama Satlantas, Satreskrim berusaha merazia jambret yang kerap beraksi didalam bus jalur Malang-Blitar. Namun, razia yang dilakukan dirasakan nihil, mereka menggasak anak-anak punk yang kerap nongkrong di perempatan jalan yang dianggap meresahkan warga dan juga menggeledah barang bawaan anak punk yang diduga membawa senjata tajam maupun narkoba.

Razia Satuan Sabhara gabungan dengan Satlantas, Satreskrim Polres Malang dilakukan di perempatan Talangagung terhadap anak-anak punk yang dianggap meresahkan pengendara selama ini.

Tujuan utama melakukan razia adalah dengan sasaran jambret yang beraksi di dalam bus jurusan Malang- Blitar, atas laporan korbannya. Namun setelah dilakukan di beberapa bus, hasilnya nihil.

Maka alternatif berikutnya, mereka merazia anak punk yang kerap nongkrong di perempatan Talangagung, Kecamatan Kepanjen, dan juga menggeledah barang bawaan mereka semua.

Mereka kemudian diangkut menggunakan truk Sabhara untuk didata dan kenakan tindak pidana ringan, serta tidak nongkrong dan
mengamen di perempatan Talangagung lagi.

Hal itu lantaran anak-anak punk yang mengamen dan tidak diberikan uang, biasanya bertindak di luar dugaan, dengan menarget dan meminta dengan paksa uang kepada pengendara.

Mereka semua juga diperiksa barang bawaannya, yang biasanya disimpan di sebuah pos kosong dekat dengan lampu merah Talangagung.  Semuanya langsung diangkut semua ke Polres Malang.

Menurut AKP Muh Lutfi, Kasat Sabhara Polres Malang, awalnya merazia jambret di dalam bus atas adanya laporan korban penjambretan. Pihak kepolisian memeriksa beberapa bus yang melintas, namun hasilnya nihil.

"Lantas kami merazia anak-anak punk yang nongkrong diperempatan jalan Talangagung, sebanyak 6 anak punk," tutur Muh Lutfi, Kasat Sabhara Polres Malang.

Sesudah didata, rata - rata anak punk yang dari luar Malang ini dipulangkan untuk tidak kembali nongkrong di perempatan Talangagung, lantaran sudah dinilai mengganggu pengendara dan membuat resah.(end)

Berita Terkait


Menyerang Polisi, Spesialis Penjambret Ibu - Ibu Ditembak

Siswa SMK Rajasa Korban Jambret Akhirnya Meninggal Dunia

Empat Jambret di Bawah Umur Babak Belur Dihajar Massa

Jambret Ponsel Babak Belur Dihajar Warga Malang


Razia Penjambret Di Dalam Bus, Polisi Malah Temukan Anak - Anak Punk di Perempatan

Gagal Jambret Dompet Istri Perangkat Desa, Pemuda Babak Belur Dimassa

Dua Tahun Menyamar Santri, Jambret Tewaskan Korban Dibekuk

Dua Tersangka Spesialis Jambret HP Diringkus
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber