Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Hukum 

Puluhan Eks Karyawan Merpati Berdoa Di Depan Pengadilan Negeri
Rabu, 14-11-2018 | 18:57 wib
Oleh : Fakhrurrozi
Surabaya pojokpitu.com, Dikabulkannya proposal homoligasi atau perdamaian yang diajukan PT Merpati Airlines atas permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang, (PKPU) yang dilakukan beberapa kreditur disyukuri puluhan karyawan Merpati yang mendatangi Pengadilan Negeri Surabaya. Pasca putusan majelis hakim, para karyawan Merpati ini saling berangkulan dan berdoa bersama.

Sidang putusan nasib PT Merpati Nusantara Airlines mendapat kawalan dari eks karyawan dengan menggelar aksi di depan Pengadilan Negeri Surabaya, Jalan Arjuno, Rabu siang. Usai mendengar bila majelis hakim memutuskan Merpati Airlines tidak pailit, puluhan eks karyawan ini saling bersalaman dan berangkulan. Tak hanya itu, eks karyawan yang sebagian besar awak kabin ini juga menggelar doa bersama agar Merpati bisa terbang kembali, agar tidak dinyatakan pailit kembali.

Pasalnya, kekhawatiran Merpati Airlines kembali dinyatakan pailit masih bisa terjadi bila perusahaan BUMN ini mengingkari isi perdamaian yang tertuang dalam putusan yang dibacakan oleh majelis hakim yang diketuai Sigit Sutriono ini. Namun, pengajuan pailit ini hanya boleh diajukan oleh pihak kreditur yang tertuang dalam proposal perdamaian yang dijadikan dasar putusan permohonan PKPU nomor 04/pdt.sus/2018/PN Niaga Surabaya.

Seperti diberitakan sebelumnya, permohonan PKPU ini diajukan oleh PT Parewa Catering, salah satu kreditur konkuren yang berkantor di Casablanca Jakarta . Majelis hakim mengabulkan permohonan dan menyatakan PT Merpati Nusantara Airlines tidak dalam keadaan pailit.(end)



Berita Terkait


Puluhan Eks Karyawan Merpati Berdoa Di Depan Pengadilan Negeri


Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber