Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Hukum 

Majelis Hakim Putuskan Merpati Airlines Tidak Pailit
Rabu, 14-11-2018 | 15:38 wib
Oleh : Fakhrurrozi
Surabaya pojokpitu.com, Perjuangan PT Merpati Nusantara Airlines selama 270 hari untuk lolos dari kebangkrutan, akhirnya berujung happy ending. Ini setelah pengadilan niaga pada Pengadilan Negeri Surabaya mengabulkan proposal perdamaian yang diajukan perusahaan BUMN ini selaku debitur terhadap sejumlah kreditur. Dengan putusan ini, maka PT Merpati Nusantara Airlines dinyatakan tidak pailit dan dapat terbang kembali.

Putusan perdamaian atas permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang, PKPU yang diajukan PT Parewa Catering dibacakan majelis hakim yang diketuai Sigit Sutriono di ruang sidang cakra Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu siang. Majelis hakim mengabulkan proposal perdamaian yang diajukan perusahaan BUMN ini selaku debitur terhadap sejumlah kreditur di antaranya kreditur konkuren dan preferen atau pekerja.

Menurut majelis hakim, alasan diterimanya proposal perdamaian ini didasarkan pasal 281 UU nomor 36 tahun 2004 bahwa 2/3 dari jumlah kreditur setuju dengan rencana perdamaian dan telah terdapat investor swasta, yakni PT Intra Asia Corpora, yang bersedia menyuntik dana kepada Merpati sebesar Rp 6,4 triliun.

"Dengan disetujuinya proposal perdamaian ini, maka Merpati Airlines tidak pailit dan bisa terbang kembali. Hanya saja untuk bisa terbang lagi, prosesnya masih panjang dan diperlukan implementaei pelaksanaan dari proposal perdamaian tersebut," kata Rizki Dwinanto, kuasa hukum Merpati Airlines.

Merpati Airlines merupakan badan usaha milik negara yang didirikan sejak 6 September 1962. Merpati melayani penerbangan domestik maupun internasional. Dalam PKPU, Merpati memiliki tagihan mencapai Rp 10,7 triliun dari kreditur. Padahal asetnya hanya Rp 1,2 triliun.

Permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang, PKPU ini diajukan oleh PT Parewa Catering, salah satu kreditur konkuren yang berkantor di Casablanca Jakarta. Nah, saat pengajuan PKPU inilah terungkap sebanyak 222 kreditur konkuren juga mengikutkan diri sebagai pemohon PKPU. Dari sinilah terungkap jika PT Merpati Nusantara Airlines memiliki hutang sebesar Rp 5,2 triliun.

Tak hanya kreditur konkuren saja, PT Merpati Airlines juga berhutang kepada 3 kreditur separatis, 2 diantaranya departemen keuangan dan otoritas bandara dengan nilai hutang sebesar Rp 3,3 triliun. Sementara terhadap kreditur preferen atau pekerja, PT Merpati Airlines memiliki tanggungan hutang sebesar Rp 1,7 triliun.(end)

Berita Terkait


Hanggar Merpati Akan Diperluas

Menhub : Tak Mudah Bagi Merpati Airlines Jika Ingin Terbang Lagi

Majelis Hakim Putuskan Merpati Airlines Tidak Pailit


Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber