Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Ekonomi Dan Bisnis 

Kembangkan UMKM, Perekonomian Jatim Surplus
Selasa, 13-11-2018 | 21:56 wib
Oleh : Endang Pergiwati
Surabaya pojokpitu.com, Menandai perjalanan kepemimpinan Gubernur Dr. Sukarwo di bidang ekonomi di wilayah Provinsi Jawa Timur, terciptalah buku Berkaca Dari Kegagalan Liberalisasi Ekonomi. Buku yang ditulis Dr Sukarwo sendiri ini mengulas secara jelas kondisi perekonomian Jawa Timur, mulai dari sektor industri hingga usaha-usaha kecil dan menengah atau UMKM. Dari kondisi riil itulah, gubernur dua periode ini mengambil langkah strategis dan kebijakan-kebijakan untuk memperkuat perekonomian di Jawa Timur dengan berbasis kerakyatan.

Menurut Dr Sukarwo, strategi ekonomi kerakyatan itu harus dilakukan untuk menghindari melemahnya perekonomian rakyat menengah bawah akibat kesenjangan yang bisa timbul karena kekuatan ekonomi industri besar yang mendesak, bahkan mencaplok industri usaha kecil dan menengah atau UMKM.

"Industri besar makin menguat, bisa menimbulkan kesenjangan yang makin melebar. Bila dibiarkan, industri kecil akan habis dicaplok oleh yang besar. Karena itu, dilakukan strategi untuk memperkuat UMKM, sekaligus menumbuhkembangkan UMKM. Dengan begitu, masyarakat kecil dan menengah juga tetap memiliki kekuatan secara ekonomi," papar Dr Sukarwo pada acara Bedah Buku Berkaca Dari Kegagalan Liberalisasi Ekonomi Karya Dr Sukawo yang diselenggarakan oleh BEM Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) di Auditorium FE Unesa, Selasa (13/11) siang tadi.

Langkah strategis ini mendapat apresiasi istimewa dari Faisal Basri, pakar ekonomi. Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini menambahkan, salah satu prestasi bidang ekonomi yang dilakukan Dr. Sukarwo adalah mempertahankan perekonomian Jatim tetap surplus. Ini terjadi karena Dr. Sukarwo tetap mempertahankan tingginya perdagangan Jatim dengan provinsi lain, meski dari segi ekspor impor, nilai impor Jatim masih lebih tinggi daripada nilai ekspor.

"Ini berbeda dengan provinsi lain. Bahkan secara nasional, negara masih lebih rendah daripada Jatim. Artinya, perekonomian Jatim lebih surplus dibanding nasional," tegas Faisal Basri.

Tidak hanya itu, Faisal Basri juga mengulas lebih jauh tentang kondisi perekonomian nasional dibanding dengan Jatim. Di antaranya, kondisi 2/3 aset dikuasai orang kaya di Indonesia yang hanya sebesar 4 persen dari penduduk Indonesia. Mirisnya, orang-orang kaya di Indonesia sebagian besar mendapatkan kekayaan bukan dari kerja keras dan kemampuan otaknya, namun dengan memanfaatkan hubungan kedekatan dengan para penguasa.

Kondisi ini, menurut Faisal Basri, dihindari oleh Dr. Sukarwo. "Yang dilakukan Bapak Sukarwo adalah memberikan kesempatan sekaligus memfasilitasi UMKM untuk berkembang. Namun bukan berarti Bapak Sukarwo anti dengan pengusaha besar. Sebaliknya, ia juga sangat cepat untuk memberikan solusi bagi setiap permasalahan yang dihadapi para pengusaha," tambahnya.(end)






Berita Terkait


Perekonomian Jatim Tetap Tumbuh di Tahun Politik

Kembangkan UMKM, Perekonomian Jatim Surplus


Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber