Berita Terbaru :
Warga Gelar Senam Corona Setiap Siang
Hari Terakhir, 3.598 Napi Jatim Dibebaskan
Antisipasi Pemudik, Pemerintah Lumajang Siapkan Ruang Karantina
Relawan Berikan Bantuan Face Shield Kepada Rumah Sakit
Rujak Bawean Menjadi Kuliner Pelepas Rindu Perantau Dari Pulau Putri
Kabupaten Trenggalek Umumkan Pasien Pertama Positif Corona
Tim Medis Minim APD, Awak Media Salurkan 100 Unit Baju Hazmat
Kondisi Dua Warga Bapak Anak Positif Corona Terus Membaik
Wabah Corona, Pengusaha Konveksi Produksi Masker Handmade Dengan Motif Kekinian
Baru Bebas Lantaran Progam Asimilasi, Residivis Dihajar Warga Usai Kepergok Curi Motor
Forkopimda Beri Karangan Bunga dan APD Kepada Para Medis
Dampak Covid-19 Ratusan Napi Lapas Kediri Dibebaskan
SMKN 4 Madiun Siapkan APD Pesanan Pemprov Jatim
Diduga Terobos Traffic Light, Beat Tabrak Vega
   

Terkait Insiden Surabaya Membara, Pak De Bilang Jangan Saling Menyalahkan
Metropolis  Sabtu, 10-11-2018 | 21:13 wib
Reporter :
Foto Andim
Surabaya pojokpitu.com, Gubernur Jawa Timur Soekarwo memilih enggan berkomentar terkait siapa pihak yang salah dalam peristiwa jatuhnya korban, saat perhelatan drama kolosal Surabaya Membara. Pemprov Jatim lebih memilih untuk mencari solusi dari peristiwa tersebut.

"Kita pendekatannya adalah kemanusiaan. Bukan untuk mencari siapa yang salah dan yang benar. Tapi cari solusi yang ada. Saat ini korban ada yang dirawat di RSU dr Soetomo, RS PHC dan RSUD Soewandhi," ujar pria yang akrab disapa Pakde Karwo.

Meski tidak ada kerjasama dengan Pemprov Jatim, namun Gubernur dua periode itu tidak mempermasalahkan pihak penyelenggara acara drama Surabaya Membara menggunakan logo Pemprov Jatim di poster kegiatan.

"Itu tidak masalah karena untuk ulang tahun Pemprov. Tapi sementara dicek, memang tidak ada kerjasama dengan kita. Tapi sebelum-sebelumnya memang ada kerjasama," ungkap Pakde Karwo.

Menurutnya acara Surabaya Membara adalah partisipasi dari masyarakat. "Ini partisipasi masyarakat yang ingin mengelorakan 10 November dan ulang tahun (Jawa Timur). Makanya kami apresiasi. Makanya judulnya penyelesaian kemanusian, bukan mencari yang salah dan benar," tuturnya. (JPNN/pda/pul)



Berita Terkait

Massa Aksi Anggap Polisi Lamban Tangani Kasus Surabaya Membara

Pemain Surabaya Membara Gelar Doa dan Tabur Bunga di Lokasi Kejadian

Liana, Ibu Dari Korban Tewas Erikawati Masih Mengalami Shock

2 Korban Tragedi Surabaya Membara Tunggu Operasi
Berita Terpopuler
Rujak Bawean Menjadi Kuliner Pelepas Rindu Perantau Dari Pulau Putri
Icip - Icip  5 jam

Baru Bebas Lantaran Progam Asimilasi, Residivis Dihajar Warga Usai Kepergok Cur...selanjutnya
Peristiwa  7 jam

Diduga Terobos Traffic Light, Beat Tabrak Vega
Peristiwa  9 jam

SMKN 4 Madiun Siapkan APD Pesanan Pemprov Jatim
Pendidikan  9 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Banjir Rendam Tiga Titik Jalan Penghubung Antar Kecamatan
Jatim Awan

Zona Merah di Jatim Menjadi 23 Kabupaten Kota, Kasus Positif 187 Orang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber