Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Peristiwa 

Olah TKP tambahan ini untuk mencari barang bukti agar kasus pembunuhan segera terungkap. Foto Danu
Satreskrim Polres Tulungagung Lakukan Olah TKP Tambahan
Jum'at, 09-11-2018 | 12:28 wib
Oleh : Agus Bondan, Muhammad Imrodanu
Tulungagung pojokpitu.com, Polsek Campurdarat yang dibeckup oleh dokter Forensik Polda Jatim dan Satreskrim Polres Tulungagung kembali melakukan olah TKP di rumah pasangan suami istri yang tewas dibunuh.

Polres Tulungagung masih bekerja ektra keras untuk mengungkap motif dan pelaku pembunuhan pasangan suami istri Didik (56) dan Suprihatin (50) warga Desa Campurdarat Kecamatan Campurdarat Tulungagung.

Dengan melibatkan dokter polisi forensik Polda Jawa Timur , Satreskrim Polres kembali melakukan olah TKP tambahan. Untuk mengumpulkan barang bukti untuk mengungkap misteri kasus pembunuhan.

Saat ditemukan kondisi keduanya sangat mengenaskan, dan sudah membusuk serta banyak ceceran darah dilantai ruang depan. Diduga korban sudah 3 hari meninggal.

Menurut AKP Mustijat, Kasat Reskrim Polres Tulungagung, dari olah TKP pertama polisi menyimpulkan keduanya tewas karena dibunuh. Hal ini diperkuat dengan banyaknya darah dilantai dan luka kepala belakang para korban.

Demi kepentingan penyelidikan kedua jenasah dibawa kerumah sakit untuk dilakukan outopsi untuk mengungkap penyebab kematian.



Berita Terkait


Pasca Tusuk Istrinya, Lanjar Minta Dirinya Dibunuh

Lanjar Bunuh Istrinya Karena Menolak Berhubungan Intim

Dua Anak Punk Penganiaya Bonek Hingga Tewas Divonis 1 Tahun Penjara

Polisi Buru Lanjar yang Bunuh Istrinya Sendiri


Pembunuhan Purwodadi, Pelaku Peragakan 26 Adegan

Selamat Dari Pembunuhan, Anak Korban Masih Trauma

17 Adegan Rekonstruksi Pembunuhan Korban

CIA Ungkap Peran Adik Pangeran MBS di Pembunuhan Khashoggi
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber