Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Peristiwa 

Perhutani Catat Puluhan Titik Rawan Longsor
Kamis, 08-11-2018 | 15:00 wib
Oleh : Felli Kosasi
Jember pojokpitu.com, Perhutani Jember mencatat 71.700 hektar luas hutan di kawasan Jember dan sekitarnya, hutan tersebut terbagi menjadi 2 bagian yakni hutan produksi dan hutan lindung. Hutan produksi terbanyak di wilayah selatan Jember seperti Mayang,Ambulu dan Wuluhan.

Sedangkan hutan lindung berada di kawasan utara,seperti Gumitir, Baban Silo Sanen dan Lereng Argopuro.

Ahmad Faizal Waka Perhutani Jember Wilayah Selatan, mengatakan, kawayan Gumitir ,Mayang dan Lereng Argopuro menjadi prioritas pihak perhutani Jember untuk di awasi secara serius saat musim hujan ini, karena memiliki titik rawan longsor yang tertinggi karena memiliki kemiringan di atas 45 persen.

"Perhutani sejauh ini telah memberi petugas pengawas untuk memantau terjadinya bencana alam," jelas Ahmad Faizal.

Selain itu, di titik rawan longsor juga dihimbau kepada masyarakat untuk waspada terutama saat hujan deras dan lebih baik menghindari kawasan yang rawan longsor dan memilih berada di lokasi aman.

Sehingga kejadian longsor yang menimpa Lereng Argopuro pada tahun lalu di Kecamatan Sumberbaru dan beberapa wilayah lain seperti di Dusun Mojan Patrang Jember, tidak terulang lagi dengan adanya korban jiwa,karena masyarakat telah sadar untuk memilih tempat aman saat terjadi hujan lebat. (yos)

Berita Terkait


Angin Kencang, Atap Warung dan Tempat Parkir Beterbangan

Debit Air Hujan Tinggi, Banjir Genangi Jalan Raya

Hujan Deras, Tembok Kantor Kecamatan Roboh

Perhutani Catat Puluhan Titik Rawan Longsor


Cuaca Ekstrem, Status Tanggap Bencana Diperpanjang

Begini Cara Peternak Lele Menyiasati Cuaca Ekstrem

Cuaca Ekstrem, BMKG Minta Petani Waspada

BMKG Ingatkan Jawa Timur Terancam Cuaca Ekstrem
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber