Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Ekonomi Dan Bisnis 

Industri Otomotif Jatim Masih Bertahan Meski Dolar Naik
Rabu, 07-11-2018 | 19:28 wib
Oleh : Selvy Wang
Surabaya pojokpitu.com, Potensi penjualan otomotif, khususnya di Jawa Timur masih bertumbuh meskipun dipengaruhi melemahnya nilai rupiah terhadap dollar Amerika. Karena itu, pabrikan menyiasati dengan tidak menaikan harga jual, meski seharusnya harga naik.

Pertumbuhan penjualan kendaraan bermotor masih menunjukan tren positif di Jawa Timur, karena berdasarkan data yang ada jumlah penjualan kendaraan roda 4 mencapai 2,4 juta unit, sedangkan untuk roda 2 mencapai 6,3 juta unit.

Menurut I Made Sukartha, saat membuka Pameran Otomotif Indonesian International Motor Show 2018 Surabaya, industri ini memberikan kontribusi terhadap PDRB Jatim sebesar 58 persen. "Meskipun rupiah melemah, pihaknya berharap industri otomotif ini masih dapat bertumbuh," tuturnya.

Menurut salah satu agen pemegang merk mobil asal Jepang,nilai dolar Amerika yang menguat atas rupiah, membuat harga harus naik di kisaran 5 -7 persen. Namun pihaknya bertahan tidak menaikan harga, agar penjualan tetap berjalan, demikian
diungkapkan Fredy Teguh,  Sales and Marketing Director PT UMC. 

Sementara itu, para pabrikan kendaraan gencar mengikuti pameran otomotif sebagai upaya untuk meningkatkan penjualan, serta bertemu langsung dengan konsumen.(end)



Berita Terkait


Industri Otomotif Jatim Masih Bertahan Meski Dolar Naik

Jatim Sumbang 40 Persen Industri Otomotif Nasional

Tertekan Perlambatan Ekonomi, Industri Otomotif Revisi Target

Serapan Anggaran Minim, Industri Otomotif Mengkhawatirkan


Jatim Dukung Percepatan Pertumbuhan Industri Otomotif Lewat Pameran

Tertekan Perlambatan Ekonomi, Industri Otomotif Revisi Target

Serapan Anggaran Minim, Industri Otomotif Mengkhawatirkan
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber