Berita Terbaru :
Persiapan PPDB SMP Tahun Ajaran 2020-2021
Hanyut 24 Jam Di Laut, Nelayan Ditemukan Selamat
Pendeta Diadili, Hakim Lanjutkan ke Pembuktian
Wakil Walikota Surabaya Pastikan Dirinya Baik-Baik
38 Orang Kembali Dipulangkan Dari Asrama Haji Surabaya
Antisipasi Klaster Baru Penyebaran Covid-19, Polisi Bagikan Masker di Pasar Tradisional
KPU Surabaya Ajukan Tambahan Anggaran Untuk Tahapan Pilkada Di Masa Pandemi Covid-19
Terpapar Covid 19, Satu Keluarga di Gubeng Kertajaya Meninggal
Rapid Test Massal Warga Pasar Taman, 10 Orang Pertama Rapid Tes, 8 di Antaranya Reaktif
Puluhan User Perumahan di Kawasan Sukodono Tertipu Pengembang
Puluhan Mahasiswa Keperawatan dan Keluarga Korban Pembunuhan Demo Ke Pengadilan Negeri Sidoarjo
Dilarang Keluar Rumah, Seorang Warga di Ngawi Lakukan Percobaan Bunuh Diri
Belasan Pasien Covid-19 Dari Tenaga Medis dan Keluarga Dinyatakan Sembuh
Ikhlas Nabung Selama 10 Tahun, Wanita Pedagang Kue Batal Berangkat Haji
ASN Lingkungan Pemkab Jember Rapid Test Massal
   

Erasmus University Gandeng FK Unair Teliti Penyakit Infeksi
Kesehatan  Rabu, 07-11-2018 | 17:55 wib
Reporter : Atiqoh Hasan
Vice Dean International Affairs Erasmus University, Carl Burger
Surabaya pojokpitu.com, Banyaknya penyakit infeksi di wilayah tropis seperti Indonesia, membuat kampus bergengsi dunia Erasmus University, Belanda, tertarik untuk meneliti. Hal itu dilakukan lantaran di Belanda sulit mengembangkan riset karena tidak ada sampel penelitian.

Vice Dean International Affairs Erasmus University, Carl Burger, menyebut, Indonesia sangat mampu mengembangkan penelitian di bidang penyakit infeksi daerah tropis. Sebab kondisi alam yang tropis, menjadi tempat favorit bagi pertumbuhan bakteri, virus, maupun mikroba yang khusus berkembang biak di daerah beriklim panas.

Di Belanda, penelitian penyakit infeksi di daerah tropis sangat minim. Hal ini lantaran kurangnya sampel penelitian karena hanya didukung oleh tenaga ahli yang mumpuni. Sedangkan bahan untuk penelitian sulit ditemukan.

"Kerjasama penelitian di bidang penyakit infeksi daerah tropis dilakukan dengan FK Unair. Sebab, Unair juga tercatat memiliki rumah sakit khusus penyakit infeksi daerah tropis, yang reputasinya diakui dunia," kata Prof. Dr. Dr. Soetojo, Sp.U (K), Dekan FK Unair.

Tak hanya itu, kerjasama bidang penelitian ini nantinya juga diharapkan mampu meningkatkan potensi lulusan FK Unair agar setara dengan lulusan FK kampus dunia.(end)

Berita Terkait

Erasmus University Gandeng FK Unair Teliti Penyakit Infeksi
Berita Terpopuler
Merasa Tidak Adil, Warga Laporkan Bupati Ke DPRD
Hukum  13 jam

Terpapar Covid 19, Satu Keluarga di Gubeng Kertajaya Meninggal
Covid-19  3 jam

Pasangan Suami Istri Tewas di Rumah Saudaranya
Peristiwa  11 jam

Penjual Beli Motor Tewas Dibondet Saat Tidur Bersama Anak dan Isrtinya
Peristiwa  10 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber