Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Rehat 

Difabel Perajin Ukiran Barongan Banyuwangi
Selasa, 06-11-2018 | 07:30 wib
Oleh : Iqbal Mustika, Handoko Khusumo
Berita Video : Difabel Perajin Ukiran Barongan Banyuwangi
Banyuwangi pojokpitu.com, Siapa sangka jika ukiran kepala barong banyuwangi, merupakan hasil tangan dari Mustaq Bilal seorang difabel yang secara otodidak belajar mengukir. Dalam mengerjakan pesanan kepala barong, Mustaq Bilal dibantu istrinya dan saudaranya.

Bertempat di rumahnya lingkungan Karang Asem Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah Banyuwangi, seniman pemahat ini membuat aneka kepala barong banyuwangi.

Mustaq Bilal dengan keterbatasan yang dia miliki, tidak menyurutkan untuk membuat hasil karya seni yang elok. Sebuah balok kayu mangga dengan ukuran 32 sentimeter kali 36  sentimeter, ia pola untuk diukir menjadi sebuah kepala barong.

Setelah mempola balok kayu, maka Bilal dengan cekatan membalut sebuah kain dengan palu kayu ke tangan kanannya dan diikat erat dengan bantuan giginya.

Setelah nyaman dan erat, maka mulailah bilal mengukir balok kayu tersebut layaknya pemahat handal. Satu persatu pola yang digambar di balok kayu di ukir dengan pahatan serta hantaman palu kayu.

Bilal mulai belajar mengukir secara otodidak mulai tahun 1999, dengan memulai membuat kepala barong kecil untuk gantungan kunci.

Seiring waktu ia memberanikan diri untuk membuat aneka kepala barong untuk ukuran besar. Hingga kini, kepala barong bikinan Bilal sudah mulai di pesan di lingkungan Banyuwangi sendiri dan luar Banyuwangi hingga ke Pati Jawa Tengah dan Kupang NTT.

Harga kepala barong bikingan Bilal, bervariasi mulai dari harga termurah berbentuk gantungan kunci hingga ukuran besar, "Harganya mulai dari harga Rp 60 ribu hingga Rp 1,5 juta," jelas Bilal.

Dalam membuat kepala barong, ia tidak sendiri namun dibantu istrinya Mila Yunita Sari, yang juga penyandang defabel untuk memperhalus kepala barongnya.  

Sedangkan untuk pekerjaan berat seperti memotong, ia dibantu saudaranya. Kendala yang dihadapi Bilal adalah masalah dana untuk modal membeli balok kayu serta pemasaran produk.

Ia berharap etos kerja ia bersama istri yang penyandang difabel dapat di tiru kalangan defabel,agar lebih produktif. (yos)

Berita Terkait


Difabel Perajin Ukiran Barongan Banyuwangi

Kerajinan Limbah Kain Batik Buatan Difabel

Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber