Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Olah Raga 

Eko Yuli Irawan Atlit angkat besi
Eko Yuli Irawan Babat Emas Kejuaraan Dunia Angkat Besi
Minggu, 04-11-2018 | 12:32 wib
Oleh :
ASHGABAT pojokpitu.com, Eko Yuli Irawan mencatat sejarah untuk dunia angkat besi tanah air dalam Kejuaraan Dunia yang berkangsung di Ashgabat, Turkmenistan Sabtu (3/11) malam.

Eko tidak hanya sekadar juara, tetapi memecahkan rekor dunia baru di kelas baru yang akan dipertandingkan di Olimpiade 2020 mendatang. Eko kini tampil di kelas 61 kg, turun satu kg dari kelas spesialisnya 62 kg.

Lifter andalan Jawa Timur itu mendulang tiga medali emas di tiga nomor sekaligus, snatch, clean & jerk dan angkatan total. Pada angkatan snatch, bapak dua anak itu mengangkat 143 kg beban, terpaut 1 kg lebih berat ketimbang angkatan Li Fabin dari Tiongkok di peringkat kedua.

Dominasi Eko semakin menjadi saat melakukan angkatan clean and jerk. Dalam tiga kali kesempatan, dia berhasil melakukannya dengan mulus. Dari 165 kg, 170 kg hingga angkatan ketiga di angka 174 kg. Capaian itu berdampak pada angkatan total yang dia ciptakan.

Praktis, Eko merupakan pemegang rekor dunia angkatan total dengan 313 kg yang selanjutnya dia pertajam pada angkatan ketiga dengan total beban 317 kg. Itu merupakan personal best yang diciptakan Eko di kelas barunya.

Hasil tersebut Itu menyamai capaian dia ketika tampil di Olimpiade London 2012 lalu di kelas 62 kg. Menuju Kejuaraan Dunia 2018 ini merupakan misi besar yang dia persiapkan dengan cukup serius. Bahkan setelah Asian Games 2018 lalu, dia hanya libur sekitar tiga pekan untuk selanjutnya kembali ke pelatnas bersama lifter yang lain.

"Persiapan terakhir kemarin memang tidak sekeras saat Asian Games, hanya mengembalikan standard power seperti sebelumnya," ujar Eko.

Meskipun demikian, dia mampu menciptkan prestasi gemilang di Kejuaraan Dunia senior 2018. Sementara itu, Sri Wahyuni Agustiani hanya menempati peringkat ke-7 dengan total angkatan 186 kg di kelas 49 kg. Menurut Dirdja Wihardja, pelatih kepala pelatnas angkat besi, Yuni-sapaan karib Sri Wahyuni-mulai menurun setelah Asian Games. "Mungkin penyesuaian kelas baru juga," katanya.

Khusus buat Eko, sejarah yang dia ciptakan diakui Dirdja merupakan buah kerja keras lifter Indonesia itu. "Tetapi masih ada pekerjaan besar ke depan, yakni menjaga kondisi Eko bisa lebih baik lagi," urainya.

Menuju Olimpiade 2020, cabor angkat besi kali ini menerapkan sistem poin individu. Berbeda dengan 2016 Rio sebelumnya yang mengumpulkan poin negara.

Total ada 6 rangkaian kejuaraan untuk mengumpulkan poin menuju Olimpiade yang terbagi dalam dua kelas, gold dan silver. Untuk kelas gold, ada Kejuaraan Dunia 2018, 2019 dan Kejuaraan Asia 2019. Sedangkan level silver merupakan kejuaraan open yang bisa dipilih nantinya. (nap/jpnn/pul)



Berita Terkait


Eko Yuli Irawan Babat Emas Kejuaraan Dunia Angkat Besi

Fasilitas Lengkap,Atlet Angkat Besi Jatim Urungkan Niat TC ke Luar Negeri.

Atlet Angkat Besi : Metode Ini Menaikkan Target

KONI Jatim Pantau Perkembangan Atlit Angkat Besi

Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber