Berita Terbaru :
Klien Membludak, 5 ODGJ Antri Panti Rehabilitasi Sosial
Tawadhu Pada Ulama, Bu Nyai Mantap Pilih Machfud Arifin Walikota
Pasien Corona di Pacitan Tembus 41 Orang, 2 Tambahan Anak-Anak dan Batita
Bantuan Jaring Pengaman Sosial Jatim Hanya 3 Bulan
Tersangka Pencurian Motor 5 TKP Ditangkap
Sebelas ASN, 4 TNI Positif Covid-19, Sebagian Sudah Sembuh
Polisi Ringkus Sindikat Pengedar Sabu-Sabu Antar Kota Jaringan Lapas
Anak SD Dinikahkan Siri Dengan Pria Beristri Tiga
Ingin Menabah Subscribe, Youtuber Berujung Penjara
Belasan Truk Terjaring Operasi Keselamatan dan Ketertiban Lalu Lintas
Puluhan Warga Positif Covid-19, Jalam Binor Kota Malang Terapkan PSBL
Rumah Bergeser Sendiri Saat Dibangun Gegerkan Warga Ngawi
Perawat Jatim Terpapar Covid 19 Bertambah 334 Orang
27 Kios di Pasar Sukorejo Ludes Dilalap Api
Isak Tangis Puluhan Tenaga Kesehatan Saat Melepas Perawat Meninggal Karena Covid 19
   

Lestarikan Budaya, Komunitas Tionghoa Nanggap Wayang Potehi
Metropolis  Jum'at, 02-11-2018 | 15:00 wib
Reporter : Yusmana Windarto
Surabaya pojokpitu.com, Untuk melestarikan akar budaya leluhur suku Tionghoa di nusantara, sebuah komunitas peranakan menggelar wayang potehi. Wayang potehi yang telah berusia 3.000 tahun ini kembali dipertunjukkan untuk mengenalkan seni pertunjukkan boneka tradisional asal Cina Selatan.

Menurut Soni Frans sang Dalang, wayang potehi juga menjadi persenyawaan unsur budaya asal daratan Cina dengan karakter budaya lokal. Meski pada generasi masa sekarang, wayang potehi nyaris dilupakan dari akarnya.

Untuk mengenal dan mengembalikan akar budaya daratan china di generasi masa sekarang, sebuah komunitas masyarakat tionghoa menggelar wayang potehi. Pagelaran wayang potehi ini digelar di Qubiucle Suropati, Jalan Suropati, Surabaya.

Pertunjukkan dimulai dengan alunan musik berupa gembreng, simbal, suling, rebab dan tambur. "Jika pertunjukkan asli potehi menyuguhkan lakon klasik seperti Si Jin Kui, Lho Thong Sau Pak, atau Pnui Si Giok, namun pertunjukkan ini mengambil lakon lebih modern untuk menyesuaikan jaman," kata Soni Frans,

Dalam kesempatan ini, dalang Soni Frans, mengambil lakon tentang Sun Go Kong dalam kisah perjalanan barat. Kisah ini menceritakan tentang kejahatan yang selalu dikalahkan dengan kebaikan.

Diharapkan, wayang potehi yang telah eksis sejak Dinasti Jin tahun 265 hingga 420 masehi ini, kembali dikenal oleh masayarakat. (pul)
 



Berita Terkait

Lestarikan Budaya, Komunitas Tionghoa Nanggap Wayang Potehi
Berita Terpopuler
Rumah Bergeser Sendiri Saat Dibangun Gegerkan Warga Ngawi
Peristiwa  3 jam

Gara-Gara Ngantuk Truk Diesel Tabrak Truk Gandeng
Metropolis  5 jam

Tabrak Lari, Pengendara Motor Tewas
Peristiwa  7 jam

Perawat Jatim Terpapar Covid 19 Bertambah 334 Orang
Kesehatan  3 jam



Cuplikan Berita
Mobil Rombongan Gubernur Jawa Timur Kecelakaan di Tol Mojokerto-Kertososno
Pojok Pitu

Dendam Lama, Karyawan Pabrik Kayu Bacok Teman Kerja Pakai Samurai
Pojok Pitu

Dari 51 Peserta UTBK Reaktif, 38 Orang Ternyata Negatif Covid 19
Jatim Awan

Orkemiban, Minuman Tinggi Anti Oksidan Berbahan Daun Kelor
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber