Berita Terbaru :
TNI Polri Bubarkan Pengunjung Kafe Tak Patuhi Protokol Kesehatan Covid 19
Pemerintah Akan Buka 9 Sektor Ekonomi Dampak Covid 19
Duh, Remaja Cantik Gantung Diri di Pintu Rumahnya
Begini Persiapan New Normal Pendidikan di Kabupaten Kediri
Pamakaman Pasien PDP Corona di Lereng Bukit Bentar
Buka Tutup, Al Akbar Surabaya Kembali Gelar Sholat Jumat
Ichsan Asal Tuban Bunuh Diri Dengan Cara Potong Alat Kelamin
Ratusan Orang Ikut Rapid Tes di GOR Sidoarjo
5 Orang Kontak Erat Dengan Sekeluarga Meninggal Dunia Telah Dikarantina
Rapid Test Massal, 52 Warga Reaktif Langsung Dibawa ke Hotel
Gema Sholawat Iringi Kepulangan Pasien Covid-19 Sembuh
Dimasa Pandemi Covid 19 Jumlah Laka Turun Drastis
Pengantin Bahagia Meski Harus Menikah di Posko Covid 19
Polisi Pastikan Istri Meninggal Karena Dibunuh Suami
Saling Ejek, Dua Kakek Terlibat Duel, Satu Tewas Dibacok
   

Bertahan Hidup Dari Kerajinan Anyaman Bambu
Mataraman  Kamis, 01-11-2018 | 21:15 wib
Reporter : Moch.Asrofi
Blitar pojokpitu.com, Sebuah kelaurga difabel di Kabupaten Blitar harus berjuangan dengan kerasnya jaman, untuk memenuhi kebutuhan hidup. Agar dapat menyambung hidup, keluarga ini berjualan anyaman bambu hasil karja kerasnya keliling desa.

Dia adalah Jumain (52) warga Desa Sidorejo Kecamatan Doko Kabupaten Blitar, yang setiap hari harus bergulat dengan bambu. Ditenggah keterbatsan fisiknya, tidak ada kata menyerah untuk terus bekerja, setiap hari Jumain membantu suaminya, Ahmad Kholil untuk membuat anyaman bambu.

Jumain bertugas memotong bambu, sedangkan suaminya bertugas membuat sayatan bambu hingga menjadi pipih. Tidak berhenti  memotong bambu, Jumain juga harus menganyamnya meski ia tidak memiliki jari, layaknya orang normal.

Setiap hari, mereka hanya mampu menghasilkan 2 anyaman bambu. Anyaman bambu ini mereka jual Rp 7 ribu hingga Rp  30 ribu, tergantung besar dan kecil ukuranya.

Ahmad Kholil juga memiliki keterbatasan fisik, sehingga harus tidak dapat beraktifitas normal seperti orang lain. Bahkan untuk berjalan pria 58 tahun ini harus dibantu dengan kayu penyangga, untuk memopang badannya.

Usai membuat anyaman, pasangan yang sudah dikaruniai 2 anak ini keliling kampung untuk menjajakan anyaman bambu hasil karyanya. Tidak banyak rupiah yang mereka hasilkan, karena tidak setiap hari orang membutuhkannya.

Bahkan mereka harus rela berjalan keliling kampung, demi menyambung hidup dengan berjualan anyaman bambu. Uang Rp 15  ribu setiap hari, sudah menjadi berkah bagi mereka untuk dapat mempertahankan hidup.

Meski keduanya memiliki keterbasatan fisik, namun hasil karnyanya tidaklah kalah dibandingkan dengan orang normal pada umumnya. Bahkan, warga sekitar juga membeli anyaman bambu pada Ahmad Kholil dan Jumain jika sedang membutuhkan.

Ahmad Kholil dan Jumain dikaruniai 2 anak, namun mereka memilih tinggal di luar daerah bersama keluarganya usai menikah. Meski memiliki keterbatasan fisik, mereka tidak mudah menyerah, untuk terus berjuang. (yos)

Berita Terkait

Batik Ciprat Karya Kaum Disabilitas

Posyandu Disabilitas Dikalim Pertama di Indonesia Diawali di Desa Bedali

Puluhan Penyandang Disabilitas Ikuti Ujian SIM

Semangat Guru Difabel Mengajar di SLB
Berita Terpopuler
Dana Untuk RW Diminta Sekdes, Puluhan Pemuda Semalam Luruk Kantor Desa
Peristiwa  11 jam

Ichsan Asal Tuban Bunuh Diri Dengan Cara Potong Alat Kelamin
Metropolis  4 jam

Duh, Remaja Cantik Gantung Diri di Pintu Rumahnya
Metropolis  3 jam

Covid 19 Tinggi, Pemkot Tutup Pintu Masuk Surabaya
Metropolis  10 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber