Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Opini 

Buku Karya Oerip Kasansengari Menjadi Referensi Sejarah WR Soepratman
Kamis, 01-11-2018 | 17:00 wib
Oleh : Nanang Purwono
Surabaya pojokpitu.com, Buku "Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, WR Soepratman Penciptanya" menjadi sebuah buku biografi WR Soepratman beserta karya ciptanya Indonesia Raya dan selama ini menjadi acuan referensi untuk menguak perjalanan hidup WR Soepratman. Buku ini ditulis oleh Oerip Kasansengari, yang tidak lain adalah keponakan ipar dari adik WR Soepratman.

Menurut putera (alm) Oerip Kasansengari, Soerachman Kasansengari bahwa adik bapaknya yang bernama Bero Santoso Kasensengari (pakde) menikah dengan Gijem Soepratinah yang tidak lain adalah adik kndung WR Soepratman. Karena pertalian inilah, (alm) Oerip Kasansengari memiliki hubungan yang sangat dekat dengan WR Soepratman. Ia sering mendampingi dan bersama WR Soepratman. Oerip Kasansengari sendiri adalah seorang juru tulis yang bekerja pada kantor advokat Agustin di Surabaya. Karena kedekatannya dengan WR Soepratman, termasuk dengan kakak dan adik WR Soepratman menjadikan Oerip Kasansengari sangat mengenal keluarga WR Soepratman.

Oerip Kasansengari sendiri sebelum kemerdekaan bangsa Indonesia adalah salah seorang perintis kemerdekaan. Di masa pasca kemerdekaan, ia pernah menjabat sebagai ketua DHD 45 Cabang Surabaya. Latar belakang inilah, menurut Soerachman Kasansengari, yang membuat bapaknya (Oerip Kasansengari) banyak kenal dengan pejabat Surabaya mapupun Jawa Timur, termasuk Residen Surabaya kala itu. Tak heran jika di dalam bukunya "Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, WR Soepratman Penciptanya", Gubernur Kepala Daerah Propinsi Jawa Timur Brigken TNI Mochamad Wijono, Panglima Daerah Militer VIII "Brawijaya" Mayjend TNI Mohamad Jasin dan Walikota Kepala Daerah Kotamadya Surabaya Kolonel TNI Soekotjo berkenan membubuhkan kata sambutannya.

Kata-kata sambutan, yang dibuat oleh para pimpinan daerah ini, adalah wujud apresiasi mereka terhadap upaya Oerip Kasansengari yang telah bekerja keras membukukan perjalanan hidup WR Soepratman. Soerachman menambahkan bahwa di awal tahun 1960-an, banyak kawan kawan bapaknya baik di dalam negeri maupun di luar negeri yang mendorong agar bapaknya (Oerip Kasansengari) menuliskan riwayat WR Soepratman.

Menurut Soerachman, bapaknya setiap hari mengetik. Awalnya dia tidak mengetahui apa yang selalu diketik oleh bapaknya. Setelah diterbitkan, ia baru menyadari bahwa hasil ketikan yang dilakukan berhari hari dan bertahun tahun itu menjadi sebuah buku. Buku ini mirip dengan buku "Penyambung Lidah Rakyat", karya Cindy Adam, yang bercerita tentang presiden RI pertama, Soekarno.

Buku dengan 178 halaman ini terdiri dari bagian 1 yang memuat sambutan Forpimda: Gubernur, Pangdam serta Walikota Surabaya saat itu, bagian 2 tentang Lagu Indonesia Raya, bagian 3 Riwayat WR Soepratman, bagian 4 Karya-Karya WR Soepratman, bagian 5 Penghargaan Pemerintah dan Bangsa, bagian 6 Lampiran-Lampiran dan ditambah bahan bacaan, gambar dan index.

Mengingat lengkapnya isi buku mengenai perjalanan hidup WR Soepratman, buku yang terbit tahun 1967 ini menjadi buku referensi untuk berbagai penulisan mengenai WR Supratman. Bukan tidak mungkin, buku ini juga beredar di luar negeri, seperti di Belanda. Kini, buku ini menjadi langka. Karena terbit pada 1967, ejaan Bahasa Indonesianya masih menggunakan ejaan lama. Namun, oleh ahli waris keluarga Kasansengari, buku ini dicetak ulang dengan menggunakan ejaan yang disempurnakan (EYD).

Apakah dinas terkait (Budaya dan Pariwisata serta Perpustakaan dan Kearsipan) yang selama ini mempersiapkan kehadiran museum W.R. Soepratman, memiliki buku "Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, WR Soepratman Penciptanya", sebagai sumber referensi kesejarahan WR Soepratman?

Jika mereka memiliki, tentu mereka tidak akan gegabah dalam menyuguhkan informasi mengenai data kelahiran WR Soepratman. Jika mereka memiliki, tentu mereka akan menghormati apa yang menjadi kepedulian ahli waris terhadap kesejarahan WR Soepratman. Jika mereka memiliki, tentu mereka tidak arogan mengatakan bahwa tidak ambil pusing mengenai data kelahiran W.R Soepratman. Apalagi kalau mereka tau bahwa ada surat kabar Belanda, yang memberitakan tentang tempat dan tanggal kelahiran WR Soepratman, yakni di Mester Cornelis (Jatinegara) pada 9 Maret 1903. (yos)

Berita Terkait


IRONI DI PESAN PEMBUKAAN MUSEUM WR SOEPRATMAN

Museum WR Soepratman Diresmikan Tanpa Data Tempat Dan Tanggal Lahir

Besok Diresmikan, Museum WR. Soepratman Masih Berantakan

Buku Karya Oerip Kasansengari Menjadi Referensi Sejarah WR Soepratman


Pemkot Ajak Masyarakat Luruskan Sejarah WR Soepratman
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber