Berita Terbaru :
Seorang Nenek Ditemukan Tewas Membusuk Di Dalam Rumah
Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Antisipasi Covid - 19 Pasca Libur Lebaran, Ratusan Karyawan Pabrik Dirapid Test
Kuliner Khas Madura Yang Hanya Dibuat di Hari Ke-7 Setelah Lebaran
Pemudik Positif Covid-19, Keluarga dan Warga Rapid Test
Kasus Positif Covid-19 di Tulungagung Bertambah 7 Orang, 2 Di Antaranya Ibu Yang Melahirkan
Hujan Deras Mengguyur Kecamatan Sumawe, Desa Tambakrejo Terendam
Ratusan Kentongan Disiagakan Untuk Halau Warga Nekat Masuk Desa
Saat Usia Berapa Anak Boleh Memakai Kawat Gigi?
Demi Bertahan Hidup, Nissan Terpaksa Setop Produksi 14 Model
Ketua DPRD Bojonegoro Tanggapi Polemik Kenaikan Tunjangan
Masih Ada 74 Perawat di Jatim Terpapar Covid 19
Hadapi New Normal, Begini Langkah PT KAI Daop 7
Begini Tanggapan Bupati Terkait Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19
Polisi Tetapkan Ibu Bayi Sebagai Tersangka Penelantaran
   

Peralihan Musim, BMKG Imbau Waspada Angin Kencang
Pantura  Kamis, 01-11-2018 | 13:30 wib
Reporter : Khusni Mubarok
Musim pancaroba ini berdampak potensi munculnya awan sibi, yang berpotensi timbulnya angin kencang dan petir, serta berdampak terjadinya gelombang tinggi yang mempengaruhi armada transportasi laut utara jawa. Foto: Khusni Mubarok
Tuban pojokpitu.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, Dan Geofisika Kabupaten Tuban, menghimbau masyarakat untuk selalu waspada, menghadapi pergantian musim kemarau ke musim penghujan.

Menurut Desindra Daedy Kurniawan, Kepala BMKG Tuban, pergantian musim kemarau ke musim penghujan biasanya ditandai dengan cuaca ekstrim. Yakni angin kencang dan gelombang tinggi, serta dapat munculnya awan sibi, yang akan di ikuti hujan lebat di sertai petir.

Munculnya awan sibi tersebut, akan muncul pada musim pancaroba seperti saat ini, awan sibi tersebut terjadi akibat kondisi atmosfer yang tidak stabil. "BMKG menghimbau agar masyarakat di Tuban khususnya, baik di darat maupun penguna jasa laut serta para nelayan di laut utara jawa, agar selalu waspada terjadinya cuaca ekstrim tersebut," kata Desindra Daedy Kurniawan.

BMKG Tuban juga memberikan informasi prakiraan cuaca setiap satu jam sekali, di website dan akun media sosial resmi BMKG Tuban. Agar masyarakat luas dapat melihat langsung prakiraan cuaca tersebut.

Dari pengamatan BMKG Tuban, musim hujan akan masuk pada minggu kedua di bulan November 2018. Namun di musim pancaroba ini, hujan akan turun namun tidak setiap hari, dengan intensitas rendah, dan kecepatan angin terpantau 8 kilometer perjam, suhu udara 32, 2 drajat pada siang hari. (pul)

Berita Terkait

BMKG Juanda Prediksi Bondowoso Masih Diguyur Hujan

Sepekan Kedepan BMKG Menghimbau Warga Jatim Untuk Waspada

BMKG Imbau Gelombang Tinggi dan Suhu Dingin Selama Musim Kemarau

Gelombang Tinggi, BMKG Imbau Pemudik Menuju Masalembu Berhati - Hati
Berita Terpopuler
Politisi Golkar : Bu Risma Milik Warga Surabaya, Bukan PDIP
Metropolis  16 jam

Dianggap Pekerja Beresiko, Belasan Jurnalis Ikuti Rapid Test
Peristiwa  17 jam

Hujan Deras Mengguyur Kecamatan Sumawe, Desa Tambakrejo Terendam
Malang Raya  6 jam

Ajak Akhiri Polemik, Demokrat Sebut Jatim Butuh 10 Unit Mobil PCR
Metropolis  16 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber