Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Metropolis 

Pelurusan Sejarah Kelahiran WR. Soepratman
Senin, 29-10-2018 | 21:53 wib
Oleh : Nanang Purwono
Surabaya pojokpitu.com, Polemik perbedaan data kelahiran pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya, WR Soepratman, dibahas dalam sebuah sarasehan yang bertajuk

Di komplek makam WR Soepratman, yang terletak di jalan Kenjeran Surabaya, data kelahiran WR Soepratman disebutkan lahir di Jatinegara, Jakarta pada 9 Maret 1903. Sementara di rumah wafat WR Soepratman, di jalan Mangga 21, yang akan dijadikan Museum WR Soepratman, dijelaskan bahwa kelalahirannya di desa Somongari, kabupaten Purworejo, Jawa Tengah pada 19 Maret 1903.

Sesunggunya kontroversi dan dualisme data kelahiran, yang menyangkut tempat dan tanggal ini, terjadi sejak tahun 1977. Namun hanya keluarga ahli waris sendirilah yang menghadapi dan berjuang untuk meluruskan sejarah ini. Sejak ada rencana menyulap rumah wafat WR Soepratman menjadi museum WR Soepratman oleh pemerintah kota Surabaya, kontroversi ini mencuat ke permukaan publik Surabaya.

Menyikapi dualisme data kelahiran itu, Soerachman Kasansengari, ahli waris WR Soepratman, berusaha mengajak publik Surabaya untuk melek terhadap sejarah WR Soepratman, tokoh besar nasional yang makamnya ada di kota Surabaya. WR Soepratman, sang pencipta lagu kebangsaan, patut diperhatikan dan dihormati karena jasa-jasanya dalam menguntai lirik lagu Indoensia Raya. Salah satunya yaitu dengan cara meluruskan sejarahnya.

Sarasehan Pelurusan Sejarah ini menampilkan pembicara Dr. Sarkawi SS. Mhum, sejarawan Universitas Airlangga Surabaya; Vinsensius Awey, anggota Komisi C DPRD Surabaya; Nanang Purwono, pemerhati sejarah Surabaya; serta Soerachman Kasansengari, ahli waris WR Soepratman.

Soerachman, ketika mengawali paparannya mengatakan bahwa ia sesungguhnya tidak ada hubungan darah dengan W.R. Soepratman. Namun, pakdenya Bero Santoso Kasansengari (adik dari bapaknya yang bernama Oerip Kasansengari) menikah dengan adik W.R. Soepratman, yang bernama Gijem Soepratinah. Dari pertalian itulah, Oerip Kasansengari (bapak dari Soerachman) selalu dekat dengan W.R. Soepratman sejak 1924 hingga wafatnya W.R. Soepratman tahun 1938.

Pertalian saudara dengan keluarga W.R. Soepratman tidak hanya sampai wafatnya W.R. Soepratman, Oerip Kasansengari sekaligus menjadi ahli waris W.R. Soepratman. Ia bahkan menghidupkan W.R. Soepratman melalui bukunya yang berjudul "Lagu Indonesia Raya, WR Soepratman Penciptanya" yang terbit tahun 1967. Hingga saat ini, keluarga Kasansengari juga masih nguri nguri sejarah WR Soepratman, termasuk berjuang melawan dualisme data kelahiran WR. Soepratman.

Anggota Komis C DPRD Surabaya, Vinsensius Awey, mengatakan bahwa salah satu dari dua data kelahiran ini adalah data bohong dan pembuatnya adalah pembohong sejarah. "Saya yakin dan seyakin yakinnya bahwa salah satu dari dua pihak ini adalah pembohong sejarah" tegas Awey yang selalu menaruh perhatian pada sejarah kota Surabaya ini. "Jika di Surabaya sudah ada penetapan PN Surabaya tahun 1958 terkait data kelahiran WR. Soepratman, mengapa harus mengacu ke PN Purworejo dengan data yang berbeda, yang ditetapkan tahun 1977" tambah Awey.

Sementara itu, penyaji lainnya, Dr. Sarkawi SS, Mhum berpendapat bahwa untuk menentukan keabsahan sejarah bisa digali dari sumber sejarah yang salah satunya adalah sumber lisan, yaitu orang dekat yang bisa memberikan kesaksian tentang sejarah. Misalnya anggota keluarga. Menurut Soerachman bahwa di PN Surabaya tahun 1977, empat saudara WR Soepratman yang terdiri dari Roekijem Soepratijah, Roekijem Soeprairah, Ngadini Soepratini dan Gijem Soepratinah telah bersaksi di depan hakim dan hasilnya keluarlah ketetapan PN Surabaya yang menyebut bahwa WR Soepratman lahir di Jatinegara - Jakarta pada 9 Maret 1903.

Nanang Purwono, pemerhati sejarah Surabaya, berpendapat bahwa Soerachman Kasansengari, putera Oerip Kasansengari, juga masuk kategori sumber lisan yang bisa menjadi acuan sumber sejarah. Selama ini, ia menjadi orang yang merawat riwayat perjalanan sejarah WR Soepratman. Ia adalah ahli waris WR Soepratman karena pertalian dari pakdenya, Bero Santoso Kasansengari (adik Oerip Kasansengari) yang menikah dengan adik WR Soepratman (Gijem Soepratinah).

Selain itu, sumber sejarah lainnya yang dimiliki Nanang Purwono untuk menegaskan bahwa data kelahiran WR Soepratman bertempat di Jatinegara - Jakarta pada 9 Maret 1903 adalah buku "Lagu Indonesia Raya, WR Soepratman Penciptanya" yang ditulis Oerip Kasansengari dan terbit tahun 1967. Buku ini didukung oleh Gubernur Jawa Timur Brigjen TNI Mohamad Wijoyo, Pangdam VIII/Brawijaya Mayjen TNI Mohammad Jasin dan Walikota Surabaya Kolonel TNI Soekotjo.

Salah seorang undangan, humas Universitas WR Soepratman, Bambang, merasa kaget dengan adanya dualisme data kelahiran WR Soepratman, yang namanya dipakai sebagai nama universitas itu. Ia semakin kaget ketika mengingat adanya ibu ibu bernama Salamah, yang mengaku sebagai istri WR Soepratman. Beberapa kali Salamah mendatangi Universitas WR Soepratman. Bambang merasa ada pihak yang memanfaatkan kebohongan untuk kepentingan tertentu setelah ia mendengar dari Soerachman senin siang (29/10) bahwa pengakuan Salamah pernah dibantah oleh sejarawan Jakarta.

Sarasehan Pelurusan Sejarah WR Soepratman sepakat bahwa persoalan dualisme data ini tidak hanya menjadi perjuangan keluarga Kasansengari yang merupakan ahli waris WR Soepratman. Tapi juga perjuangan masyarakat Surabaya. Untuk melanjutkan perjuangan pelurusan sejarah ini, Universitas Airlangga Surabaya, Universitas WR Soepratman akan berkoordinasi dengan Universitas Indonesia Jakarta untuk melakukan kajian pelurusan sejarah lebih jauh. Menutup sarasehan ini, Vinsensius Awey meminta agar ada gerakan menolak peresmian museum WR Soepratman jika informasi yang disajikan masih mengundang kontroversi. (yos)

Berita Terkait


Gerakan Pemuda Anshor Digembleng Polisi di Waduk Pondok

Siswa Perkuat Makna Sumpah Pemuda Dengan Baju Adat

Pelurusan Sejarah Kelahiran WR. Soepratman

Ratusan Siswa Diajak Mengumandangkan Sumpah Pemuda


Begini Magna Hari Sumpah Pemuda Bagi Ronnie Sianturi

Peringati Sumpah Pemuda dengan Lestarikan Tari Remo

Sumpah Pemuda, Diingatkan Bahaya Radikalisme

Rafleksi Hari Sumpah Pemuda, PMII Laukan Aksi Long March

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber