Berita Terbaru :
Gugus Tugas Covid Tegalweru Gelar Razia Masker Sevara Humanis
Tak Bisa Bekerja Selama 4 Bulan, Para Pencinta Seni Wadul ke DPRD
KPU Surabaya Temukan Banyak Alamat Pendukung Tidak Lengkap
Arif Fathoni Calon Kuat Ketua DPD 2 Golkar Surabaya
13 Pasien Covid 19 Sembuh Disambut Yel Yel Marinir
Lestarikan Budaya, Komunitas Dalang Gelar Wayangan Online
Gelombang Pasang Terjang Pemukiman, Lima Rumah Rusak
Kematian Bocah di Irigasi Membuat Orang Tua Shock
Berkat Minum Ramuan Probiotik, 41 Pasien Covid-19 Sembuh
Ternyata Satu Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Positif Covid 19
Penemuan Mayat di Sungai Krapyak Gegerkan Warga Pilangkenceng
Polda dan Bonek Siap Hijaukan Surabaya Dari Covid 19
Hidup Sengsara, Janda Tua Ini Hanya Makan Daun Talas
Hasil Tes Reaktif, 3 Pengunjung Cafe Dikirim ke Rumah Karantina
Pemprov Jatim Siapkan Rp 5 Milyar Untuk Support Desa Wisata
   

Presiden Inginkan Kemiskinan di Madura Berkurang
Metropolis  Minggu, 28-10-2018 | 20:10 wib
Reporter : Fakhrurrozi
Surabaya pojokpitu.com, Status jembatan Suramadu kini telah berubah menjadi jembatan non tol, setelah Presiden Joko Widodo mengratiskan pada Sabtu (27/8) sore.

Presiden Joko Widodo mengungkapkan, pasca mengratiskan tarif motor pada 2015 lalu, ternyata belum berdampak positif bagi pembangunan di Madura. "Pembangunan ekonomi di Madura belum naik signifikan, serta terjadi ketimpangan kemiskinan," jelas Presiden.

Saat ini, persentse kemiskinan masih di kisaran 16 hingga 23 persen, angka tersebut jauh dibawah persentase kemiskinan di Surabaya, Sidoarjo dan Gresik yang berada di angka 4 hingga 6 persen. "Kita semua berharap kedepan, pertumbuhan ekonomi di Madura semakin baik," imbuh Joko Widodo.

Dengan berubahnya status menjadi jembatan biasa, kini seluruh perawatan serta pemeliharaan suramadu menjadi tanggungan APBN. Terkait hal ini, mantan walikota solo ini mengatakan hal tersebut tidak akan berdampak signifikan pada kekuatan APBN.

Sementara itu, Direktur Utama Jasa Marga, Desi Arryani, mengatakan, dengan berubahnya status jembatan suramadu menjadi jembatan biasa, maka tugas jasa marga telah selesai. "Jasa marga tidak mempermasalahkan pembebasan tarif jembatan suramadu, karena selama ini pendapatan dari transaksi di jembatan ini disetorkan ke kas negara bukan ke jasa marga," jelas Desi Arryani.

Ia menambahkan, hal ini dikarenakan anggaran pembangunannya berasal dari APBN, dan jasa marga hanya mengoperasikan, menarik transaksi, menjaga lalu lintas dan memelihara tol. (yos)




Berita Terkait

Presiden Inginkan Kemiskinan di Madura Berkurang

Presiden Jokowi Resmi Gartiskan Jembatan Suramadu Secara Total
Berita Terpopuler
Hidup Sengsara, Janda Tua Ini Hanya Makan Daun Talas
Sosok  3 jam

Penemuan Mayat di Sungai Krapyak Gegerkan Warga Pilangkenceng
Peristiwa  3 jam

Gelombang Pasang Terjang Pemukiman, Lima Rumah Rusak
Peristiwa  2 jam

Karyawan Sier Antisipasi Gempa Jepara Susulan
Metropolis  15 jam



Cuplikan Berita
Tiga Pedagang Reaktif, Pasar Kunir Ditutup
Pojok Pitu

Tolak Tracing, Warga Usir Petugas Medis Covid-19
Pojok Pitu

Budidaya Bonsai Kelapa Mulai Digemari di Mojokerto
Jatim Awan

Evakuasi Jasad Pendaki Lawu, Lewat Jawa Tengah
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber