Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Metropolis 

Presiden Inginkan Kemiskinan di Madura Berkurang
Minggu, 28-10-2018 | 20:10 wib
Oleh : Fakhrurrozi
Surabaya pojokpitu.com, Status jembatan Suramadu kini telah berubah menjadi jembatan non tol, setelah Presiden Joko Widodo mengratiskan pada Sabtu (27/8) sore.

Presiden Joko Widodo mengungkapkan, pasca mengratiskan tarif motor pada 2015 lalu, ternyata belum berdampak positif bagi pembangunan di Madura. "Pembangunan ekonomi di Madura belum naik signifikan, serta terjadi ketimpangan kemiskinan," jelas Presiden.

Saat ini, persentse kemiskinan masih di kisaran 16 hingga 23 persen, angka tersebut jauh dibawah persentase kemiskinan di Surabaya, Sidoarjo dan Gresik yang berada di angka 4 hingga 6 persen. "Kita semua berharap kedepan, pertumbuhan ekonomi di Madura semakin baik," imbuh Joko Widodo.

Dengan berubahnya status menjadi jembatan biasa, kini seluruh perawatan serta pemeliharaan suramadu menjadi tanggungan APBN. Terkait hal ini, mantan walikota solo ini mengatakan hal tersebut tidak akan berdampak signifikan pada kekuatan APBN.

Sementara itu, Direktur Utama Jasa Marga, Desi Arryani, mengatakan, dengan berubahnya status jembatan suramadu menjadi jembatan biasa, maka tugas jasa marga telah selesai. "Jasa marga tidak mempermasalahkan pembebasan tarif jembatan suramadu, karena selama ini pendapatan dari transaksi di jembatan ini disetorkan ke kas negara bukan ke jasa marga," jelas Desi Arryani.

Ia menambahkan, hal ini dikarenakan anggaran pembangunannya berasal dari APBN, dan jasa marga hanya mengoperasikan, menarik transaksi, menjaga lalu lintas dan memelihara tol. (yos)




Berita Terkait


Presiden Inginkan Kemiskinan di Madura Berkurang

Presiden Jokowi Resmi Gartiskan Jembatan Suramadu Secara Total


Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber