Berita Terbaru :
Enam Sekolah SMKN di Lamongan Tak Penuhi Pagu
Sekda Gerah Usut Kutu di Program BPNT
DPRD Jatim Dorong Tambahan Insentif Nakes
   

Mahasiswi Pembela Palestina Menang di Pengadilan Israel
Peristiwa  Sabtu, 20-10-2018 | 19:07 wib
Reporter :
TEL AVIV pojokpitu.com, Mahkamah Agung (MA) Israel berpihak kepada Lara Alqasem. Setelah 16 hari tertahan di ruang detensi imigrasi bandara, dara 22 tahun itu akhirnya boleh masuk Israel, Kamis (18/10). Kini dia bisa mengenyam pendidikan magister yang diimpikannya di Hebrew University.

"Putusan MA itu merupakan kemenangan bagi kebebasan berpendapat," kata Yotam Ben Hillel, pengacara Alqasem, sebagaimana dilansir The Times of Israel, Jumat (19/10).

Dia menyambut baik vonis yang bertentangan dengan putusan Pengadilan Distrik Tel Aviv pekan lalu itu.

Tiga hakim agung yang memimpin sidang banding Alqasem sepakat untuk mencabut pencekalan terhadap warga Amerika Serikat (AS) tersebut.

Hakim agung Neal Hendel, Anat Baron, dan Uzi Vogelman menyatakan bahwa alasan pemerintah untuk mencekal dan lantas mendeportasi Alqasem tidak kuat. Karena itu, mereka kompak menganulasinya.

"Mencegah seseorang masuk (Israel, Red) tanpa alasan yang jelas hanya akan merugikan Israel dan Hebrew University," tegas Hendel.

Namun, izin masuk itu bukan tanpa syarat. MA tidak akan segan mendepak gadis berambut gelap tersebut dari Israel jika pada masa studinya nanti Alqasem menunjukkan keberpihakan kepada Palestina.

Hillel sepakat. Dia berani menjamin kliennya tidak berulah selama menjadi mahasiswa di kampus yang terletak di Jerusalem tersebut. Apalagi, aktivitas Alqasem di organisasi-organisasi pro-Palestina berakhir sejak 2017.
Namun, Alqasem tidak bisa mengingkari fakta bahwa dirinya memang berdarah Palestina. Sebab, sang ayah berasal dari wilayah tersebut.

Dalam jumpa pers, Hillel berterima kasih kepada Israel. Sebab, negara yang dipimpin Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu itu masih memegang teguh kebebasan berpendapat dan menaati hukum internasional.

"Lara jadi contoh bahwa tak seorang pun layak dicekal hanya karena referensi Google," paparnya.

Kemarin Alqasem sudah meninggalkan ruang detensi imigrasi di Bandara Internasional Ben-Gurion. Menurut Badan Imigrasi Israel, perempuan berkacamata itu langsung menuju Jerusalem. Dia akan langsung bergabung dengan mahasiswa pascasarjana lainnya. (bil/c11/hep/jpnn/pul)

Siapa Lara Alqasem?

Gadis 22 tahun dari Lauderdale, Southwest Ranches, Negara Bagian Florida, AS

Berdarah Palestina dari garis keturunan sang ayah, Alqasem

Menjadi ketua cabang Students for Justice in Palestine (SJP) selama satu tahun sampai 2017

Menerima beasiswa magister dari Hebrew University, Jerusalem, untuk belajar tentang HAM dan keadilan transisional

Mendarat di Israel pada 2 Oktober dan langsung dicekal imigrasi

Dijatuhi vonis deportasi dalam sidang di Pengadilan Distrik Tel Aviv pada 11 Oktober

Menjalani sidang banding di MA pada 17 Oktober

Menerima vonis bebas pada 18 Oktober


Berita Terkait

BEM PTS Se-Jatim Tuntut Turunkan SPP di LLDIKTI

Polda Jatim Terjunkan Propam, Periksa 28 Orang yang Terlibat Demo di Pamekasan

Demo Mahasiswa Tolak Tambang Ilegal Berujung Ricuh, Satu Orang Terluka

Demo Mahasisiwa Tuntut Penurunan UKT Berlangsung Saling Dorong
Berita Terpopuler
DPRD Jatim Dorong Tambahan Insentif Nakes
Politik  3 jam

Enam Sekolah SMKN di Lamongan Tak Penuhi Pagu
Pendidikan  51 menit



Cuplikan Berita
Ratusan Orangtua Protes PPDB SMP Zonasi
Pojok Pitu

Audiensi Dengan IDI, Risma Nangis dan Bersujud
Pojok Pitu

Di Palau Ini Dihasilkan Kepiting Jumbo dan Rumput Laut Berkuwalitas
Jatim Awan

Wisata Bahari Snorkling Pulau Gili Ketapang Siap Dibuka Dengan Protokol Kesehata...selanjutnya
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber