Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Peristiwa 

Berdalih Bisa Bebaskan dari Kasus Narkoba, Pelaku Penipuan dan Pemerasan Raup Ratusan Juta
Rabu, 17-10-2018 | 16:04 wib
Oleh : Khaerul Anwar
Malang pojokpitu.com, Sepasang suami istri harus berurusan dengan Satreskrim Polres Malang setelah melakukan penipuan dan pemerasan, dengan janji dapat membebaskan suami korban yang ditangkap atas kasus narkoba. Pembebasan itu dengan syarat sejumlah uang tebusan.

Korban yang tidak bisa memenuhi permintaan pelaku juga sempat disekap selama dua hari, dan kendaraan korban dijadikan jaminan juga, yang total permintaan pelaku sebesar 350 juta kepada korbannya yang masih bisa memberikan 150 juta.

Pasangan suami istri, Yeni Puji Lestari (38) dan M Ghozali (38), warga Desa Pakisjajar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang kompak melakukan penipuan dan pemerasan.

Keduanya kini diamankan Satreskrim Polres Malang, setelah adanya laporan terkait penipuan dan penggelapan yang dilakukan pelaku Yeni dan pemerasan yang dilakukan suaminya Ghozali dengan mengaku Intel Polda.

Mengetahui permasalahan korban yang suaminya tengah ditahan Polres terkait kasus narkoba, pelaku beraksi dengan bisa membantu mengeluarkan suami korban dengan persyaratan tebusan uang.

Pertama, pelaku meminta Rp 25 juta kepada korbannya yang langsung diberikan lantaran percaya pelaku merupakan Intel Polda. Pelaku juga meminta sejumlah uang untuk membebaskan sang istri dari target DPO yang sudah dikeluarkan Polres, yang banyaknya jumlah keseluruhan Rp 350 juta.

Bahkan, pelaku juga sempat menyekap korban di rumahnya selama 2 hari lantaran tidak bisa memenuhi permintaan pelaku dengan menunjukkan pistol mainan yang ternyata korek api.

Korban juga sudah mengeluarkan total Rp 150 juta untuk memenuhi permintaan pelaku yang terlihat meyakinkan untuk bisa mengeluarkan suami korban dari penjara Polres Malang.

Untuk meyakinkan pelaku bahwa korban bisa melunasi permintaan pelaku, kendaraan Hardtop juga menjadi jaminan, dipakai sebagai sarana selama ini dalam melakukan pemerasan.

Menurut Kasat Reskrim Polres Malang, berdasarkan laporan masyarakat akan terjadinya tindak pemerasan di wilayah Pakis, petugas reskrim Polres Malang melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku penipuan dan pemerasan yang merupakan pasutri.

"Mereka mengaku sebagai Intel Polda dan melakukan pemerasan dengan modus bisa mengeluarkan suami korban dari jeratan hukum kasus narkoba di Polres. Total diminta oleh pelaku sebesar Rp 350 juta, dan baru bisa dibayarkan Rp 150 juta serta jaminan kendaraan," kata AKP Adrian Wimbarda.

Diketahui pelaku merupakan Kepala Dusun Desa Pakisjajar dan sang istri merupakan pegawai swasta, yang kini harus berurusan dengan hukum atas kasus penipuan dan pemerasan yang dilakukan selama ini.

Barang bukti yang diamankan, sebuah pistol mainan korek api, serta kendaraan Hardtop yang dijaminkan korban kepada pelaku selama kekurangan pembayaran belum terlunasi.

Atas perbuatannya, pelaku Yeni dikenakan pasal 368 juncto 378 KUHP, dan suaminya Ghozali dikenakan pasal 55 juncto 368 juncto 378 KUHP, tentang penipuan dan pemerasan, dengan ancamannya hingga 8 tahun kurungan penjara.(end)

Berita Terkait


DPO Sejak 2016, Pelaku Penipuan Akhirnya Berhasil Diamankan Polisi

Polisi Gadungan, Tipu Korbannya Puluhan Juta

Berdalih Bisa Bebaskan dari Kasus Narkoba, Pelaku Penipuan dan Pemerasan Raup Ratusan Juta

Tertipu Beli Lahan Perumahan, Puluhan Warga Geruduk Pengembang


Jalani Persidangan, Henry Gunawan Didemo Korban Penipuan

Ahmad Dhani Dilaporkan Kasus Penipuan Proyek Villa

Nyasir Ricuh, Korban Penipuan Dorong Pelaku Saat Datang ke Kantor Kejaksaan

Ada Propam Terlibat Penipuan, Begini Kata Humas Polda Jatim
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber