Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Tempo Doeloe 

Dibangun Tahun 1800, Mushola Bersejarah Tidak Tersentuh Pemkot Surabaya
Sabtu, 13-10-2018 | 18:01 wib
Oleh : Dewi Imroatin
Surabaya pojokpitu.com, Sebagai kota bersejarah, ternyata di Surabaya masih banyak bangunan-bangunan bersejarah yang belum tersentuh Pemkot Surabaya, sehingga tidak tercatat sebagai cagar budaya. Imbasnya, tidak terawat dengan baik. Salah satunya adalah Langgar Dhuwur. Masjid berusia 2 abad ini berada di tengah perkampungan Lawang Seketeng di Kelurahan Peneleh, Surabaya.

Untuk bisa mencapai masjid dua lantai berbahan 100 persen kayu dan dibangun sejak tahun 1800an itu, para pengunjung harus berjalan kaki dari gang-gang kecil perkampungan Lawang Seketeng.

Mirisnya lagi, meskipun memiliki nilai sejarah, namun kondisi langgar yang masih digunakan untuk beribadah oleh masyarakat Lawang Seketeng itu tidak terawat. Nampak sekali kayu-kayu bercat putih yang menjadi dinding mushola mulai lapuk dimakan usia.

Pintu dan jendela yang ada di beberapa penjuru mushola, terdiri dari satu kayu yang diukir langsung. Bukan beberapa kayu terpisah, kemudian dijadikan satu seperti pintu-pintu saat ini. Begitu juga dengan engsel serta kunci yang digunakan. Engsel berukuran besar khas arsitektur era kolonial masih terpasang dan berfungsi dengan baik. Sedangkan kunci berukuran besar pun turut masih digunakan hingga saat ini.

Hasan, salah satu warga setempat menjelaskan, hingga detik ini mushola bersejarah ini tidak tersentuh Pemkot Surabaya. "Bahkan belum tercatat sebagai cagar budaya. Akibatnya, tidak ada tangan Pemkot untuk melakukan perawatan," kata Hasan.

Khusnul Amin, Lurah Peneleh mengatakan beberapa artefak bersejarah lainnya dapat ditemukan dengan mudah di seluruh penjuru masjid. "Mulai dari pusaka hingga Al Quran yang ditulis pada tahun 1800-an. Ada tombak yang menjadi pusaka. Lalu ada pula Al Quran bersampul kulit yang sudah ada sejak tahun 1800-an dan di tiap lembar halaman pada kertasnya masih ada stempel VOC. Namun saat ini Al Quran tersebut sudah dibawa oleh Dinas Arsip untuk diteliti dan dijaga," paparnya.

Khusnul berharap agar masjid bersejarah ini segera mendapatkan perhatian dari Pemkot Surabaya. Hal itu demi menjaga keberlanjutan sejarah panjang yang ada di kawasan Peneleh maupun Kota Surabaya.

Sementara itu, Budi Leksono selaku anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya menegaskan, dirinya akan memperjuangkan mushola ini untuk menjadi salah bangunan cagar budaya di Surabaya. Dengan begitu proses pelestarian mushola Langgar Dhuwur ini bisa berjalan sebagaimana mestinya.(end)




Berita Terkait


Dibangun Tahun 1800, Mushola Bersejarah Tidak Tersentuh Pemkot Surabaya

Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber