Berita Terbaru :
Terseret Banjir Korban Ditemukan Nelayan di Tengah Laut Kondisi Membusuk
DPRD Bojonegoro Tetapkan 5 Raperda
Jelang New Normal, ASN Mulai Masuk Kantor
Perawat RSAL Ramelan Meninggal Akibat Positif Covid 19
Pemkab Gratiskan Rapid Test Santri yang Datang ke Ponpes
Pemkab Luncurkan Aplikasi Sibantu Guna Pantau Bantuan Covid-19
Ribuan Ikan Mati Mabuk di Waduk Sier
Enam Warga Korban Prona Lapor Polisi Nganjuk
Jumlah Pasien Covid 19 Yang Sembuh di Jawa Timur Makin Banyak
Tiga Karyawan PDAM Diduga Terpapar Covid 19
Warga Lumajang Masih Antri Pancarian Bantuan
Pengunjung Dibuat Tidak Saling Berpapasan di Dalam Mall
Jawa Timur Terjunkan Tim Covid 19 Hunter ke Sejumlah Daerah
Begini kata Kejaksaan Ponorogo Terkait Dugaan Korupsi PDAM
Lahir di Masa Pandemi Kelahiran Bayi Singa Putih Membawa Warna Tersendiri
   

Isu Gempa Membanjiri Media Sosial, BMKG Pastikan Tuban Aman
Pantura  Sabtu, 13-10-2018 | 11:35 wib
Reporter : Khusni Mubarok
Tuban pojokpitu.com, Masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, diminta tak panik dengan beredarnya berita hoaks yang menyebut akan terjadi gempa di bumi wali.

Sebelumnya sempat beredar berita tentang gempa yang melanda Kabupaten Tuban, membanjiri media sosial, mulai dari facebook, instagram hingga whatsapp dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi ini membuat masyarakat resah, khususnya yang berada di daerah pesisir lantaran takut terkena tsunami.

Desindra Deddy Kurniawan, Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III BMKG Tuban, menyatakan hasil dari Pengamatan bahwa Tuban masih aman.

BMKG setempat juga menegaskan, bahwa terakhir kali terjadi gempa di dekat pusat kota tuban adalah pada 25 April 2018 yang lalu, itupun skalanya kecil dan tidak sampai menimbulkan kerusakan bangunan maupun korban jiwa.

Sementara ditahun 2017 terjadi 2 kali gempa, yakni pada bulan Oktober dan November 2017, itupun gempa berskala kecil atau masyarakat lokal biasa menyebutnya dengan istilah "lindu".

"Gempa dengan skala kecil ini terjadi lantaran Tuban dilintasi oleh sesar rembang, dimana sesar ini memanjang dari Kabupaten Rembang, Jawa Tengah sampai Madura," jelas Desindra Deddy Kurniawan.

Untuk antisipasi, di Kabupaten Tuban dengan jumlah penduduk 1,3 jiwa ada satu sensor gempa bumi yang dipasang di bawah tanah.

"Terpasangnya sensor ini bukan berarti tuban berpotensi gempa, melainkan sebagai upaya mempererat jaringan antisipasi gempa," imbuhnya.

Adanya isu gempa di tuban yang beredar belakangan ini, masyarakat dihimbau jangan panik. Pihak BMKG menghimbau agar masyarakat selalu mengikuti informasi dari BMKG baik di media sosial maupun di website resmi BMKG, karena gempa di seluruh Indonesia akan terupdate dan keluar sebagai antisipatif. (yos)

Berita Terkait

TNI dan Polri Kembali Menambah Personil Bangun Bangunan Rusak Akibat Gempa

Pemulihan Pulau Sapudi Pasca Gempa Dilakukan Secara Bertahap

Aksi Kemanusiaan 10 Ribu Cangkir Kopi Untuk Korban Gempa

Isu Gempa Membanjiri Media Sosial, BMKG Pastikan Tuban Aman
Berita Terpopuler
Maling di RSUD Sayidiman Diringkus Polisi
Peristiwa  13 jam

Kekurangan Anggaran Pelaksanaan Pilkada Bisa Dicover Dari BTT
Pilkada  15 jam

Polwan Polres Lamongan Sosialisasikan New Normal di Beberapa Warkop
Peristiwa  14 jam

Pemuda Ini Setubuhi 8 Anak Dibawah Umur, 1 Korban Dipaksa Aborsi
Peristiwa  13 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber