Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Metropolis 

Polisi Masih Menyelidiki Dugaan Dua Bayi Lain Yang Sudah Dijual Pelaku
Jum'at, 12-10-2018 | 19:22 wib
Oleh : Bagus Setiawan
Surabaya pojokpitu.com, Setelah mengamankan 4 tersangka, Satreskrim Polrestabes Surabaya mengidentifikasi dua bayi lain yang diduga menjadi korban perdagangan balita. Selain melakukan pengembangan, polisi masih terus mencari keberadaan balita tersebut yang diduga berada di Surabaya dan Malang.

Menurut Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran, polisi baru berhasil membawa satu korban bayi umur 11 bulan, berinisial AS. Pihak Satreskrim Polrestabes Surabaya, masih terus menyelidiki penjualan bayi yang diduga juga dilakukan sindikat ini. 

"Dari penyelidikan sementara berhasil mengidentifikasi, terdapat 2 bayi lain telah dijual dari tangan seorang ibu warga Malang dan Tanggerang. Akan tetapi sampai saat ini, kami masih mencari keberadaan bayi tersebut," kata AKBP Sudamiran.
 
Sebelumnya, polisi merilis sindikat pelaku perdagangan balita antar kota, yang beraksi melalui media sosial. Dari pengungkapan kasus ini, berhasil menangkap empat tersangka, yaitu ibu kandung balita, pembeli bayi, perantara seorang bidan dan pembuat akun instagram yang diungkap didaerah Bali. Bayi yang diduga hasil hubungan gelap, dijual senilai Rp 15 juta. (pul)



Berita Terkait


Ngenes, Penemuan Orok Terbungkus Karung di Pematang Sawah

Empat Terdakwa Perdagangan Bayi Divonis 3 Tahun

Unik, Nama Bayi Asal Tuban Ini Terdiri Dari 19 Kata

Bayi Laki-Laki Ditemukan di Tepi Selokan Terbungkus Tas Plastik


Hasil Otopsi Bayi di Toilet Puskesmas Meninggal Akibat Cekikan

Polisi Periksa Saksi-Saksi Kasus Dugaan Pembuangan Bayi

Bayi Baru Lahir Ditemukan Meninggal di Toilet Puskesmas

RM, Ayah Biologis Bayi Resmi Ditetapkan Jadi Tersangka

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber