Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Peristiwa 

KPK Sasar Pemkab Malang di Kepanjen dan 3 Kantor Dinas
Kamis, 11-10-2018 | 18:35 wib
Oleh : Khaerul Anwar
Malang pojokpitu.com, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih menggeledah beberpa wilayah Kabupaten Malang, terkait dugaan gratifikasi yang diterima bupati malang.

Kali ini, tim penyidik KPK menggeledah ruangan di Pendopo Kepanjen lantai 6 Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah serta menggeledah Dinas Pengairan, Dinas Kesehatan dan Dinas Perhubungan.

Penggeledahan tersebut ditengarai menjadi lahan basah untuk memanfaatkan dana alokasi khusus tahun 2011, yang menjerat Bupati Malang Rendra Kresna.

KPK terus menyebar tim penyidik menjadi beberapa tim, untuk mempercepat penyidikan dan penggeledahan yang dilakukan dibeberapa tempat dalam 1 hari.

Rata-rata penggeledahan dilakukan siang hari sekitar pukul 11 yang akan berakhir pada malam hari, dengan membawa berkas dalam koper sebagai bahan pemeriksaan.

Sudah 4 hari kpk berada di Malang dan sudah menggeledah sedikitnya sekitar 15 kantor dinas dan yang ada di pendopo, baik yang berada di Kota Malang maupun Kabupaten Malang.

Kepala Dinas Perhubungan, Hafi Lutfi, mengatakan, KPK mendatangi Dinas Perhubungan dan langsung memeriksa dirinya serta 4 kabid yang ada.

"Tidak ada dokumen yang dibawa oleh KPK, hanya meminta laporan anggaran pengelolaan uang dari tahun 2011 hingga 2018," ujar Hafi Lutfi.

Disamping penggeledahan, juga dilakukan pemeriksaan yang keseluruhan diberikan sesuai pengeluaran anggaran dishub. (yos)




Berita Terkait


Mantan Sekda Malang Ditahan KPK Terkait Suap RAPBD Kota Malang Tahun 2014-2015

KPK Kembali Memeriksa Walikota Malang

KPK Limpahkan Berkas Perkara Rendra Kresna ke Penuntutan

Bupati Malang Rendra Kresna Diperiksa KPK Sebagai Saksi


Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber