Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Peristiwa 

Di salah satu rumah sakit di Bojonegoro pada bulan September, terhitung sebanyak 263 warga terjangkit deman berdarah. Foto: Avrizal Ilmi
6 Penderita DBD Meninggal Dunia, Ini Keputusan Pemkab Bojonegoro
Kamis, 11-10-2018 | 12:00 wib
Oleh : Avrizal Ilmi
Berita Video : 6 Penderita DBD Meninggal Dunia, Ini Keputusan Pemkab Bojonegoro
Bojonegoro pojokpitu.com, Tingginya penderita demam berdarah di Bojonegoro menjadi perhatian khusus. Pasalnya dalam sebulan ini 6 penderita DBD meninggal dunia. Serta sebanyak sudah 263 warga Bojonegoro terjangkit penyakit mematikan tersebut.

Di salah satu rumah sakit di Bojonegoro pada bulan September, terhitung sebanyak 263 warga terjangkit deman berdarah, dan 6 warga meninggal dunia. Tingginya penyakit DBD dipicu cuaca yang sangat ekstrem.

Menurut Dyah Whenny , Kasi Penanggulangan Penyakit, data penderita DBD tiap tahun mengalami kenaikan. Tahun 2017 sebanyak 280 penderita dengan kematian sebanyak 9 orang, sementara pada tahun 2018 penderita DBD lebih tinggi dibandingkan tahun lalu.

"Penderita DBD menjadi perhatian khusus kami, sebab saat ini wilayah Bojonegoro sudah masuk kategori kejadian luar biasa terkait banyaknya penderita DBD," kata Dyah.

Saat ini Dinas Kesehatan Bojonegoro, terus melakukan upaya pencegahan, seperti melakukan foging, sosialisasi tiap desa melalui kader jumantik. (pul)

Berita Terkait


Serangan Penyakit Demam Berdarah di Ngawi Meningkat

Musim Penghujan, Siswa Berburu Jentik Cegah Demam Berdarah

6 Penderita DBD Meninggal Dunia, Ini Keputusan Pemkab Bojonegoro

Tahun 2017, 302 Warga Surabaya Derita Demam Berdarah


Tahun 2017, 302 Warga Surabaya Derita Demam Berdarah

Madiun Mewaspadai Penyakit Demam Berdarah

Cegah Demam Berdarah, Kampanyekan Balik Ember

Surabaya Waspada Demam Berdarah
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber