Berita Terbaru :
Bos Memiles Divonis Bebas, Member Bersuka Ria
Pabrik Furniture Terbakar, 2 Karyawan Tewas Terpanggang
Bos Memiles Diputus Bebas, Kuasa Hukum Pertanyakan Pengembalian Aset
Langgar Prokes, Ratusan Warga Terjaring Operasi Yustisi
BLT DD Tahap Akhir Dibagikan, 7 Warga Yang Dicoret Dinsos Belum Dapat Bantuan Apapun
Sidang Putusan Kasus Bayi Salah Identitas, Penggugat Mengaku Sudah Terima Uang Ganti Rugi
Puluhan KK di Desa Mategal Alami Krisis Air Bersih
Laut Tercemar Limbah, Warga Amuk Pabrik Pengolahan Ikan
Polisi Dalami Pelanggaran Kegiatan Festival Layangan
24 Nyawa Melayang Akibat Jebakan Tikus
Forkopimda Koordinasi Kamtibmas Saat Pilkada di Masa Pandemi
Dua Paslon Kampanye, Calon Walikota Petahana Teno Bagi Masker, Gus Ipul Menyapa Warga Terdampak Banjir
Monumen Kresek Saksi Bisu Sejarah Kekejaman PKI di Madiun
Tren Naik Perkara Perceraian di Tengah Pandemi
Aliansi Cinta NKRI Dukung Polda Jatim Bubarkan Deklarasi KAMI
   

Batik Tulis Lamongan Mampu Tembus Pasar Internasional
Pantura  Rabu, 03-10-2018 | 05:10 wib
Reporter : Ahmad Zainuri
Pemerintah Kabupaten Lamongan, terus mendorong pengrajin batik tulis demi peningkatkan produk dan daya saing menghadapi pasar internasional. Foto: Ahmad Zainuri
Lamongan pojokpitu.com, Sebagai salah satu peninggalan tradisi asli Indonesia, pengrajin batik tulis di Lamongan, ikut bersaing dalam menghadapi pasar dunia. Dari 230 motif batik, beberapa karya batik asli Lamongan mampu menembus pasar internasional.

Pemerintah Kabupaten Lamongan, terus mendorong pengrajin batik tulis demi peningkatkan produk dan daya saing menghadapi pasar internasional.

Dukungan pemerintah dalam mendongkrak pengrajin batik untuk selalu berkreativitas, akhirnya berbuah hasil. Bagaimana tidak, batik kontenporer, batik mbah guru dan tenun ikat paradila menjadi produk unggul dipasaran dunia.

Anang Taufik, Kepala Dinas Koperasi Lamongan, menjelaskan, batik Lamongan selama ini tembus di beberapa negara seperti Newzeland, Jerman, Italia dan Chicago Amerika Serikat.

"Harga jual batik dipatok mulai dari harga Rp 200 ribu hingga Rp 4 juta, harga tersebut tergantung dari desaign motif dan tingkat kesulitan dalam pengerjaan," kata Anang Taufik.

Dipasaran, batik dengan motif baru biasanya sangat berpengaruh pada harga penjualan. Tidak menutup kemungkinan, jika motif batik klasik justru dijual dengan harga yang cukup mahal.

Sementara keberadaan desainer muda dapat memberikan kesegaran, sehingga mampu melahirkan desain-desain yang lebih menyesuaikan permintaan pasar. (yos)

Berita Terkait

Serunya Para Wanita Ikuti Tutorial Berkain Batik

Petugas Samsat Kota Blitar Wajib Berbatik Saat Hari Batik

Hari Batik, Pegawai Bandara Juanda Gelar Fashion Show

Batik Tulis Lamongan Mampu Tembus Pasar Internasional
Berita Terpopuler
Monumen Kresek Saksi Bisu Sejarah Kekejaman PKI di Madiun
Tempo Doeloe  5 jam

Hutan Pohon Pelangi, Spot Selfie Apik Bagi Pengunjung
Mlaku - Mlaku  16 jam

Tim Patroli Air Jatim Pantau Pembuangan Limbah Industri
Metropolis  6 jam

Laut Tercemar Limbah, Warga Amuk Pabrik Pengolahan Ikan
Peristiwa  2 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Massa Hadang Penjemputan Pasien Covid 19
Pojok Pitu

Belasan Kartu Keluarga Dijadikan Bungkus Tempe
Pojok Pitu

Langgar Protokol Kesehatan Pertunjukan Seni Musik Tradisional Dibubarkan Satgas ...selanjutnya
Jatim Awan

Angka Gugat Cerai di Sidoarjo Didominasi oleh Pihak Istri
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber