Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Life Style 

Kontemporer, Ini Dia Seni Kombinasi Batik Lukis dan Abstrak Berbahan Dasar Parafin
Selasa, 02-10-2018 | 21:26 wib
Oleh : Tova Pradana
Surabaya pojokpitu.com, Seorang pengrajin batik asal Kabupaten Madiun, mencoba mengkombinasikan antara batik tulis dengan karya seni batik abstrak berbahan dasar lilin atau parafin. Alhasil batik yang baru dirilis bulan ini sudah mendapatkan order sekitar 60 lembar dan hasilnya pun cukup memuaskan .

Berawal dari rasa bosan dengan karya batik seni tulis dan ingin mengkombinasikan dengan karya abstrak, seorang ibu rumah tangga Rini Susanti mengajak ibu - ibu di Desa Sendang Rejo Kecamatan Kabupaten Madiun untuk  mengkombinasikan karya seni batik tulis dengan seni abstrak parafin yang sudah dicairkan .

Sama seperti halnya metode batik tulis, hanya  saja membatik abstrak dengan cipratan air parafin yang sudah dipanaskan lebih mudah dan simple. Dengan membuat cetakan pola, kemudian parafin yang sudah dipanasi hingga mencair diciprat - cipratkan ke kain. Setelah kering kemudian dikombinasi dengan batik tulis yang sesuai pola.

Membatik dengan cara ini memang baru ditekuni oleh Rini Susanti sejak dua bulan terakhir . Dirinya mengaku mendapatkan ide tersebut setelah mendapatkan bimbingan belajar membatik di daerah Kulon Progo. Kemudian dengan memiliki karyawan yang tak lain adalah tetangganya kini Rini mulai memasarkan batik kontemporer tersebut .

Hasilnya pun cukup banyak diminati masyarakat. Selain warnanya yang cerah serta terdapat seni batik tulis, namun cipratan air parafin yang abstrak menambah daya tarik tersendiri di kain batik tersebut.  "Untuk satu lembar kain batik abstrak harga senilai Rp 175 ribu, sedangkan batik tulis full harga senilai Rp 250 ribu," tutur Rini Susanti.

Para pekerja yang baru mulai menggeluti seni batik abstrak ini pun tidak merasa kesulitan. Dalam sehari mereka dapat menghasilkan karya batik 2 lembar kain. Untuk satu lembar kain batik, karya seni mereka dihargai Rp 80 ribu.

Popularitas batik Indonesia kian melonjak. Hingga pada 2009 lalu, lembaga PBB bidang pendidikan, keilmuan, dan kebudayaan (UNESCO) menetapkan batik sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan non bendawi. Bahkan hampir setiap kecamatan di Kabupaten Madiun kini terdapat industri rumah batik khas tersendiri.(end)





Berita Terkait


Begini Cara Siswa SLB dan Difabelitas Peringati Hari Batik

Peringati Hari Batik, Pelajar dan Pengunjung Mall Membatik Bersama

Pelayanan Rumah Sakit Tongas Mengenakan Busana Batik di Hari Batik Nasional

Batik Tulis Lamongan Mampu Tembus Pasar Internasional


Ratusan Peserta Semarakkan Batik Malang Parade 2018

Kontemporer, Ini Dia Seni Kombinasi Batik Lukis dan Abstrak Berbahan Dasar Parafin

Dongkrak Minat Kaum Milenial Terhadap Batik

Hari Batik Nasional, Para Pengrajin di Pamekasan Keluhkan Penjualan
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber