Berita Terbaru :
18 Tokoh Dianggap Layak jadi Menteri, Ada Ahok dan Grace Natalie
   

Kadin Surabaya : Pengaruh Rupiah Melemah di Surabaya Tidak Terlalu Signifikan
Ekonomi Dan Bisnis  Selasa, 02-10-2018 | 18:11 wib
Reporter : Selvy Wang
Surabaya pojokpitu.com, Melemahnya nilai rupiah cukup mempengaruhi perekonomian di Surabaya, meski tidak terlalu signifikan. Kamar Dagang dan Indstri (Kadin) Surabaya berharap pemerintah tidak hanya mengeluarkan kebijakan moneter, namun kebijakan yang mengatur impor.

Nilai rupiah yang terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat dan bahkan menyentuh level Rp 15 ribu. Di Surabaya sendiri cukup terpengaruh dengan melemahnya rupiah, namun tidak terlalu signifikan.

Ini karena menurut Jamhadi, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surabaya, dari persentase jumlah pengusaha yang ada di Surabaya yang mengimpor bahan untuk produksinya hanya 0,24 persen. Sisanya hanya di level mikro, kecil, menengah 97 persen dan level besar 2,4 persen.

Dari 0,24 persen itu, kebanyakan bergerak di bidang teknologi informasi, mesin, transport , perlistrikan, kapal dan spare part mesin. Jamhadi menjelaskan, sektor itulah yang sangat terdampak nilai tukar, karena harus mendatangkan barang dari luar negeri.

"Apalagi industri pengolahan , transportasi dan teknologi ikut memberikan andil dalam nilai PDRB Kota Surabaya yang mencapai Rp 400 triliun," kata Jamhadi, Ketua Kadin Surabaya.

Kadin berharap, dalam mengatasi persoalan melemahnya nilai rupiah ini, pemerintah tak hanya mengatasinya melalui kebijakan moneter, namun juga harus mengeluarkan kebijakan yang mengatur barang impor, khususnya barang impor untuk industri.(end)

Berita Terkait

Kadin Surabaya : Pengaruh Rupiah Melemah di Surabaya Tidak Terlalu Signifikan
Berita Terpopuler


Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber