Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Peristiwa 

Tradisi Bersih Desa Reog Cilik Gali Seniman Sejak Dini
Selasa, 02-10-2018 | 17:34 wib
Oleh : Tova Pradana
Madiun pojokpitu.com, Berbagai cara di lakukan untuk merayakan bulan Suro atau tahun baru Islam. Salah satunya, desa yang ada di Kabupaten Madiun dengan menggelar festival budaya. Selain berjalan kaki mengelilingi desa, penampilan reog cilik untuk menciptakan generasi seniman sejak dini.

Festival budaya yang digelar oleh warga Desa Kepel Kecamatan Kare Kabupaten Madiun, setiap tahun digelar dalam memperingati tahun baru Islam atau bulan Suro . Gelaran bersih desa dilakukan sebagai rasa syukur kepada Tuhan atas nikmat hasil bumi yang diraih selama satu tahun oleh warga Lereng Wilis tersebut .

Para peserta menampilkan kreasi tari maupun kreatifitas busana yang peserta gunakan. Tak kalah serunya, seni jaranan dan kesenian reog ikut meramaikan festival, sehingga menarik warga yang datang untuk melihat. Tak kalah seru reog cilik, juga unjuk kebolehan.

"Saya menyukai kesenian jaranan dan reog, kami bermain atas kemauan sendiri," tutur Aldo.

Reog cilik ini juga sebagai nguri - nguri budaya , yang perlu dilestarikan serta ditularkan kepada anak - anak sejak dini.

Agenda festival budaya yang dikemas kali ini merupakan agenda kepel kultur festival untuk menunjukan kepada masyarakat yang lain, bahwa desa Kepel merupakan desa wisata, selain ada wisata alam, juga seni budayanya.(end)

Berita Terkait


Tradisi Bersih Desa Reog Cilik Gali Seniman Sejak Dini

Ribuan Warga Ponorogo Gelar Bersih Desa Dengan Sapu Lidi


Bersih Desa Tampilkan Budaya Lokal Kediri

Pawai Karnaval Bersih Desa Menjadi Ajang Hiburan Bagi Masyarakat

Bersih Desa Lingkungan Duwet Mengundang Gus Gendeng

Kesurupan Massal Mewarnai Ritual Bersih Desa

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber