Berita Terbaru :
Direktur Pasca Sarjana UINSA Melapor Dianiaya Teman Sejawat
Tabrak Dump Truk Parkir, Seorang Pengendara Tewas di Mojokerto
Dua Bakal Calon Bupati Sidoarjo Masih Menunggu Rekom DPP PDIP
Polda Jatim Gelar Lomba Dalmas Sabhara dan Wanteror Brimob
Sholawat Lita Machfud berkumandang di Kampung Surabaya
Sangat Penting Mencegah Konflik Dengan Teman
Satgas Covid Sidoarjo Gelar Razia Masker di Pasar Taman
KPU Sumenep Umumkan Pendaftaran Cabup dan Cawabup Segera Dibuka September
Gas Lpg 3 Kilogram di Magetan Mulai Sulit Didapat
Tercatat, Ratusan Hektar Sawah di Kabupaten Madiun Rusak Diserang Hama Wereng
Lestarikan Sumber Mata Air, Bupati Bojonegoro Bersama Forkopimda dan Masyarakat Kerja Bakti
Razia Warung Remang-Remang, Amankan Terduga PSK
Satu Pedagang Meninggal Covid, Ratusan Warga Dirapid
Indahnya Hamparan Hijau Bukit Betitang dan Buki Candi Diujung Selatan Probolinggo
Lagi, Perawat Senior RS Delta Surya Meninggal Akibat Covid 19
   

Harga dan Pasokan Kedelai Impor di Kabupaten Ngawi Stabil
Mataraman  Jum'at, 28-09-2018 | 05:09 wib
Reporter : Herpin Pranoto
pasokan kedelai impor sejak 5 bulan terakhir masih stabil. Foto: Herpin Pranoto
Ngawi pojokpitu.com, Pasokan kedelai impor untuk kebutuhan usaha tempe dan tahu di Kabupaten Ngawi masih normal, harga kedelai impor dari Amerika Serikat, sejak bulan mei relatif stabil. Setiap kilogram kedelai impor dijual pada kisaran Rp 7000 hingga Rp 7500 rupiah.

Seperti suasana yang terpantau di sentra usaha tempe dan kripik tempe, Dusun Sadang Desa Karangtengah Prandon Kota Ngawi. Mayoritas warga setempat sangat bergantung dengan komoditas kedelai impor untuk mendukung usahanya. Pelemahan rupiah, belum terlalu mempengaruhi aktivitas ekonomi  Jamil, penjual  kedelai impor.  

Menurutnya pasokan kedelai impor sejak 5 bulan terakhir masih stabil, stok kedelai impor di tokonya. Dalam sehari 6 ton kedelai impor, dibeli pengusaha tempe dan kripik tempe serta pengusahan tahu.

"Ada 3 jenis, kedelai impor dari Amerika Serikat, yaitu bola, soybean dan pagoda. Kondisi harganya juga cukup stabil, setiap kilogramnya dijual antara Rp 7400 hingga Rp 7500 rupiah," jelas Jamil.

Efek negatif pelemahan rupiah juga belum dirasakan oleh Rustamaji, penjual kedelai. Dalam sehari, dia mampu menjual kedelai impor sekitar 2 ton.

"Harga kedelai impor jenis bola yang dijual relatif stabil sejak bulan Mei, yaitu sebesar Rp 7500 ribuper kilogram," Tutur Rustamaji.

Mayoritas kedelai impor yang beredar di kawasan tersebut berasal dari Amerika Serikat. Pedagang sempat menjual kedelai impor dari China dan Brazil, namun harganya lebih mahal dan kurang disukai pasar. (yos)

Berita Terkait

Harga dan Pasokan Kedelai Impor di Kabupaten Ngawi Stabil

Harga Kedelai Lokal di Pasar Besar Ngawi Turun

Dolar AS Naik, Harga Kedelai Juga Ikut Naik

Mahalnya Harga Kedelai Impor, Pengusaha Tempe Tahu Kurangi Ukuran
Berita Terpopuler
Punggung Naga, Jalur Ekstrim Menuju Puncak Piramid
Mlaku - Mlaku  11 jam

Lagi, Perawat Senior RS Delta Surya Meninggal Akibat Covid 19
Metropolis  10 jam

Indahnya Hamparan Hijau Bukit Betitang dan Buki Candi Diujung Selatan Probolingg...selanjutnya
Mlaku - Mlaku  9 jam

Tercatat, Ratusan Hektar Sawah di Kabupaten Madiun Rusak Diserang Hama Wereng
Peristiwa  5 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Pesawat Tempur Tergelincir di Lanud Iswahjudi
Jatim Awan

Karyawan Toko Tipu Korban dan Gelapkan Ribuan Lpg
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber