Berita Terbaru :
Rempah Nusantara Potensial Rebut Pasar Dunia
Warung Makan Gratis, Bantu Warga di Tengah Pandemi
Survey ARC Indonesia, Elektabilitas Machfud Arifin Salip Eri Cahyadi
Anggota Fraksi Demokrat Turun Gunung All Out Menangkan Paslon No 1 di Pilkada Pacitan
Tol Krian Kebomas Gresik Sudah Beroperasi Per Desember
Kota Batu Masuk Zona Merah, Ketua Satgas Covid Sebut Ini Penyebabnya
Tersesat Saat Berusaha Kabur, Dua Maling Diamuk Massa
Penjagaan Logistik di Kecamatan Dijaga Selama 24 Jam
Warga Buduran Meninggal Dunia Saat Berolahraga
Antisipasi Kerawanan Pilkada, KPU Belum Distribusikan Surat Suara
Apel Pengamanan dan Simulasi Pilkada Dengan Terapkan Protokol Kesehatan
Ketidaknetralan ASN Pemkot Surabaya Dilaporkan ke Kejati Hingga Mabes Polri
Jelang Pilwali, Kadinkes Bagikan Penghargaan, Wakil Ketua DPRD Surabaya Ingatkan Jaga Netralitas
Sejumlah Sekolah Masih Adakan Tatap Muka
Kenaikan Covid di Jatim Mencapai 460 Orang
   

Harga dan Pasokan Kedelai Impor di Kabupaten Ngawi Stabil
Mataraman  Jum'at, 28-09-2018 | 05:09 wib
Reporter : Herpin Pranoto
pasokan kedelai impor sejak 5 bulan terakhir masih stabil. Foto: Herpin Pranoto
Ngawi pojokpitu.com, Pasokan kedelai impor untuk kebutuhan usaha tempe dan tahu di Kabupaten Ngawi masih normal, harga kedelai impor dari Amerika Serikat, sejak bulan mei relatif stabil. Setiap kilogram kedelai impor dijual pada kisaran Rp 7000 hingga Rp 7500 rupiah.

Seperti suasana yang terpantau di sentra usaha tempe dan kripik tempe, Dusun Sadang Desa Karangtengah Prandon Kota Ngawi. Mayoritas warga setempat sangat bergantung dengan komoditas kedelai impor untuk mendukung usahanya. Pelemahan rupiah, belum terlalu mempengaruhi aktivitas ekonomi  Jamil, penjual  kedelai impor.  

Menurutnya pasokan kedelai impor sejak 5 bulan terakhir masih stabil, stok kedelai impor di tokonya. Dalam sehari 6 ton kedelai impor, dibeli pengusaha tempe dan kripik tempe serta pengusahan tahu.

"Ada 3 jenis, kedelai impor dari Amerika Serikat, yaitu bola, soybean dan pagoda. Kondisi harganya juga cukup stabil, setiap kilogramnya dijual antara Rp 7400 hingga Rp 7500 rupiah," jelas Jamil.

Efek negatif pelemahan rupiah juga belum dirasakan oleh Rustamaji, penjual kedelai. Dalam sehari, dia mampu menjual kedelai impor sekitar 2 ton.

"Harga kedelai impor jenis bola yang dijual relatif stabil sejak bulan Mei, yaitu sebesar Rp 7500 ribuper kilogram," Tutur Rustamaji.

Mayoritas kedelai impor yang beredar di kawasan tersebut berasal dari Amerika Serikat. Pedagang sempat menjual kedelai impor dari China dan Brazil, namun harganya lebih mahal dan kurang disukai pasar. (yos)

Berita Terkait

Harga dan Pasokan Kedelai Impor di Kabupaten Ngawi Stabil

Harga Kedelai Lokal di Pasar Besar Ngawi Turun

Dolar AS Naik, Harga Kedelai Juga Ikut Naik

Mahalnya Harga Kedelai Impor, Pengusaha Tempe Tahu Kurangi Ukuran
Berita Terpopuler
Kawanan Begal Todongan Pistol Rampas Motor Milik Remaja
Peristiwa  9 jam

Laka Elf Vs Truk, 3 Korban Meninggal Dunia Terbakar
Peristiwa  11 jam

Survey The Republic Institute: Penantang Berpeluang Terpilih
Pilkada  8 jam

Ketidaknetralan ASN Pemkot Surabaya Dilaporkan ke Kejati Hingga Mabes Polri
Politik  5 jam



Cuplikan Berita
Fenomena Alam Awan Berbentuk Cincin Ramai Diperbincangkan
Pojok Pitu

Banjir Kiriman Rendam 54 Rumah Warga di Kawasan Kota
Pojok Pitu

Laka Elf Vs Truk, 3 Korban Meninggal Dunia Terbakar
Jatim Awan

Semeru Erupsi, Ratusan Warga di Kecamatan Pronojiwo Semeru Mengungsi
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber