Berita Terbaru :
Pemulihan Ekonomi, Petani Keramba Apung Dapat Bantuan Bibit Lobster
Antispasi Cluster Baru, Polresta Sweeping Kendaraan Masuk Sidoarjo
Ini Beberapa Penemuan Bawaslu Selama Tahapan Kampanye
Video Eri-Armudji Sengaja Kampanye Melibatkan Anak SMP
Diresmikan Menteri Desa, Digitalisasi Desa di Tulungagung Mudahkan Urusan Warga
Budaya Perayaan Maulid Nabi di Pulau Bawean Berlangsung Meriah
Kapal Motor Muatan Solar Terbakar di Dermaga Pulau Gili Ketapang
Kemenhub Bersama Pemkab Sediakan Angkutan Gratis Menuju Ijen
Jalan Penghubung Antar Kecamatan Longsor, Kendaraan Roda 4 Tidak Bisa Melintas
Sinergi Dunia Usaha dan Dunia Industri Cetak Wirausaha Bidang Teknologi
Momen Sumpah Pemuda, Mahcfud Napak Tilas Kediaman WR Soepratman
Kakorlantas Cek Pos Pengamanan Libur Panjang
Diduga Bunuh Diri, Pengamen Ditemukan Tewas Leher Tergorok di Kamarnya
Truk Penambang Pasir Terseret Banjir Lahar Semeru
Relawan KIP Progo 5 Hadirkan Saksi Risma Belum Kantongi Izin Kampanye
   

Harga dan Pasokan Kedelai Impor di Kabupaten Ngawi Stabil
Mataraman  Jum'at, 28-09-2018 | 05:09 wib
Reporter : Herpin Pranoto
pasokan kedelai impor sejak 5 bulan terakhir masih stabil. Foto: Herpin Pranoto
Ngawi pojokpitu.com, Pasokan kedelai impor untuk kebutuhan usaha tempe dan tahu di Kabupaten Ngawi masih normal, harga kedelai impor dari Amerika Serikat, sejak bulan mei relatif stabil. Setiap kilogram kedelai impor dijual pada kisaran Rp 7000 hingga Rp 7500 rupiah.

Seperti suasana yang terpantau di sentra usaha tempe dan kripik tempe, Dusun Sadang Desa Karangtengah Prandon Kota Ngawi. Mayoritas warga setempat sangat bergantung dengan komoditas kedelai impor untuk mendukung usahanya. Pelemahan rupiah, belum terlalu mempengaruhi aktivitas ekonomi  Jamil, penjual  kedelai impor.  

Menurutnya pasokan kedelai impor sejak 5 bulan terakhir masih stabil, stok kedelai impor di tokonya. Dalam sehari 6 ton kedelai impor, dibeli pengusaha tempe dan kripik tempe serta pengusahan tahu.

"Ada 3 jenis, kedelai impor dari Amerika Serikat, yaitu bola, soybean dan pagoda. Kondisi harganya juga cukup stabil, setiap kilogramnya dijual antara Rp 7400 hingga Rp 7500 rupiah," jelas Jamil.

Efek negatif pelemahan rupiah juga belum dirasakan oleh Rustamaji, penjual kedelai. Dalam sehari, dia mampu menjual kedelai impor sekitar 2 ton.

"Harga kedelai impor jenis bola yang dijual relatif stabil sejak bulan Mei, yaitu sebesar Rp 7500 ribuper kilogram," Tutur Rustamaji.

Mayoritas kedelai impor yang beredar di kawasan tersebut berasal dari Amerika Serikat. Pedagang sempat menjual kedelai impor dari China dan Brazil, namun harganya lebih mahal dan kurang disukai pasar. (yos)

Berita Terkait

Harga dan Pasokan Kedelai Impor di Kabupaten Ngawi Stabil

Harga Kedelai Lokal di Pasar Besar Ngawi Turun

Dolar AS Naik, Harga Kedelai Juga Ikut Naik

Mahalnya Harga Kedelai Impor, Pengusaha Tempe Tahu Kurangi Ukuran
Berita Terpopuler
Relawan KIP Progo 5 Hadirkan Saksi Risma Belum Kantongi Izin Kampanye
Pilkada  5 jam

Libur Panjang, Ratusan Personil Gabungan Disiagakan
Peristiwa  18 jam

Momen Sumpah Pemuda, Mahcfud Napak Tilas Kediaman WR Soepratman
Metropolis  4 jam

Hendak Mencuri Motor Residivis Keok Ditangan Polisi
Peristiwa  17 jam



Cuplikan Berita
Kebakaran Pemukiman Padat Penduduk, Dua Rumah Petak Ludes Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Kafe di Area Alon-Alon Kota Terbakar
Pojok Pitu

Terjatuh Dari Motor Curiannya, Pelaku Babak Belur Dimassa
Jatim Awan

Banjir Lahar Ganggu Aktivitas Warga dan Penambang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber