Berita Terbaru :
Satu ASN Positif Corona, Kemenag Berlakukan Karantina Mandiri
Posko Terpadu Pemantauan Warga Pendatang Dioperasikan di Stasiun dan Terminal
Sebut Dokter RSNU Positif Corona, WA Bupati Tuban Langsung Jadi Viral
Warga Magetan Jaga Kawasan Tertib Physical Distancing
Pemkab Ngawi Hapus Tarikan Retribusi Pedagang Pasar
Petugas dan Tim Medis Diperintahkan Awasi Zona Merah
Gara-Gara Tagihan Listrik Warga Blitar Tewas Ditusuk
Penghadang Rombongan Bupati Tulungagung Diamankan Polisi
5 Hari Sudah Pencarian, Adelia Safitri Korban Hanyut Tak Ditemukan
Duh, Pohon Tumbang Timpa Mobil Parkir
Masuk Zona Merah, Akses Gerbang Tol Madiun Diperketat
Akses Jalan Jompo Secara Resmi Dibuka Kembali
Ratusan Santri Lirboyo Telah Tiba di Probolinggo
Kabupaten Madiun Menjadi Salah Satu Daerah Zona Merah di Jatim
Jadi Endorse Arisan Online, Tyara Barbie Diperiksa Polda Jatim
   

Harga dan Pasokan Kedelai Impor di Kabupaten Ngawi Stabil
Mataraman  Jum'at, 28-09-2018 | 05:09 wib
Reporter : Herpin Pranoto
pasokan kedelai impor sejak 5 bulan terakhir masih stabil. Foto: Herpin Pranoto
Ngawi pojokpitu.com, Pasokan kedelai impor untuk kebutuhan usaha tempe dan tahu di Kabupaten Ngawi masih normal, harga kedelai impor dari Amerika Serikat, sejak bulan mei relatif stabil. Setiap kilogram kedelai impor dijual pada kisaran Rp 7000 hingga Rp 7500 rupiah.

Seperti suasana yang terpantau di sentra usaha tempe dan kripik tempe, Dusun Sadang Desa Karangtengah Prandon Kota Ngawi. Mayoritas warga setempat sangat bergantung dengan komoditas kedelai impor untuk mendukung usahanya. Pelemahan rupiah, belum terlalu mempengaruhi aktivitas ekonomi  Jamil, penjual  kedelai impor.  

Menurutnya pasokan kedelai impor sejak 5 bulan terakhir masih stabil, stok kedelai impor di tokonya. Dalam sehari 6 ton kedelai impor, dibeli pengusaha tempe dan kripik tempe serta pengusahan tahu.

"Ada 3 jenis, kedelai impor dari Amerika Serikat, yaitu bola, soybean dan pagoda. Kondisi harganya juga cukup stabil, setiap kilogramnya dijual antara Rp 7400 hingga Rp 7500 rupiah," jelas Jamil.

Efek negatif pelemahan rupiah juga belum dirasakan oleh Rustamaji, penjual kedelai. Dalam sehari, dia mampu menjual kedelai impor sekitar 2 ton.

"Harga kedelai impor jenis bola yang dijual relatif stabil sejak bulan Mei, yaitu sebesar Rp 7500 ribuper kilogram," Tutur Rustamaji.

Mayoritas kedelai impor yang beredar di kawasan tersebut berasal dari Amerika Serikat. Pedagang sempat menjual kedelai impor dari China dan Brazil, namun harganya lebih mahal dan kurang disukai pasar. (yos)

Berita Terkait

Harga dan Pasokan Kedelai Impor di Kabupaten Ngawi Stabil

Harga Kedelai Lokal di Pasar Besar Ngawi Turun

Dolar AS Naik, Harga Kedelai Juga Ikut Naik

Mahalnya Harga Kedelai Impor, Pengusaha Tempe Tahu Kurangi Ukuran
Berita Terpopuler
Ruas Jalan Protokol Sumenep Disemprot Menggunakan Damkar
Peristiwa  15 jam

Kurangi Resiko Tertular Covid-19 RS UMM Ciptakan APD
Pendidikan  14 jam

Relawan MBLC, Bersama-Sama Perangi Corona
Malang Raya  12 jam

Physical Distancing Diperluas, Cegat Kendaraan Masuk Kota Batu
Malang Raya  9 jam



Cuplikan Berita
Viral, Wakil Bupati Sidoarjo Ikut Memakamkan Pasien Positif Corona
Pojok Pitu

Seorang Dokter Sidoarjo Tertular Virus Covid 19, Satu Perawat PDP
Pojok Pitu

Gubernur Jatim Takziah ke Kediaman Ibunda Presiden Jokowi
Jatim Awan

Santri di Jombang Gelar Sholat Ghoib Ibunda Presiden
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber