Berita Terbaru :
Dua Penyuap Bupati Sidoarjo Syaiful Ilah Diadili
Penyemprotan Massal Terus Digalakkan Cegah Covid-19
Cairan Desinfektan Untuk Penyemprotan Dan Bilik Sterilisasi Dipastikan Aman
Dewan Kota Surabaya Soroti Kandungan Bahan Kimia Bilik Sterilisasi yang Dibuat Pemkot
Pemkot Surabaya Akan Terapkan Karantina Wilayah Cegah Covid 19
Kondisi Terkini Penyebaran Virus Covid 19 di Kabupaten Sidoarjo
Jokowi Larang Warga Mudik ke Kampung Halaman
Bupati Banyuwangi Umumkan 1 PDP Positif Virus Corona
Empat Positif Covid-19, Petugas Gabungan Semprot Disinfektan di Wilayah Kecamatan Terdampak
Pemburu Biawak Ditemukan Tewas Mengapung di Sungai
Dituntut 7 Tahun, Sekda Gresik Divonis Bebas
Pasien Positif Covid 19, Jalani Isolasi Mandiri di Rumah
Pastikan Tidak Lockdown, Targetkan Zero Covid-19
Anggota DPRD Jatim Diana Amaliyah Nilai APD di Magetan Masih Minim
Dinkes: Warga Mojopurno yang Dijemput Tim Medis BerAPD Sakit Flu Biasa
   

Harga Kedelai Lokal di Pasar Besar Ngawi Turun
Mataraman  Jum'at, 28-09-2018 | 02:14 wib
Reporter : Herpin Pranoto
Harga kedelai lokal ditingkat eceran, relatif stabil dalam 2 bulan terakhir. Foto: Herpin Pranoto
Ngawi pojokpitu.com, Pasokan kedelai lokal di Pasar Besar Ngawi, terpantau masih normal. Bersamaan panen raya ditingkat pedagang besar, harga kedelai lokal perkilogramnya cenderung turun dari Rp 8.000 menjadi Rp 7.000, sedangkan ditingkat pedagang eceran, harga kedelai lokal masih stabil dikisaran Rp 8000 hingga Rp 8500.

Pelemahan rupiah pada tahun ini, tidak terlalu berpengaruh terhadap aktivitas di Pasar Besar Ngawi. Salah satunya komoditas kedelai yang pasokan secara nasional  masih bergantung impor.

Di pasar rakyat ini kedelai impor sulit  ditemukan, salah satu pedagang, Masri menyatakan, para pedagang lebih suka menjual kedelai lokal, menyesuaikan permintaan konsumen.

"Kedelai lokal dijual berdasarkan kategori stok baru dan stok lama, harganya lebih mahal kedelai lokal stok baru, karena bisa dikecambahkan untuk memenuhi kebutuhan usaha kuliner," ujar Masri.

Harga kedelai lokal ditingkat eceran, relatif stabil dalam 2 bulan terakhir. Kedelai lokal umumnya dijual di pasar tradisonal, untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Sedangkan kedelai impor biasanya untuk memenuhi kebutuhan usaha pembuatan tempe dan tahu, yang penjualannya memiliki saluran distribusi tersendiri. (yos)

Berita Terkait

Harga dan Pasokan Kedelai Impor di Kabupaten Ngawi Stabil

Harga Kedelai Lokal di Pasar Besar Ngawi Turun

Dolar AS Naik, Harga Kedelai Juga Ikut Naik

Mahalnya Harga Kedelai Impor, Pengusaha Tempe Tahu Kurangi Ukuran
Berita Terpopuler
Mantan Kadinkes Kabupaten Malang Akhirnya Ditahan Kejari Kabupaten Malang
Hukum  6 jam

Dituntut 7 Tahun, Sekda Gresik Divonis Bebas
Hukum  3 jam

Puluhan Peserta Kongres Demokrat Dites Corona, Begini Hasilnya
Politik  19 jam

Tulungagung Konfirmasi Kasus Positif Covid 19 Pertama
Covid-19  10 jam



Cuplikan Berita
Viral, Wakil Bupati Sidoarjo Ikut Memakamkan Pasien Positif Corona
Pojok Pitu

Seorang Dokter Sidoarjo Tertular Virus Covid 19, Satu Perawat PDP
Pojok Pitu

Gubernur Jatim Takziah ke Kediaman Ibunda Presiden Jokowi
Jatim Awan

Santri di Jombang Gelar Sholat Ghoib Ibunda Presiden
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber