Berita Terbaru :
8 Pelaku Pemerkosa Janda Muda di Kokop Bangkalan Akhirnya Dibekuk
Interpelasi Dinilai Sangat Prematur dan Bukan Kewenangan Komisi C
Sekolah Mulai Sosialisasikan Pembelajaran Daring Untuk Siswa Baru
Timbul Kritikan, Program Kartu Prakerja di Jatim Dihentikan
RDP Soal Program BPNT Memanas
Pemkab Bojonegoro Siapkan 1.000 Tangki Air Bersih Atasi Dampak Kekeringan
Harga Hewan Kurban Naik Jelang Idul Adha
Ratusan Warga Gelar Aksi Protes Pembangunan Double Track Tanpa Underpass
Akhirnya Bapak-Anak Kompak Tinggal di Penjara Karena Maling HP
Wisata Tematik Beiji Park Gelar Simulasi New Normal
   

Tolak Keputusan KPUD, Massa Terlibat Bentrok Dengan Polisi
Tapal Kuda Dan Madura  Jum'at, 21-09-2018 | 14:10 wib
Reporter : Farid Fahlevi
Massa yang kecewa tututannya tidak dipenuhi, langsung bertindak anarkis hingga terlibat bentrok dengan polisi. Foto: Farid Fahlevi
Probolinggo pojokpitu.com, Ratusan massa dari salah satu calon yang tidak puas menyerang kantor KPUD Kota Probolinggo, Jumat (21/9) siang. Massa menuntut hasil pemilihan umum presiden dan wakil presiden diulang, karena diduga banyak kecurangan.

Massa yang kecewa tututannya tidak dipenuhi, langsung bertindak anarkis hingga terlibat bentrok dengan polisi. Aksi massa semakin tidak terkendali, 1 unit mobil water canon diterjunkan kelokasi dan polisi melepaskan tembakan peringatan untuk membubarkan massa.
 
Tidak hanya itu, massa mulai beringas dengan melempari barikade polisi, yang membuat kewalahan pasukan pengedali massa dari Polres Probolinggo Kota.
 
Polisi kemudian menambah pasukan pengamanan dengan perlengkapan tameng serta pentungan. Bukannya takut, massa justru semakin anarkis, polisipun menjadi bulan-bulanan pelemparan massa.
 
Karena tersudut polisi kemudian melakukan perlawanan, karena massa terus mencoba menerobos barikade polisi, hingga baku hantam dan pelemparan semakin meluas. Untuk melampiaskan kekesalan, massa melakukan pembakaran ban bekas di jalan raya.
 
Polisi harus menembakkan meriam air untuk membubarkan massa, tidak hanya sampai disana, polisi juga menembakkan gas air mata.
Walaupun sempat terjadi aksi anarkis dan pembakaran, namun simulasi penanganan Pilpres ini tidak sampai memakan korban jiwa.
 
AKBP Aflian Nurrizal, Kapolres Probolinggo Kota, mengatakan,  simulasi sendiri bertujuan, untuk mengantispasi segala kemungkinan yang ada, "Termasuk unjuk rasa dari salah satu calon yang tidak puas atas keputusan KPUD," ujar AKBP Alfian Nurrizal.
 
Pihak Polres sendiri, sudah mempersiapkan ribuan  personil gabungan dalam pengamanan Pilpres dan pemilihan legislatif. (yos)

Berita Terkait

Tolak Keputusan KPUD, Massa Terlibat Bentrok Dengan Polisi
Berita Terpopuler
Wisata Tematik Beiji Park Gelar Simulasi New Normal
Mlaku - Mlaku  8 jam

Akhirnya Bapak-Anak Kompak Tinggal di Penjara Karena Maling HP
Peristiwa  7 jam

Harga Hewan Kurban Naik Jelang Idul Adha
Ekonomi Dan Bisnis  6 jam

Timbul Kritikan, Program Kartu Prakerja di Jatim Dihentikan
Peristiwa  3 jam



Cuplikan Berita
Tiga Pedagang Reaktif, Pasar Kunir Ditutup
Pojok Pitu

Tolak Tracing, Warga Usir Petugas Medis Covid-19
Pojok Pitu

Budidaya Bonsai Kelapa Mulai Digemari di Mojokerto
Jatim Awan

Evakuasi Jasad Pendaki Lawu, Lewat Jawa Tengah
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber