Berita Terbaru :
Pria Kurus Masuk Kantor Dinas Perpustakaan dan Acak Acak Ruang Kerja, Terekam CCTV
Cegah Covid-19, Polisi Dirikan 10 Kampung Tangguh
Di Kabupaten Probolinggo, Positif Covid Bertambah 6 Orang, Total Menjadi 83 Orang
Polisi Olah TKP Kejadian Kebakaran Mobil Menewaskan Dua Anak
Kyai Tokoh Masjid Ampel Tutup Usia Saat Sholat
Risma : Belum Saatnya Bahas New Normal untuk Kota Surabaya
Pesta Narkoba di Villa Pacet, Dua Sopir Travel Digerebek Petugas BNN Kota Mojokerto
New Normal, Jokowi Kerahkan Aparat Disiplinkan Warga di Keramaian
Warga Giripurno Kembali Jalani Rapid Test, Pasien Reaktif Langsung di-Swab Massal
Tabrak Pejalan Kaki Hingga Tewas, Sepeda Motor Ini Terbakar
Tiga Karyawan Reaktif, Layanan Dispendukcapil Tulungagung Ditutup Sementara
Tak Terima Tanaman Pete Ditimbuni Sampah, Kakak Ipar Bantai Adik Ipar
Polisi Periksa 3 TKW Yang Mudik Dari Taiwan
Dua Balita Asal Lumajang Terkonfimasi Positif Corona
Satu Rumah Roboh, Tiga Rumah Rusak Parah
   

Dampak Kemarau, Biaya Irigasi Petani Padi Meningkat
Mataraman  Rabu, 19-09-2018 | 03:15 wib
Reporter : Herpin Pranoto
Dalam satu musim tanam, mereka bisa mendapatkan??uang belasan juta rupiah. Foto: Herpin Pranoto
Ngawi pojokpitu.com, Musim kemarau membuat para petani tanaman padi di Kabupaten Ngawi, harus cerdas dalam manajemen usaha tani. Pasalnya, biaya pengairan meningkat hingga mencapai 40 persen dari total biaya tanam.

Saat panen raya biaya irigasi mengurangi keuntungannya, sebaliknya kemarau mebawa berkah tersendiri bagi pengelola sumur irigasi, karena pendapatannya ikut meningkat. Dalam satu musim tanam, mereka bisa mendapatkan  uang belasan juta rupiah.

Areal pertanian di Desa Watualang Kota Ngawi, saat musim kemarau terlihat hijaunya tanaman padi. Para petani harus berpikir keras, terkait pengelolaan usaha tani, khususnya kebutuhan irigasi.

Setiap 5 hari sekali, para petani  harus membeli air untuk mengairi sawahnya dari sumur dalam bantuan pemerintah pusat, yang di kelola oleh kelompok tani setempat.

Salah satu petani, Sadirin, menjelaskan, biaya irigasi cukup menguras dompet dengan tarif sekitar Rp 70 ribu per jam. Jika terlambat mengairi sawah, tanaman padinya beresiko tumbuh tak normal dan bahkan bisa  mati.

"Hingga menjelang panen tiba, sudah Rp 2 juta lebih biaya pengairan yang dikeluarkan, belum termasuk upah pekerja dan kebutuhan pupuk. Meningkatnya biaya irigasi, berdampak pada menipisnya keuntungan hasil panen," jelas Sadirin.

Pengelola sumur dangkal, Sukamto mengatakan, kemarau membawa berkah baginya, dalam dan sumur dangkal karena pendapatannya meningkat, untuk sumur pompa dalam pendapatan digunakan untuk biaya operasional dan biaya perbaikan.

"Pendapatan dikelola sendiri, dalam satu musim tanam saat kemarau kita bisa memperoleh uang belasan juta rupiah," ujar Sukamto.

Meskipun keuntungan dari hasil panen padinya tak sebanding dengan musim penghujan, para petani setempat tetap bersyukur. Pasalnya, saat musim kemarau resiko serangan hama dan penyakit, relatif berkurang.

Selain itu para petani setempat juga beruntung, karena kekeringan hanya terjadi di sebagian areal persawahan saja. (yos)

Berita Terkait

Kemarau Panjang, 59 Desa di Gresik Kering Kerontang

Panen Jagung Turun 40 Persen Akibat Kekeringan

Kemarau Panjang, Volume Air Waduk Pacal Menipis Tak Mampu Aliri Lahan Pertanian

Dampak Kemarau Produksi Susu Sapi Menurun
Berita Terpopuler
Banjir Bandang Terjang Pantura
Peristiwa  8 jam

Cegah Pemudik, Warga Pasang Portal Pocong dan Keranda Mayat di Pintu Masuk Kampu...selanjutnya
Covid-19  10 jam

Polisi Amankan Balon Udara Yang Nyaris Bakar Rumah Warga
Peristiwa  9 jam

Tak Terima Tanaman Pete Ditimbuni Sampah, Kakak Ipar Bantai Adik Ipar
Peristiwa  7 jam



Cuplikan Berita
Marah, Kapolda Copot Oknum Kapolsek Karena Tertidur Saat Rapat Dengan Walikota
Pojok Pitu

H-2 Lebaran, Stasiun Gubeng Surabaya Sepi Penumpang
Pojok Pitu

PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Jatim Awan

Unik, Anak Anak Ini Berebut Uang Lebaran di Pagar Rumah Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber